Beranda Ekonomi Penerapan Siskeudes Menuju Desa Milenial

Penerapan Siskeudes Menuju Desa Milenial

277
1
BERBAGI

Penerapan Siskeudes – Selamat datang di artikel Kinay semuanya. Selamat datang juga buat kalian yang sudah berteman dengan bosan karena jauh darinya. Sabar ya gaes. Oke, di artikel sebelumnya Kinay membahas tentang sesuatu yang berbau akademis dan berbau kehidupan mahasiswa. Sekarang juga masih sama gaes. Kinay masih ingin membahas sesuatu yang ada hubungannya dengan pengetahuan akademis kita. Nah kali ini temanya adalah tetang sistem keuangan desa atau yang akrab disebut “siskeudes”. Buat kalian yag baru kenal istilah ini yuk sama sama kita bahas apa itu siskeudes!!!

Siskeudes merupakan singkatan dari sistem keuangan desa. Dari namanya saja Kinay yakin pasti kalian sudah tau kalau ini ada hubungannya dengan desa. Yaps, benar sekali. Tapi bukan berarti orang kota tidak boleh tau tentang siskeudes loh ya, wkwk. Berhubung ini ada kaitannya dengan kamu, eh maksud Kinay desa, jadi Kinay sedikit mau jelasin pengertian desa dulu yaa. Yuk tak berlama-lama, langsung aja kiita bahas!!!,

Penerapan Siskeudes – PENGERTIAN DESA?

Desa merupakan bagian terkecil dari pemerintahan yang keberadaannya mampu mempengaruhi perkembangan pemerintahan suatu negara. Menurut UU No Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 1 menegaskan bahwa, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.

Dalam praktik otonomi daerah, desa telah diberi kewenangan oleh pemerintah untuk mengatur pemerintahannya sendiri. Jadi desa memiliki tanggung jawab untuk membuat sendiri kebijakan-kebijakan yang beraitan dengan perkembangan dan kemajuan desa. Salah satu yang menjadi tanggung jawab desa adalah proses pengelolaan keuangan desa yang harus dibuat oleh para apara desa. Dari proses pengelolaan keuangan tersebut nantinya akan dihasilkan sebuah laporan keuangan desa, yang nantinya akan dijadikan bukti kepada masyarakat bahwa keuangan yang diamanatkan pemerintah kepada desa telah dikelola dengan baik. Pengelolaan keuangan tersebut dilakukan demi kepentingan masyarakat desa.

Penerapan Siskeudes – ALASAN DESA MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN?

Seperti yang dikatakan diatas, bahwa desa haruslah membuat laporan keuangannya sendiri. Laporan keuangan yang dibuat desa merupakan bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya yang dimiliki dalam periode yang telah ditentukan. Dengan adanya laporan keuangan tersebut masyarakat desa dapat menilai kinerja yang dilakukan oleh para aparat desa. Selain itu masyarakat desa juga dapat mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan yang dilakukan olehaparat desa. Sehingga tercipta transparansi antara masarakat dan aparat desa dalam hal pengelolaan keuangannya.

Penerapan Siskeudes Menuju Desa Milenial (1)
Penerapan Siskeudes Menuju Desa Milenial (1)

Tentunya bukan hal yang mudah bagi aparat desa dalam meyusun laporan keuangannya sendiri. Karena proses penyusunan laporan keuangan desa haruslah sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, munculah aplikasi sistem keuangan desa atau siskeudes yang diciptakan dengan tujuan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan desa. Siskeudes diharapkan dapat membuat laporan keuangan desa mudah dilakukan. Pemerintah berharap semua desaa di tanah air menerapkan siskeudes dalam proses pengelolaan laporan keuangannya.

Penerapan Siskeudes – APA ITU SISKEUDES?

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah sepakat untuk mengembangkan aplikasi siskeudes dalam rangka mengawal program prioritas pemerintah. Aplikasi ini dibuat untuk membantu pemerintah desa dalam proses penyusunan laporan keuangannya. Disebutkan oleh BPKP bahwa fitur-fitur yang ada dalam siskeudes ini mudah digunakan dan user friendly. Aplikasi ini juga dapat digunakan dalam keadaan online maupun offline. Aplikasi ini dibuat dengan menyesuaikan proses pada tahap pelaporan keuangan. Pengguna hanya tinggal meng-input dokumen-dokumen yang ada, karena semua akan diproses sesuai dengan tahapan yang semestinya menggunakan siskeudes.

Dengan hanya sekali input dokumen yang ada, maka dapat menghasilkan ouput berupa dokumen penatausahaan dan laporan yang sesuai, seperti Dokumen Penatausahaan, Bukti Penerimaan, Surat Permintaan Pembayaran (SPP), Surat Setoran Pajak (SSP), Dan dokumen-dokumen lainnya, Laporan-laporan, Laporan Penganggaran (Perdes APB Desa, RAB, APB Desa per sumber dana), Laporan Penatausahaan (Buku Kas Umum, Buku Bank, Buku Pajak, Buku Pembantu, dan Register. Laporan-laporan tersebut akan muncul hanya dengan sekali input saja. Dengan menggunakan aplikasi siskeudes, akan sulit untuk melakukan kecurangan. Karena aplikasi ini dirancang dengan sistem yang telah tertata rapi, sehingga susah untuk melakukan kecurangan.

Penerapan Siskeudes – Kapan Munculnya?

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk pertama kalinya melakukan launching aplikasi ini pada tanggal 13 Juli 2015.  Aplikasi ini juga memenuhi rekomendasi KPK-RI  untuk menyusun sistem keuangan desa bersama dengan Kementerian Dalam Negeri. Pada tahun 2016, pemerintah desa telah dikenalkan dengan aplikasi ini. Pemerintah mengirimkan tim pendamping desa untuk membantu penggunaan aplikasi. Serta mengadakan pelatihan bagi operator desa sebagai pengguna dari siskeudes ini.

Penerapan Siskeudes – Kenapa Ada Siskeudes

Tak lain dan tak bukan adanya siskeudes adalah untuk mempermudah pemerintah desa dalam mengelola keuangannya. Siskeudes ini memang telah dipersiapkan dalam rangka atisipasi terhadap penerapan UU No 6 tahun 2004 tetang desa. Persiapan ini juga sejalan dengan perhatian lebih dari Komisi XI DPR RI maupun KPK. Kalau menurut Kinay pribadi adanya siskeudes ini merupakan salah satu dampak dari majunya dunia teknologi. Sehingga terciptalah aplikasi siskeudes yang dapat membantu penyusunan laporan keuangan secara efektif dan efisien.

Penerapan Siskeudes – Desa yang Menerapkan Siskeudes

Sejak launching aplikasi siskeudes pada tahun 2016 oleh BPKP hingga pada tahun 2017, tercatat sudah 33,17% atau 24.863 dari 74.954 desa di seluruh Indonesia telah mengimplementasikan siskeudes ini. Menurut Kinay sih 24.863 dari 74.954 merupakan pencapaian yang bagus yan gaes dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun. Karena memang tidak mudah bagi desa untuk menerapkan aplikasi ini dalam kurun waktu yang cepat. Desa masih perlu melakukan adaptasi dengan  aplikasi ini. Jadi semua dibutuhkan proses gaes. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, wkwk.

Harapan BPKP sih pada tahun 2019 ini semua desa telah menerapkan aplikasi siskeudes tanpa terkecuali. Dengan begitu proses pengelolaan keuangan desa akan lebih efektif dan efisien. Selain itu juga laporan keuangan yang dihasilkan juga dapat dipercaya. Karena proses penyusunannya telah menggunakan sistem atau aplikasi. Ya tau sendiri kan gaes, kalo sudah namanya sistem bakalan sulit untuk melakukan kecurangan. Kalau laporan keuangannya sudah baik, its mean that apa yang dilaporkan dalam laporan tersebut telah terealisasi pula. Dengan begitu pula akan mudah untuk mewujudkan desa milenial.

Penerapan Siskeudes – Hambatan Penerapan Siskeudes

Sebagai hal baru dalam pengelolaan keuangan desa, tentunya aplikasi ini tidak mudah diterima oleh beberapa desa tertentu. Dari beberapa jurnal penelitian yang Kinay baca, hambatan utama penerapan aplikasi ini adalah terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa. Terbatasnya SDM desa ini kebanyakan disebabkan karena tingkat pendidikan yang dimiliki hanya sampai sekolah tingkat atas saja. Selain itu, proses hijrah pengelolaan keuangan dari manual menuju penerapan teknologi merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Sehingga memag dibutuhkan persiapan yang sangat matang bagi semua desa untuk menerimanya.

Penerapan Siskeudes Menuju Desa Milenial (2)
Penerapan Siskeudes Menuju Desa Milenial (2)

Selain SDM yang dimiliki desa, salah satu hambatan dalam penerapan siskeudes adalah sulitnya akses internet pada beberapa desa di pedalaman. Memang benar aplikasi siskeudes ini dapat dilakukan secara online maupun offline. Namun bagi beberapa desa yang letaknya di pedalaman, aplikasi ini tidak dapat dilakukan secara online. Hal ini dikarenakan akses internet menuju desa tersebut sangat sulit untuk masuk. Sehingga proses penerapan siskeudes mengalami hamabatan.

JADI…

Jadi gaes menurut Kinay, aplikasi siskeudes ini sangat baik untuk di terapkan di desa. Karena dengan menggunakan aplikasi ini penyusunan laporan keuangan desa akan lebih efektif dan efisien. Meskipun masih terdapat beberapa hambatan. Menurut Kinay hambatan tersebut dapat diatasi dengan langkah pemerintah yang terus melakukan pelatihan dan pendampingan bagi desa. Selain itu juga pemerintah melakukan evaluasi terhadap penerapan siskeudes ini di setiap desa. Good job ya buat usaha pemerintah dalam mewujudkan desa milenial, hehe.

Oke, mungkin itu saja penjelasan dari Kinay tentang Sistem Keuangan Desa atau Siskeudes. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Sedikit kata soksuit dari saya.

“Kalau siskeudes dapat mewujudkan desa milenial, kenapa tidak kalau aku dan kamu membentuk generasi milenial – Kinay, 2019”

Komentar dengan facebook

1 KOMENTAR

Comments are closed.