Beranda Bisnis Pasar Modal: Pengertian Saham, Reksadana, dan Obligasi

Pasar Modal: Pengertian Saham, Reksadana, dan Obligasi

203
0

Pasar Modal: Pengertian Saham, Reksadana, dan Obligasi

saham, reksadana, dan obligasi
saham, reksadana, dan obligasi

 

Hallo para millenials dan generasi lainnya, sudah pernah dengar kan tentang pasar modal? Apa yang pertama kali dibenak kamu ketika mendengarnya? Saham, obligasi, atau reksadana? Kali ini artikel ripytime akan membahas pasar modal, jenisnya, serta pengertiannya.

Pasar modal merupakan suatu pasar yang beroperasi dalam hal aktivitas perdagangan surat-surat berharga yang bersifat jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Pasar modal ini seperti instrumen pendanaan bagi perusahaan atau pelaku instansi lainnya dalam rangka kegiatan berinvestasi.

Pasar modal ini juga memiliki peran penting bagi perekonomian yang ada di suatu negara. Mengapa dapat terjadi? karena pasar modal ini menjalankan dua fungsi, yaitu sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau dengan kata lain perusahaan mendapatkan sumber modal dari investor. Modal ini digunakan perusahaan untuk berbagai macam kegiatan sesuai kebutuhan, seperti ekspansi perusahaan, pengembangan usaha, dan penambahan modal kerja.

Kedua pasar modal ini menjadi sarana bagi masyarakat (investor) berkesempatan untuk berinvestasi pada instrumen keuangan, . Masyarakat akan menempatan dana yang dimilikinya di pasar modal sesuai dengan keuntungan dan risiko masing-masing instrumen pasar. Berikut merupakan pengertian dari beberapa instrumen pasar modal.

1. Pengertian saham

saham
saham

Saham merupakan instrumen pasar modal yang cukup populer di masyarakat. Terlebih saat ini karena banyak gerakan yang membuat masyarakat melek akan saham, salah satunya gerakan #yuknabungsaham yang didirikan oleh bursa efek Indonesia.

Saham ialah suatu tanda penyertaan terhadap modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Sehingga dengan penyertaan modal tersebut, maka pihak yang menyertakan modal memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saham ini biasanya digunakan oleh perusahaan atau instansi usaha untuk mengembangkan usahanya dan juga modal ekspansi bisnis perusahaan.

Keuntungan dari saham ini adalah inevstor dapat berperan 100 persen terhadap kelola saham yang dipegangnya. Ini berarti apabila harga saham suatu perusahaan sudah mencapai harga maksimal, investor dapat langsung menjualnya secara independen. Selain itu, investor saham ini berhak untuk mendapatkan profit dari marjin perusahaan yang biasa disebut dengan deviden berdasarkan besarnya saham yang dipegang oleh investor.

2. Subsektor Perusahaan

Adapun beberapa subesektor perusahaan yang sudah membagi saham secara publik (disebut dengan IPO), seperti berikut :

a. Perusahaan agriculture, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian secara luas, yaitu perkebunan, perikanan, peternakan, dan juga perhutanan.

b. Mining, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan juga penggalian, semisal pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral, bahan kimia, dan bahan pupuk, serta penambangan gips, aspal dan gamping.

c. Basic industry and chemycals, perusahaan yang bergerak di bidang pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi atau barang yang akan menjadi bahan material utama untuk industri manufaktur lanjutan.

d. Miscellanous industry, yaitu industri yang bergerak di bidang pembuatan mesin berat atau ringan, termasuk juga komponennya.

e. Consumer good industry, ialah perusahaan yang membuat bahan mentah menjadi bahan jadi yang umumnya siap dikonsumsi pribadi atau rumahan.

f. Properti, real estate, and building construction, ialah perusahaan yang bergrak di bidang pembuatan, perbaikan, dan juga pembongkaran rumah atau gedung. Sedangkan real estate adalah jenis usaha pembelian dan juga persewaan rumah tempat tinggal atau tempat usaha.

g. Infrastruktur, utility, and transportation, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan energi, trasportasi, dan telekomunikasi. Sedangkan infastruktur merupakan pembuatan bangunan non gedung dan rumah, seperti sarana umum jalan layang, jalan tol, bendungan air, jembatan, dll.

h. Finance, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, seperti perbankan, asuransi, sekuritas, dan penyediaan uang.

i. Trade, service, and invesment, ialah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan partai besar atau kecil atau eceran dan juga usaha meliputi restoran, hotel, periklanan, serta industri percetakan.

3. Obligasi

Obligasi merupakan suatu pernyataan hutang terhadap penerbit obligasi kepada pemegang obligasi yang berjanji akan mengembalikan hutang tersebut beserta dengan kupon bunganya pada tanggal jatuh tempo pembayaran yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Obligasi ini dapat diterbitkan oleh korporasi dan negara.

Di Indonesia sendiri, surat obligasi ini berjangka waktu sekitar 1 sampai 10 tahun. Apabila diterbitkan oleh pemerintah disebut dengan Surat Utang Negara (SUN) sedangkan utang yang diterbitkan dibawah 1 tahun yang diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharan Negara (SPN).

Keuntungan dari obligasi ini adalah resiko lebih rendah dari saham karena biasanya penerbit obligasi adalah dari negara. Selain itu, investor akan mendapatakn kupon/fee/nisbah yang umumnya berada diatas BI rate.

4. Reksadana

Kalian pernah dengar reksadana? Banyak sekali perusahaan sekuritas yang menawarkan reksadana untuk investor pemula. Sebenarnya apakah reksadana ini?

Reksadana merupakan investasi alternatif bagi mereka yang memiliki modal untuk investasi, khususnya pemodal kecil, tidak punya waktu dan pengetahuan terbatas. Reksadana ini sebagai pemancing agar pemodal lokal dapat meningkat.

Reksadana ini diartikan sebagai wadah untuk menampung dana investasi dari masyarakat yang selanjutnya akan di kelola oleh manajer investasi yang ada di perusahaan sekuritas.

Keuntungan dari reksadana ini adalah memiliki risiko yang lebih rendah karena saham akan dikelola oleh manajer investasi dimana manajer ini tentunya akan mengalokasikan kepada saham yang tidak akan memberatkan investor, semakin pintak manajer investasi memilih saham maka kemungkinan besar investor juga akan mendapatkan untung yang bagus.

5. Perbedaan saham, obligasi, dan reksadana

Perbedaan yang terdapat diantara ketiga instrumen pasar modal ini antara lain di risikonya. Dimana risiko saham berada diatas reksadana dan obligasi. Alasannya karena saham sepenuhnya dikelola oleh investor dan kondisi capital loss yang terkadang tidak dapat dihindari oleh investor.

Selain itu, adalah pihak yang terlibat dalam instrumen ini. Saham sangat melibatkan investor sepenuhnya dalam perusahaan sekuritas. Reksadana melibatkan manajer investasi untuk dapat mengalokasikan tampungan dana investasi dari masyarakat yang biasanya cenderung pasif. Sedangkan obligasi terlibat terhadap penerbit obligasi dan pemegang obligasi yang terikat pada perjanjian akan kupon/fee/nisbah secara periodik dan pengembalian nominal hutang sampai jatuh tempo pembayaran.

Nah bagaimana teman-teman? Sudah adakah gambaran mengenai pasar modal yang ada di Indonesia. Semoga dengan artikel ini dapat membantu kalian dalam menentukan arah investasi yang sesuai dengan kebutuhan kalian.