Beranda Gaya Hidup Intip Perbedaan Mental Si Kaya dan Miskin dalam Kesehariannya

Intip Perbedaan Mental Si Kaya dan Miskin dalam Kesehariannya

82
0
BERBAGI

Intip Perbedaan Mental Si Kaya dan Miskin dalam Kesehariannya

perbedaan si kaya dan miskin
warren buffet si kaya

Hallo generasi millenial dan generasi Z!! Kaya dan miskin bukanlah suatu nasib. Dilahirkan di keluarga yang kaya adalah sebuah takdir, akan teteapi untuk menjadi kaya bukanlah sebuah hal yang pasti. Seperti yang sudah dikatakan dalam Al-Quran bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut yang merubahnya sendiri. Artinya bahwa kita dapat berpeluang sebesar-besarnya untuk ‘menjadi kaya’ tersebut. Kenali dulu mental si kaya dan miskin agar kamu dapat mengetahuinya.

Mental yang dikatakan disini adalah cara bagaimana mereka menggunakan uangnya. Si kaya dan si miskin sama-sama bekerja dan memiliki penghasilan. Perbedaannya akan terlihat bagaimana si kaya dan si miskin ini menggunakan atau mengelola pendapatannya tersebut. Kuncinya adalah bijak dalam mengelola uang. Ada orang yang mempunyai prinsip untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk selanjutnya mereka akan mengubah menjadi asset. Namun, ada juga beberpa orang yang ketika mempunyai pendapatan akan lewat begitu saja sampai habis dan akhirnya hanya berharap tanggal gajian tiba lagi.

Baca juga: Perlukah investasi untuk hari tua? 

Banyak faktor yang dapat memengaruhi behaviour tersebut, misalnya gaya hidup. Akan tetapi, bila kita sudah memiliki prinsip dimana pun kita berada kita akan tetap berada dalam track. Yuk simak perbedaan mental antara si kaya dan miskin ini:

Baca juga: Pengertian saham, obligasi, dan reksadana

A. Perbedaan : Orang mental kaya sibuk menjadi kaya, orang bermental miskin sibuk terlihat kaya

Orang yang bermental miskin akan sibuk untuk membeli perlengkapan-perlengkapan yang akan mendorong mereka untuk terlihat kaya. Mereka akan rela menghabiskan sebagian pendapatannya untuk demi membuat mereka terlihat “wah”. Bagaimana dengan orang bermental kaya sesungguhnya? Mereka akan sibuk untuk mencari jalan dan akan terus selalu berusaha untuk menambah asetnya. Alokasi biaya untuk kebutuhan sehari-harinya, mereka yang bermental kaya akan membeli barang sesuai dengan kebutuhannya saja.

B. Orang ber mental kaya membeli fungsi, orang ber mental miskin membeli gengsi

Yup, berhubungan dengan point no.1. Orang yang bermental miskin membeli sesuatu hal yang mungkin kurang dibutuhkan tetapi dapat membuat mereka “wah” atau mengutamakan gengsinya. Apakah anda seorang yang bermental kaya? Orang mental kaya karena mereka mementingakan prioritas kebutuhannya sehingga ia akan lebih memilih fungsi dibandingkan dengan gengsinya. Tak peduli dengan brand, kemewahannya asalkan sudah sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan dan budget yang sesuai orang bermental kaya hanya perlu hal tersebut.

Orang yang bermental kaya sudah menetapkan barang yang akan mereka beli sesuai prioritas. Setelah itu, orang bermental kaya ini akan menyisihkan uang tersebut untuk menambah asetnya atau menabung kebutuhan yang lebih urgent di masa depan.

C. Orang yang ber mental kaya tidak akan pernah ragu menyisihkan uangnya untuk berinvestasi

Pengetahuan akan investasi di era digitalisasi ini saya kira sangat terbuka. Tentu saja bagi mereka yang mau melek akan investasi jangka tua. Terlebih lagi untuk jenisnya yang sekarang beragam, ada investasi emas, saham, obligasi, rekasadana, maupun juga emas. Bagi mereka yang sudah melek akan investasi dan orang bermental kaya secara logika mereka mengerti tentang inflasi, nilai rupiah di masa mendatang, dan mereka tidak akan bekerja seumur hidupnya. Oleh karena itu, sebenarnya investasi ini dibutuhkan oleh semua orang pada dasarnya.

Jadi apakah anda masih ragu untuk investigasi? Sudah berapa persenkah anda membagi penghasilan anda untuk alokasi investasi? Tahukah kamu dengan berinvestasi ini akan membuat uang bekerja untukmu. Orang yang bermental miskin akan terus bekerja untuk uang tanpa tahu bagaimana caranya memperkerjakan uang untuk dirinya.

D. Orang ber mental kaya akan mengelola pengeluaran, sedangkan yang lain tidak membuat perencanaan

Setelah menerima penghasilan, orang yang bermental kaya akan membagi atau alokasi uangnya ke dalam beberapa pos. Pos yang ada semisal untuk investasi, tabungan, dan juga kebutuhan sehari-hari. Orang yang bermental kaya akan menabungkan atau investasikan uangnya di awal menerima penghasilan. Apabila orang yang bermental miskin akan menghabiskan uang tanpa ada pencatatan dan juga perencanaan. Segala kebutuhan yang sebenernya tidak dalam list perencanaan dan tidak melihat skala prioritas. Sehingga, pada akhir bulan baru akan menyisakan uangnya untuk ditabung atau juga diinvestigasikan.

E. Selalu memiliki mimpi yang tinggi dan tidak pantang menyerah untuk mewujudkannya (Orang bermental kaya)

Arti kaya yag secara luas, kaya akan mimpi dan ide untuk mewujudkannya. Ia selalu di sibukkan untuk selalu mencari cara agar mimpinya terwujud. Mereka tahu bahwa mimpinya tidaklah instant dan menjadikan mereka ‘sibuk’ untuk mewujudkan hal tersebut. Putus asa bukanlah sifat yang mereka miliki. Mereka selalu bersemangat dan juga pantang menyerah untuk mewujudkannya.

Ada beberapa ciri yang memang melekat diantara orang bermental tinggi ini. Pernahkah kalian membaca biografi orang-orang sukses? Sebagian besar hidupnya selalu berhadapan dengan tantangan-tantangan untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Putus asa? Putus asa bukanlah hal yang ada di dalam kamus mereka. Justru semakin banyak tantangan, orang yang bermental kaya ini akan semakin termotivasi dan semakin ingin mewujudkan mimpinya tersebut.

Menjadi seseorang yang bemental kaya juga berarti orang tersebut ‘kaya’ akan mental baja dalam sudut pandang mewujudkan mimpi.

F. Selalu optimis terhadap apa yang sedang dikerjakan oleh “mereka”

Pantang menyerah dimix dengan rasa optimis untuk mewujudkan apa yang sedang ditekuninya ialah kunci untuk meraih kesuksesan. Optimis merupakan salah satu motivasi di dalam diri untuk mewujudkan cita-cita disaat tidak ada orang lain yang percaya kalau kamu bisa melakukannya. Rasa optimis yang dimiliki akan membuat kalian lebih kuat untuk menghadapi tantangan demi tantangan.

 

Nah, bagaimana kawan? Semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat untuk kamu yaa. Ingat gais menjadi bermental kaya ini dapat dilatih kok. Ketika semuanya sudah terbiasa maka kamu akan menjadi semakin terlatih untuk menjadi bermental kaya. Intinya jangan pernah menyerah dan tetaplah berkarya untuk dirimu dan orang banyak. Keep moving and inspiring yaa gais..

 

 

Komentar dengan facebook