Pulau Seribu Alternatif Wisata Bahari Di Provinsi DKI Jakarta

Pulau Seribu Alternatif Wisata Bahari Di Provinsi DKI Jakarta

287
0
BERBAGI
Menikmati keindahan sunset saat snorkeling di Pulau Seribu

Indonesia memiliki keragaman lokasi wisata.  Salah satu objek wisata yang berkembang saat ini adalah Wisata Bahari, dengan destinasi wisata yang terkenal di Bali, Lombok atau Belitung, namun bagi warga Jadebotabek kini Pulau Seribu menjadi salah satu pilihan wisata bahari yang mudah, murah, nyaman dan juga berkesan. Beberapa pulau yang mulai dikenal sebagai lokasi wisata Pulau seribu adalah Pulau Harapan, Pulau Pramuka, Pulau Tidung dan Pulau Pari. Sobat Abisnis untuk jelajah wisata akhir pekan ini kita akan menjelajah Pulau Pramuka untuk wisata Island Hoping dan Snorkeling.

1. Perjalanan Menuju Pulau dengan Kapal Ferry

Perjalanan dimulai dari pelabuhan Kali Adem di Muara Angke Jakarta, dengan menaiki Kapal Ferry tradisional yang bertarif Rp 52.000 / orang. Perjalanan menuju Pulau Pramuka menempuh waktu 2,5-3 jam tergantung keadaan ombak.

Interior dalam kapal Ferry – Jelajah Pulau Seribu

Perjalanan dari Kali Adem menuju Pulau Pramuka hanya sekali dalam sehari, yaitu pagi hari sekitar jam 7.30 – 08.00, dengan on board pada pukul 07.00. Karena terbatasnya jadwal keberangkatan ini, maka bagi rekan-rekan yang menjadwalkan perjalanan dalam satu grup, diharapkan kehadiran di pelabuhan sebelum jam 7 pagi. Jangan lupa saat akan jalan, sobat Abisnis pastikan sudah mengenakan jaket pelampung ya.

Umumnya trip ke Pulau Seribu dilakukan secara berkelompok untuk menghemat biaya, karena jumlah orang berpengaruh pada harga trip. Untuk mendapat harga yang ekonomis untuk wisata Sabtu-Minggu, paling tidak dalam satu grup terdiri dari 10 orang, dengan harga perorang sebesar Rp 380.000, hingga 31 orang dengan harga perorang sebesar Rp 330.000. Fasilitas yang di dapatkan adalah tiket kapal Ferry PP, penginapan 2H1M, makan tiga kali, guide wisata snorkling beserta perlengkapannya, barbekiu pada malam hari dan dokumentasi (termasuk dokumentasi dalam air).

2. Homestay di Pulau Pramuka

Pada perjalanan kami, lokasi penginapan di Wisma Dolphin Pulau Pramuka tepat di depan pantai, sehingga suasana laut begitu terasa.

Dolphin Homestay di Pulau Pramuka

Sesampainya di Homestay, kami dijamu oleh makan siang berupa nasi, ikan, sayur dan tempe. Setelah santap siang, barulah kami bertualang menggunakan kapal kayu untuk perjalanan Island Hoping dan Snorkeling.

3. Island Hoping dan Snorkeling

Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi beberapa pulau di antaranya

I. Pulau Air

Pulau Air

Pulau Air yang rindang akan Pohon Pinus dan air berwarna toska, cocok bagi rekan-rekan yang hobi fotografi karena beberapa spot pemandangan Pulau Air ini memang menarik untuk diabadikan. Selepas sesi foto-foto di Pulau Air, barulah dimulai sesi snorkling.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat snorkling adalah :

1. Cek Peralatan Snorkeling dan Pilih Masker dan Snorkeling yang Nyaman

Saat memilih peralatan Snorkeling, cek terlebih dahulu apakah ada yang bocor atau ada ikatan yang terlepas.

2. Mengambang secara datar

Saat berlatih, posisikan tubuh anda mengambang dengan perut menghadap bawah. Pastikan posisi anda stabil dan nyaman

3.Gigit snorkel dan tiup serta hembuskan nafas melaluinya

Gigit snorkel secara perlahan dan bernafas dengan dalam, dan dan hati-hati. Harap perhatikan ritme nafas Anda, agar terbiasa saat menjelajah keindahan laut

6. Kenakanlah Pelampung dan Kaki Katak (Fin)

Gunakanlah pelampung, terutama bagi  penyelam pemula dan juga kaki katak, untuk menguatkan gerakan tanpa menggunakan banyak kibasan.

7. Biasakan mengatur pernafasan dengan Snorkel dan menyelam sambil menahan nafas

Untuk dapat menikmati keindahan bawah laut, maka perlulah menyelam hingga alat snorkel juga berada di bawah air. Cara mengatur pernapasan saat jelajah bawah laut adalah dengan menahan nafas saat menyelam, dan ketika kembali ke permukaan untuk mengambil nafas,tiuplah snorkel dengan kuat sehingga gelembung air dapat keluar dan ulanglah beberapa kali sampai aliran udara di snorkel lancar dan kita dapat bernafas melalui snorkel.

8. Bersiaga dan berhati-hati saat di bawah air

Kondisi bawah air terkadang tidak terduga, bahkan sesuatu yang nyaris tidak terlihat dapat menyebabkan luka. Seperti saat para penyelam berhati-hati terhadap bulu babi atau ubur-ubur besar,hingga ikan yang ganas. Tetapi bisa saja ubur-ubur kecil dalam jumlah banyak menyerang para penyelam, sulit terlihat dan hanya rasa menyengat saja yang menjadi penanda adanya suatu yang berbahaya. Jika anda mendapati kondisi seperti ini segeralah kembali ke kapal dan informasikan tour guide untuk berpindah lokasi penyelaman.

Snorkeling di Pulau Seribu

II. Pulau Semak Daun

Pulau Semak Daun http://pulauseribu.jakarta.go.id/web/v3/?p=pulau.wisata&id=9
Pulau Semak Daun- Sumber : http://pulauseribu.jakarta.go.id

Pulau berpasir putih ini, cukup menjadi primadona baru di Pulau Seribu. Walaupun pulau ini tidak berpenghuni, tetapi banyak grup wisatawan yang berkunjung untuk foto atau camping di sini. Suasana yang masih alami dan juga keindahan bawah laut di pulau menjadi pilihan terbaik secara budget untuk merasakan wisata bahari baik snorkeling, memancing atau hanya sekedar foto di pinggir pantai.

Pasir putih di Pulau Semak Daun

4. Sunset di Pulau Seribu

Kami mengakhiri Island Hoping dan snorkeling dengan menikmati matahari terbenam di Pulau Seribu. Saat itu kami beruntung karena cuaca bersahabat dan langit sedang jernih, kami juga masih dapat menikmati matahari yang perlahan-lahan tenggelam di ujung cakrawala dan menyisakan sembirat merah muda yang menemani perjalanan pulang kami menuju Home stay.

Menikmati Sunset saat snorkeling di Pulau Seribu
Sembirat langit merah muda penutup wisata snorkeling Pulau Seribu

5. Taman Nasional Kepulauan Seribu

Hari kedua kami habiskan di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang berada di Pulau Pramuka.

Taman Nasional Kepulauan Seribu

Beberapa tanaman atau organisme yang dapat di temukan di Taman Nasional ini adalah :

1. Bakau (Mangrove)
Pembibitan Bakau (Mangrove)
2. Lamun (Sea Grass)
Lamun (Sea Grass)
3. Budidaya Teripang
Budidaya Teripang Berbasiskan Lamun (Sea Grass)

Setelah berkunjung di Taman Nasional, kami pun menyempatkan diri untuk membeli cindera mata, di antara toko suvenir yang kami temui berada di dekat darmaga dan disana dijual suvenir khas Pulau Pramuka.

Suvenir Khas Pulau Pramuka

Setelah jelajah pulau di hari kedua, kami pun kembali ke Jakarta. Menggunakan kapal yang sama seperti saat perjalanan pergi. Keberangkatan kapal pada pukul 12.00, dengan on board pada jam 11.30. Kami pun tiba di pelabuhan Kali Adem pada pukul 15.00.

Demikian wisata akhir pekan di Pulau Pramuka, sebuah alternatif berlibur yang hemat dan berkesan bagi warga Jakarta dan sekitarnya.