Beranda Gaya Hidup Sensasi Wisata Museum yang Berbeda di Surabaya

Sensasi Wisata Museum yang Berbeda di Surabaya

196
0
BERBAGI

Belakangan ini, wisata museum memang kalah pamor dengan berbagai tempat-tempat wisata lain. Apalagi jika tempat wisata tersebut sedang hits dan memiliki spot foto yang instagrammable. Banyak orang datang kesana sekadar untuk berswafoto dan mengunggahnya di Instagram.

Padahal, museum merupakan salah satu wisata edukasi sejarah yang menyimpan banyak cerita dan pelajaran, tidak hanya bai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Di museum, kita akan dibawa ke masa lalu, seolah kita melakukan perjalanan kilas balik. Menapaki jejak sejarah yang tidak mungkin terulang. Mengambil pelajaran dari para pendahulu yang mengalami lebih dulu.

Museum Surabaya (SIOLA)

Ada banyak alasan yang membuat seseorang enggan untuk pergi ke museum. Salah satunya, karena museum terkesan kuno, ketinggalan jaman, bahkan angker. Opini seperti ini biasanya muncul karena koleksi-koleksi yang ada di museum tidak terawat dengan baik. Tata letak dan pencahayaan bangunan museum tidak memadai. Sehingga, orang-orang merasa enggan untuk berkunjung ke museum.

Baca Juga: 4 Destinasi Wisata di Area Taman Nasional Ujung Kulon

Alasan lain yang membuat museum kurang diminati sebagai tujuan wisata karena minimnya program-program pendukung yang mendorong orang-orang untuk datang ke museum. Padahal, jika penyelenggara atau pengurus museum mengadakan kegiatan-kegiatan menarik, bukan tidak mungkin, akan lebih banyak wisatawan yang ingin berkunjung. Contoh program atau kegiatannya dapat berupa lomba anak-anak, diskusi sejarah, movie screening, dan sebagainya.

Tetapi, bagi kamu yang tinggal di Surabaya dan kota-kota sekitarnya, jangan khawatir. Di Surabaya, kamu akan banyak menemui museum yang jauh dari kesan kuno dan angker. Berikut ini kami sudah menyiapkan beberapa museum inovatif tersebut:

Museum Surabaya (Siola)

Seperti namanya, museum ini memamerkan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan kota Surabaya, misalnya benda-benda milik tokoh-tokoh berpengaruh Surabaya di masa lalu. Gedung Siola sendiri didirikan pada tahun 1877 dan tidak langsung difungsikan sebagai sebuah museum. Gedung Siola sempat mengalami perubahan fungsi beberapa kali hingga akhirnya diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Kini, selain difungsikan sebagai museum, Gedung Siola juga digunakan sebagai Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Surabaya dan Co-Working Space Koridor. Dengan demikian, setiap harinya, ada banyak sekali orang mengunjungi Museum Surabaya (Siola) ini. Bagi kamu yang suka berswafoto, jangan khawatir, Museum Siola memiliki beberapa spot foto, atau jika masih merasa kurang, pergilah ke Koridor Co-Working Space. Disana, ada banyak sekali spot-spot yang bisa mempercantik feed Instagram kamu.

Lokasi Museum Surabaya (Siola) ini cukup strategis, yaitu berada di persimpangan Jalan Genteng Kali dan Jalan Tunjungan. Sehingga, mudah sekali untuk ditemukan. Jam bukanya pun cukup panjang, yaitu sejak pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Dan berita yang lebih menggembirakan adalah, bagi kamu yang tertarik berkunjung, nggak perlu khawatir soal tiket masuk karena HTM-nya free alias gratis!

House of Sampoerna

Sesuai namanya, bangunan bergaya ala Yunani kuno dengan pilar-pilar besar yang khas ini pada dasarnya merupakan pabrik pembuatan rokok. Sampai saat ini pun, bangunan tersebut masih difungsikan sebagai tempat pembuatan rokok, lengkap dengan para kurang lebih 400 pekerja perempuan yang bekerja melinting rokok manual dengan tangan disana. Konon, mereka mampu melinting rokok hingga 325 rokok per jam lho.

Di House of Sampoerna, dijamin kamu tidak akan merasa bosan. Karena, selain museum, House of Sampoerna juga memiliki Galeri Seni dan Kafe kekinian yang nyaman sebagai tempat menghabiskan waktu bersama teman.

Museum House of Sampoerna sendiri menawarkan pengalaman yang unik bagi para pengunjung. Dimana, pengunjung akan diajak untuk melihat bagaimana perjalanan hidup keluarga pendiri Sampoerna serta bagaimana bisnis besar Sampoerna dikembangkan.

Sedangkan, pada galeri seninya, kamu akan menemukan banyak sekali karya seni yang berasal dari seniman-seniman muda maupun senior. Karya seninya pun ada yang dijual kepada publik ada pula yang hanya dipinjamkan kepada galeri untuk dipamerkan.

Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam

Siapa pernah melihat ada kapal besar terdampar di tengah kota? Terdengar tidak mungkin ya. Tetapi, di Surabaya, hal yang terasa tidak mungkin tersebut nyata terjadi lho. Monumen Kapal Selam atau orang banyak menyebutnya dengan Monkasel benar-benar merupakan monumen yang berupa kapal selam. Ukuran kapal selamnya sesuai dengan ukuran aslinya, bukan replika, karena memang monumen tersebut dikonstruksi dari KRI Pasopati 410 yang diiris menjadi 16 bagian.

Monumen Kapal Selam resmi dibuka pada tanggal 5 Juli 1998. Ide awal pembangunan monumen ini adalah untuk memberikan edukasi kemaritiman kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Surabaya. Selain itu, untuk mengenang kontribusi TNI Angkatan Laut dan KRI Pasopati 410 yang telah banyak mengambil peran-peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, salah satunya saat Operasi Trikora.

Bagi kalian yang ingin menikmati sensasi berkunjung ke museum yang agak berbeda, Monumen Kapal Selam ini jawabannya. Jarang-jarang kan ada monumen yang bentuknya kapal selam. Usut punya usut, KRI Pasopati ini dibeli dari Uni Soviet lho.

Nah, jadi dari tiga rekomendasi museum-museum di Surabaya itu mana yang mau kamu kunjungi lebih dulu nih? Apakah kamu ingin flashback kondisi Surabaya di masa lalu di Museum Siola, menyaksikan perempuan-perempuan tangguh pelinting rokok di House of Sampoerna, atau merasakan sensasi menjelajahi kapal selam di tengah kota? Apapun pilihanmu, yang penting jangan lewatkan wisata ke museum ya!

Komentar dengan facebook