Beranda Pendidikan Hal yang Pertama Kali Harus dilakukan oleh Mahasiswa Perantauan

Hal yang Pertama Kali Harus dilakukan oleh Mahasiswa Perantauan

189
0
BERBAGI

Ada beberapa hal yang pertama kali harus dilakukan oleh mahasiswa perantauan. tujuannya supaya mahasiswa lebih nyaman dan betah.  Banyak sekali mahasiswa yang berasal dari luar kota bahkan luar pulau. Bagi sebagian orang yang memilih kuliah di kota sendiri akan terasa mudah beradaptasi. Hal ini jelas berbeda dengan mahasiswa yang berasal dari luar kota atau bahkan luar pulau. Contoh kecil, banyak kita ketahui mahasiswa yang berasal dari luar pulau memilih menutup diri. Hal itu terjadi karena mereka tidak pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Kejadian seperti ini sering kita jumpai di dunia perkuliahan. Tidak sulit melihat fenomena ini, ada seorang mahasiswa yang sering menyendiri dan tidak mau bergaul dengan temannya. Hal itu karena perbedaan budaya dan pola pikir antara satu dengan yang lainnya. Bagi mereka yang tidak mampu beradaptasi akan menimbulkan dampak negative. Dampak tersebut akan berpengaruh terhadap prestasi akademiknya. Mereka tidak akan mampu menunjukkan siapa jati dirinya, bakatnya pun tidak akan ter-asah secara maksimal. Untuk itu perlu adanya strategi bagi mahasiswa perantaua untuk beradaptasi agar dapat menuntut ilmu secara maksimal. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah;

Perbanyaklah Teman

www.josstoday.com

Ketika menjadi mahasiwa perantauan, hal yang pertama kali dilakukan yaitu perbanyaklah teman. Karena manusia pada dasarnya adalah mahluk social. Manusia tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus hidup bersosial dengan yang lain. Dengan memperbanyak teman, kita dapat bermain dan bersosialisasi bersama. Hal ini yang membuat kita lebih betah tinggal di tempat yang jauh dengan orangtua. Apabila kita dilanda kesulitan, orang yang membantu pertama kali adalah teman kita. Sembari melupakan suasana di rumah, sebaiknya kita bermain dengan teman baru kita agar lebih betah. Hal ini sering diabaikan oleh mahasiswa perantauan, sehingga mereka lebih cenderung menutup diri karena tidak mau bersosialisasi.

Memahami Budaya Setempat

ugetuget.com

Hal ini juga sering diabaikan oleh mahasiswa perantaun. Memahami budaya setempat diperlukan dengan tujuan menyesuaikan atau beradaptasi. Mahasiswa perantauan pasti memiliki budaya dan pola pikir yang kemungkinan besar berbeda dengan kota perantauan. Untuk itu, perlu adanya penyesuaian dengan memahami budaya setempat agar kita dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Sebagai pendatang, tak jarang kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan mereka. Maksudnya, tingkah laku kita dan perkataan kita sering menyinggung teman kita. Hal ini wajar karena adanya perbedaan budaya dan pola piker tadi. Akhirnya ,tak jarang juga kita mengalami cek cok dengan teman kita. Apabila hal itu terjadi, sebagai mahasiswa perantauan, kita sebaiknya mengalah karena posisi kita sebagai pendatang. Alangkah baiknya jika terjadi suatu masalah, kitalah yang harus mengalah. Mengalah bukan berarti kalah, tapi demi menjaga kerukunan kita dengan teman dan masyarakat.

Suka Memberi (Dermawan)

www.dream.co.id

Orang yang paling disukai oleh teman-temannya adalah orang yang dermawan atau suka memberi. Alangkah baiknya, jika kita sebagai mahasiswa perantauan suka memberi apapun itu. Tentunya dalam hal kebaikan, seperti pinjaman uang, membantu mengerjakan tugas, menolong teman ketika susah dan lain sebagainya. Karena apabila kita suka memberi, secara otomatis teman kita akan merasa segan pada kita. Hal inilah yang berarti pertanda baik bagi kita. Jika kita menjadi orang dermawan, ketika kita mengalami kesulitan, teman kita pasti membantu. Itulah mengapa kita harus dermawan dengan teman dan masyarakat. Karena kedepannya kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita

Tidak Apatis

www.pictame.com

Apatis adalah sikap acuh tak acuh, masa bodoh dan tidak peduli dengan sesama. Hal ini juga sering diabaikan oleh mahasiswa perantauan. Mereka lebih memetingkan diri sendiri ketimbang kepentingan bersama. Sebagai mahasiswa perantauan, kita tidak boleh apatis. Karena kita saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Contoh sederhananya adalah, ketika sarapan sebaiknya bareng-bareng dengan teman yang lain. Hal itu akan meningkatkan persaudaraan antara kita dengan teman kita. Apabila kita sudah dianggap saudara, maka mereka tidak segan untuk membantu kita.

Intinya ketika kita merantau jauh dari orangtua, sebaiknya melakukan hal-hal yang dipaparkan di atas tadi. Agar dalam menuntut ilmu kita menjadi optimal karena sudah merasa nyaman. Serta menambah teman yang akan berdampak positif pada kita. Ada sebuah pepatah mengatakan “seribu teman itu terlalu sedikit, dan satu musuh itu terlalu banyak”.

Komentar dengan facebook