Milenial, Inilah 4 Ciri yang Menjadi Kekuatan Generasimu!

Milenial, Inilah 4 Ciri yang Menjadi Kekuatan Generasimu!

330
0
BERBAGI
Milenial di dunia kerja

Hai Sobat Abisnis.com, Kamu termasuk generasi Milenial? Anda hendaknya memahami bahwa ada yang namanya generasi Babyboomers (>1960-an) dan Generasi X (1961-1980) serta Generasi Y atau Milenial (rentang 1981-2000-an) dan sekarang muncul Generasi Z bahkan generasi Alpha. Meskipun rentang waktu ini juga tidak bisa dipastikan secara tepat. Namun, generasi-generasi tersebut mencirikan suatu budaya yang berbeda-beda ketimbang generasi sebelumnya. Kecenderungan itu lebih ke arah memperbaiki, utamanya memperbaiki kemajuan teknologi.

Untuk itu, Anda hendaknya memahami bahwa budaya dan bentuk di suatu tempat kerja, terbentuk dari rentang usia dari beberapa generasi yang sangat berbeda. Muncul sebuah generasi baru yang perlahan-lahan mulai masuk dan mendominasi perjalanan produktivitas dunia. Inilah generasi Milenial. Generasi yang bisa dikatakan dalam jumlah yang paling banyak yang ada di dunia. Yang lahir di rentang usia 1981-2000. Generasi yang lahir di akhir 80-an atau di awal 90-an sekarang menjadi generasi yang lebih matang dan mengerti bagaimana menyikapi segala struktur yang berkembang dalam perjalanan pertumbuhan generasi ini. Bisa dikatakan generasi milenial yang berkuasa dan mempengaruhi generasi sebelum dan sesudahnya.

Dengan berbagai perkembangan budaya dan teknologi, nyatanya generasi ini juga berhasil menyelaraskan etos kerja generasi Baby Boomers, generasi X dan Generasi Z. Hal ini dikarenakan Generasi Milenial (Gen Y) telah masuk mulai masuk ke dalam usia produktif. Tak heran bahwa generasi milenial mulai menguasai dunia tempat orang bekerja. Pikirannya yang kreatif dan menerima kritik menjadi nilai lebih generasi ini.

Lalu, apa saja yang menjadi kelebihan serta ciri generasi tersebut di dunia kerja? Berikut beberapa ciri yang dimiliki generasi tersebut.

Milenial dapat merombak hierarki struktural perusahaan yang tradisional

Hierarki tradisional mulai luntur pada generasi ini. Hubungan antara atasan dan karyawan biasanya sangat nampak hierarkinya di generasi sebelum-sebelumnya. Bahkan dalam hal fisik, ruangan bagi atasan biasanya berlokasi di lantai yang berbeda dengan luas ruangan yang lebih besar pula. Bahkan terjadi perbedaan fasilitas yang dimilikinya. Namun, sejak generasi Milenial muncul memasuki dunia dan lingkungan kerja mereka memiliki pemikiran yang berbeda dan unik. Otak kanan lebih mulai diasah. Sehingga pekerjaan kreatif lebih diutamakan.

Keberhasilan kerja generasi ini adalah kesuksesan bersama, bukan berasal dari satu atau dua orang yang memimpin. Pekerjaan seperti ini sudah mulai bermunculan, seperti perusahaan start up atau perusahaan yang berbasis teknologi. Bahkan ada yang menggunakan sistem remote working untuk mempermudah akses dari karyawan agar tidak hanya terpaku pada pekerjaan kantor saja. Sehingga semua pekerjaan bisa dikerjakan di rumah. Generasi ini lebih cair, bahkan kecenderungannya tidak ada yang namanya bos dan bawahan. Tim kerja layaknya membangun persahabatan, bekerja bersama teman akan lebih baik daripada bekerja dengan orang yang asing. Konsep itu yang sering ditawarkan generasi ini.

Meningkatkan pengembangan diri menjadi prioritas utama

Potensi diri generasi Milenial sangat baik. Generasi ini bisa dibilang peralihan dari kekuatan etos kerja di generasi sebelumnya bercampur kekuatan pemanfaatan teknologi. Jadi ada fungsi saling mengisi di dalam generasi ini. Untuk itu, Generasi milenial sangat membutuhkan pengembangan diri.  Contohnya banyak dilihat dari Milenials yang menjalankan kerja sambil kuliah atau juga mengikuti berbagai pelatihan pengembangan diri lainnya.

Sistem mentoring lebih diharapkan untuk ada daripada sistem lain yang berkembang. Leader memberikan pengajaran secara aplikatif dan tidak menggurui. Dengan itu, tidak ada yang dianggap sebagi bos atau atasan yang sangat kuat kekuatannya. Semuanya sama di dalam tim kerja. Namun, meskipun begitu, ada rasa hormat kepada yang lebih tua selalu menjadi prioritas generasi ini.

Memanfaatkan teknologi ke arah profesionalitas dan produktivitas

Gen Y atau para milenial merupakan generasi yang terbilang sangat berhasil mengoptimalkan teknologi. Perkembangan teknologi yang menjadi corong kemajuan dan peradaban dunia telah sepenuhnya dikelola dengan baik oleh generasi tersebut. Pengelolaan dan pemanfaatan teknologi menjadi hal yang sangat krusial dalam sebuah tempat kerja.

Generasi ini memang tumbuh di tengah pertumbuhan teknologi, sehingga banyak yang beranggapan bahwa cara kerja konvensional harus mulai diarahkan ke dalam penggunaan teknologi yang lebih terbarukan. Tujuannya untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia. Generasi sebelumnya mungkin menggunakan teknologi berupa komputer dan fax saja. Namun, di awal tahun 2000-an teknologi yang digunakan sudah sangat pesat. Bahkan setiap kantor harus mempunyai WiFi untuk menunjang segala aktivitas kantor.

Milenial cenderung kreatif dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan

Pada generasi Milenial, image sebuah kantor atau perusahaan berangsur-angsur mulai berubah. Bila dahulu gambaran sebuah kantor konvensional adalah ruangan dengan meja yang bersekat banyak, saat ini justru dekorasi ruang lah yang semakin optimal. Generasi ini mulai merombak budaya tersebut dengan mengupayakan ide-ide kreatif dan konstruktif. Generasi ini paham betul bahwa bekerja di tempat dengan situasi dan dekorasi yang atraktif justru akan lebih membuat nyaman. Seni masuk ke dalam sendi-sendi generasi Milenial.  Begitupun dengan pakaian kerja. Generasi ini lebih cenderung mengutamakan kualitas karyawan ketimbang hal-hal yang bersifat fisik. Pakaian yang lebih kasual dan tidak terlalu necis, membuat generasi ini lebih mudah bergaul dengan orang di sekitarnya yang bukan dari golongan mereka.

 

Nah, Anda yang termasuk generasi Milenial wajib bangga dengan etor kerja dan kemampuan pemanfaatan teknologi yang dimiliki. Sebab, Anda yang sekarang baru saja berkecimpung di dunia kerja, telah membuat budaya kerja menjadi lebih terbilang menyenangkan dan unik. Anda bisa tetap menjunjung profesionalitas dengan tetap berpikir pada pemanfaatan teknologi yang semakin pesat. Bersamaan dengan itu juga, Generasi Milenial bisa dianggap berhasil bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk menunjang kesuksesaan di setiap bidang pekerjaan yang digeluti.

 

Semoga bermanfaat.