Beranda Gaya Hidup Menulis Diary Bukan Menjadi Suatu Kegemaran Lagi

Menulis Diary Bukan Menjadi Suatu Kegemaran Lagi

225
1
BERBAGI
menulis diary
menulis diary

Menulis diary atau buku harian adalah kegemaran anak generasi 90-an waktu zaman sekolah dulu. Seringkali mereka menuliskan atau mencurahkan isi hatinya di buku harian tersebut. Entah mengenai sekolahnya, teman, keluarga, atau bahkan mengenai seseorang yang sedang disukainya. Terkadang juga mereka sengaja membawa buku harian tersebut agar teman-temannya mengisi biodata masing-masing. Ada juga yang buku hariannya menggunakan binder lalu mereka bertukar isi binder. Satu lagi ada juga yang mempunyai buku diary yang memiliki gembok. Sangat rahasia sekali ya berarti. Tetapi apakah sekarang masih ada yang menulis diary? Sepertinya sudah tidak sebanyak dulu. Apa saja sih penyebabnya?

1. Sudah bukan zamannya menulis diary

Menulis diary memang menjadi suatu kegemaran pada saat tahun 90-an. Hampir semua temanmu memiliki buku harian untuk dijadikan tempat curhat. Tetapi kini memang sudah tidak zaman lagi di tahun 2000-an seperti saat ini. Bahkan mungkin sudah tidak ada yang memiliki buku harian tersebut. Barangkali beberapa orang masih menyimpannya di masa kecil dulu dan bisa dijadikan sebagai kenangan. Atau mungkin mulai menulis lagi ketika membaca artikel ini.

2. Beralih curhat di sosial media

Sudah tidak memiliki buku harian dan sudah tidak menulis diary tetapi pastinya memiliki sebuah gadget. Di dalam gadget terdapat beberapa sosial media. Hal tersebutlah yang membuat menulis diary sudah tidak digemari lagi. Kebanyakan dari mereka lebih memilih mencurahkan isi hati lewat sosial media yang dimiliki. Entah sekadar ikut-ikutan atau memang lebih suka seperti itu. Padahal semua orang bisa menjadi tau permasalahanmu loh. Berbeda dengan buku harian yang kamu simpan di dalam kamarmu.

3. Lebih mudah mengungkapkan perasaan

Kini, orang-orang generasi tahun 90-an yang gemar menulis diary sudah tumbuh menjadi seseorang yang dewasa. Mereka mulai melupakan kegemaran mereka di masa lalu. Salah satunya dengan mengungkapkan perasaan melalui menulis diary. Karena, sekarang lebih gampang untuk mengutarakan perasaan kepada teman dekat. Contohnya saja saat kamu mulai menyukai seseorang. Maka dengan sendirinya kamu akan menceritakan hal tersebut kepada teman dekatmu. Bukan kepada buku harianmu lagi.

4. Tidak ada yang peka

Menulis diary memang dikhususkan untuk diri sendiri. Bersifat cukup rahasia dan disimpan ditempat yang aman. Hanya diri sendiri yang mengetahui isi buku harian tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, mulailah terdengar kata-kata peka. Dari situ mulai berpikir bahwa menulis buku harian tidak ada satu pun yang melihat dan itu tandanya tidak ada satu pun orang yang akan peka denganmu. Maka kegemaran menulis di buku harian mulai ditinggalkan lalu digantikan dengan menulis di sosial media atau bahkan mengetikkan sesuatu untuk orang yang dituju dan berharap ada yang peka dengan apa yang telah kamu tulis di sana.

5. Malas menulis

Dulu, menulis memang menjadi suatu kegiatan yang sangat sering dilakukan. Begitu juga dengan menulis diary. Di tahun 2000-an seperti saat ini, budaya menulis sudah sedikit ditinggalkan. Karena orang-orang lebih suka mengetik. Entah di layar komputer maupun di layar ponsel. Oleh karena itu, menulis buku harian sudah tidak digemari lagi oleh kebanyakan orang. Kini mereka mengubah menjadi mengetik diary.

Itulah beberapa penyebab mengapa di tahun 2000-an seperti ini menulis diary sudah tidak digemari lagi dan mulai ditinggalkan. Dari artikel ini, terdapat harapan semoga di antara kalian masih menyukai menulis diary di buku harianmu. Mari bangkitkan lagi kegemaran saat di tahun 90-an untuk generasi tahun 2000-an!

BACA JUGA: Pertama Kali Interview Kerja? 3 Hal Penting Ini Wajib Kamu Ketahui!

Komentar dengan facebook

1 KOMENTAR

Comments are closed.