Beranda Pendidikan Nilai-Nilai Pancasila dan Nilai Budaya Luhur Bangsa yang Mulai Hilang

Nilai-Nilai Pancasila dan Nilai Budaya Luhur Bangsa yang Mulai Hilang

198
0
BERBAGI

Saat ini, nilai-nilai pancasila dan budaya luhur Bangsa Indonesia mulai hilang. Padahal, sebuah negara harus memiliki pondasi atau dasar negara. Seperti halnya sebuah bangunan, pasti memiliki pondasi yang kuat agar bangunannya tegak dan kokoh. Katakanlah Indonesia sebagai bangunannya, maka Pancasila adalah pondasinya. Jika dalam suatu bangunan pondasinya tidak kuat, maka bangunan itu akan mudah roboh dan hancur. Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia memiliki 5 sila. Sila-sila tersebut saling berhubungan satu sama lain, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia tidak mengamalkan salah satu sila tersebut, makan kehidupannya tidak akan seimbang.

Makna Sila Pancasila

Sila-Sila dalam Pancasila. Sumber: www.wajibbaca.com

Lahirnya pancasila adalah buah dari perjuanngan Bangsa Indonesia. Hal itu demi mewujudkan negara yang merdeka dan memiliki prinsip yang kuat yang harus diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Berarti masyarakat Indonesia harus percaya akan adanya Tuhan, berhak memilih agama yang diyakininya dan menjalankan syari’at sesuai dengan agama yang diyakininya. Sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”. Memiliki maksud yang mana setiap manusia harus berhubungan baik antar sesamanya, tidak perduli dari mana asalnya, golongan apa dan apapun agamanya. Sila kedua ini menuntut untuk berbuat baik antar sesama. Kemudian sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Sila ini memiliki makna bahwa, rakyat Indonesia harus bersatu meskipun dari banyak suku, ras dan agama. Karena apabila rakyat Indonesia bersatu, maka dapat mewujudkan cita-cita Negara Indonesia.

Sila keempat yang berbunyi, “Kerakyatan Yang dipimpin Oleh Hikmat Dalam Permusyawaratan Perwakilan”. Sila ini memiliki makna bahwa, dalam suatu Negara Demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat. Oleh karena itu, rakyatlah yang memiliki kekuasaan tertinggi terhadap suatu negara. Mengingat rakyat Indonesia itu banyak, maka dibentukah dewan perwakilan rakyat dengan tujuan untuk menyampaikan aspirasi rakyat Indonesia. Tujuannya adalah tercapainya tujuan bersama. Dan yang terakhir adalah sila kelima yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sila ini merupakan tujuan akhir Negara Indonesia, yang mana Negara Indonesia harus dikelola dengan baik agar outputnya berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perilaku yang menggerus Nilai-Nilai Pancasila diantaranya:

Sekularisme

Perilaku Sekuler
Sumber: http://locita.co

Makna dari sila-sila di atas haruslah diamalkan dengan optimal oleh masyarakat Indonesia. Tujuannya ialah menjadi bangsa yang tangguh dan bermartabat. Akan tetapi pada zaman globalisasi seperti saat ini, perlahan nilai-nilai luhur pancasila mulai tergerus. Budaya barat yang masuk ke Indonesia tidaklah semua baik, sebagai bangsa yang cerdas kita harus menyaring budaya barat yang masuk ke Indonesia. Apabila kita tidak dapat menyaring budaya yang masuk, maka perlahan perilaku masyarakat Indonesia semakin jauh dari nilai Pancasila dan budaya luhur Bangsa Indonesia. Contoh perilaku yang menjauhi nilai-nilai Pancasila adalah paham Sekulerisme. Paham Sekulerisme adalah paham yang memisahkan agama dengan urusan dunia. Artinya, paham ini mengajarkan seakan-akan apa yang terjadi di dunia ini tidak ada hubungannya dengan agama dan kehendak Tuhan. Ketika paham ini jika dibiarkan, maka efek jangka panjangnya adalah masyarakat tidak percaya lagi dengan adanya Tuhan. Hal ini jelas kurang sesuai denga Pancasila pertama yang mana, masyarakat Indonesia harus percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Intoleran

Contoh Perilaku yang Melanggar Pancasila.
Sumber: monitorday.com

Contoh perilaku lain yang menjauhi nilia-nilai Pancasila adalah kurangnya saling menghargai dan menghormati. Telah banyak kasus seorang pelajar siswa ataupun mahasiswa yang tidak bisa menghormati dan menghargai guru atau dosennya. Hal itu juga terjadi sebaliknya. Selain itu, sopan santun juga mulai tergerus di zaman sekarang ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa banyak sekali seorang anak yang melawan kedua orangtuanya hanya gara-gara masalah sepele. Contoh tersebut kurang sesuai dengan Pancasila sila kedua yang mana kita harus berbuat baik antar sesama. Kita harus saling menghargai dan menghormati terhadap sesamanya terlebih kepada kedua orangtua dan guru atau dosen. Dan masih banyak lagi nilai-nilai Pancasila serta budaya luhur Bangsa Indonesia yang mulai tergerus. Ini disebabkan karena perkembangan zaman dan era globalisasi.

Alangkah baiknya jika jika sebagai masyarakat Indonesia mulai merenung, mempelajari dan mendalami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Tujuannya supaya Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bertamartabat dan berbudi luhur.

Komentar dengan facebook