Beranda HIburan 5+1 Kesalahan Berbahasa pada Penulisan Nama Makanan

5+1 Kesalahan Berbahasa pada Penulisan Nama Makanan

492
0
BERBAGI

kesalahan berbahasa

Siapa yang tidak suka membicarakan makanan? Topik makanan selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan, mulai dari cara membuat suatu makanan, manfaat dari memakan sesuatu, hingga makanan-makanan unik di dunia. Tapi tahukan kamu, ternyata masih banyak kesalahan berbahasa yang terjadi dalam penulisan atau pun penyebutan nama makanan, apa saja itu?

1. Sate atau Satai?

Kesalahan berbahasa – Salah satu makanan khas Indonesia yang ketenarannya sudah tidak diragukan ini ternyata sering kali ditulis dengan ejaan yang salah. Bahkan para penjaja makanan khas ini pun terkadang keliru menuliskan barang dagangannya di gerobak atau warung mereka. Frasa sate kambing, sate ayam, sate padang, sate kikil, dan sate maranggi menjadi beberapa contoh penulisan yang tidak tepat.

Penulisan kata yang tepat seharusnya satai. Satai dalam KBBI memiliki makna irisan daging kecil-kecil yang ditusuk dan dipanggang, diberi bumbu kacang atau kecap. Sedangkan, untuk mengubahnya menjadi kata kerja, penulisan yang tepat yaitu menyatai. Contoh penggunaannya dalam kalimat yang tepat sebagai berikut.

Satai kambing, satai ayam, satai padang, satai kikil, dan satai maranggi.

2. Combro atau Comro?

Oncom di jero, jika diakronimkan maka menjadi comro. Kata ‘di jero’ sendiri merupakan kata dalam bahasa Sunda yang artinya ‘di dalam’. Artinya memang penganan dari singkong yang diparut, dibentuk bulat panjang ini di dalamnya diisi oncom yang dibumbui, kemudian digoreng. Meskipun sudah jelas bahwa kata comro merupakan bentuk akronim atau kependekan kata, tapi herannya, dari mana muncul huruf b di antara com dan ro?

Oleh karena itu, jika suatu saat kamu mau beli makanan khas dari Jawa Barat ini, bilanglah pada sang penjual.

Bang, beli comro satu gerobak ya!

3. Baso atau Bakso?

Makanan yang satu ini menjadi salah satu makanan yang diidamkan untuk disantap dengan sambal yang pedas dan disajikan dalam keadaan yang masih panas. Makanan yang terbuat dari daging, udang, dan ikan lalu dicincang dan dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat dan terasa sangat kenyal serta gurih di lidah.

Meskipun tidak  banyak yang salah dalam menuliskan nama makanan ini, tapi dalam penuturannya banyak orang Indonesia yang menyebutkannya dengan sebutan ‘baso’. Mungkin lidah kita memang sedikit malas menyebutkan huruf K di antara ba dan so. Tapi seharusnya kita harus konsisten dalam penggunaan bahasa agar sesuai. Jadi, ucapkanlah kata bakso dengan jelas ya.

Di suatu kompleks yang bukan perkampungan.

Abang Bakso      : Ting, ting, ting! Bakso! Bakso!

Unyil                      : Bang berhenti bang! Berhenti dagang!

Abang                   : Unyiiillllllll!!!! *&(*%*(%^

4. Bakpau atau Bakpao?

Camilan nusantara khas Tionghoa ini pertama kali ditemukan oleh Zhuge Liang (181-234), seorang ahli militer Tiongkok. Kata Bakpao merupakan penamaan dari resep untuk membuatnya. Kata ‘bak’ , yang berarti daging dalam Bahasa Hokkian. Sedangkan kata ‘pao’  berarti bungkus yang terbuat dari adonan tepung, jadi bakpao berarti bungkusan (berisi) daging.

Kesalahan berbahasa dalam penulisan nama makanan ini juga tidak terlalu banyak. Namun, harus terus kita ingat ya, bahwa penulisan dan pengucapan yang tepat yaitu Bakpao.

Ke Tiongkok membeli guling

Gulingnya punya Pak Jali

Makan Bakpao isi daging

Rasanya enak sekali!

5. Mie atau Mi?

Makanan yang menjadi candu bagi sebagian orang dan menjadi senjata andalan untuk mahasiswa indekos ini tidak diragukan lagi kepercayaannya untuk mengatasi perut yang lapar. Tidak hanya memadamkan kelaparan di perut, rasanya yang nikmat mampu menggoyangkan lidah dan membuat penikmatnya berfantasi seakan sedang memakan makanan sesuai rasanya. Bayangkan saja, di saat musim hujan seperti ini, terutama di akhir bulan saat gaji atau pun uang pemberian dari orang tua belum sampai, lezatnya rendang, gurihnya soto, dan sedapnya taburan bawang goreng bisa dirasakan dalam sebungkus mie instan. Eitt, mie?

Yap, ternyata penulisan kata ‘mie’ itu tidak tepat loh Sob! Bahkan kesalahan penulisan ini bisa kita temukan di berbagai merek yang terkenal. Penulisan kata yang tepat yaitu Mi. Mi merupakan bahan makanan dari tepung terigu, bentuknya seperti tali, biasanya dimasak dengan cara digoreng atau direbus, diberi daging, udang, sayuran, bumbu, dan sebagainya. Di Indonesia, kita mengenal beberapa jenis Mi, seperti Mi Telur, Mi Ayam, Kwetiau, Bihun, dll.

+1 Seafood?

Pernah makan lobster, kerang, cumi-cumi, dan kepiting? Yap, apa jenis makanan tersebut?

Perlu diingat ya Sob, kita ini di Indonesia. Memang tidak sepenuhnya salah menggunakan kata seafood, tapi tahukan kamu padanan kata yang tepat untuk kata seafood?

Dalam bahasa Indonesia, kita dapat menyebutkan seafood dengan padanan kata boga bahari atau makanan laut yaitu makanan yang berasal dari hewan laut, seperti udang, kepiting, dan berbagai jenis ikan atau tumbuhan laut.

Sebagai penutur asli bahasa Indonesia, kita perlu mengutamakan dan bangga dengan bahasa kita sendiri. Apa mau kamu asing di negeri sendiri? Ayo utamakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing, dan pelihara bahasa daerah.

Kamu tahu kata lain? Mau bertanya dan berkomentar? Yuk komentari! 😊

Komentar dengan facebook