Beranda Bisnis Tiga Hal ini Bisa Jauhkan Bisnisnismu dari Kegagalan Sejak Awal

Tiga Hal ini Bisa Jauhkan Bisnisnismu dari Kegagalan Sejak Awal

141
0
BERBAGI

Wirausaha menjadi salah satu minat kaum milenial muda. Karakter mereka yang cenderung untuk bebas mewujudkan gagasan dan berani mengambil resiko menjadikan profesi entrepreneur menjadi mimpi mayoritas dari kaum muda. Namun, seorang entrepreneur atau pebisnis tentu harus melakukan estimasi dari langkah yang diambilnya. Tak jarang, ketidakpastian hasil dari usaha yang dibangun kerap membuat pebisnis awal jatuh dan sangat sulit untuk move on.

Nah, di artikel kali ini penulis akan menyajikan bagaimana sih langkah awal yang seharusnya dibangun dalam sebuah bisnis awal, agar nantinya resiko ketidakpastian dan kegagalan tersebut dapat diminimalisir sebaik mungkin. Berikut tiga langkah awal bagi pebisnis pemula yang bisa menjauhkan kalian dari kegagalan dan ketidakpastian.

Big dream, big plan, big doing

Seorang pasti memiliki mimpi yang berhak untuk diwujudkan. Mimpi itu akan mencabang menjadi dua, ada yang hanya berupa khayalan dan ada yang berubah menjadi rancangan. Khayalan yang berasal dari mimpi tak akan berwujud dan cenderung membuang-buang waktu. Sedangkan rancangan (plan) lebih realistis dengan menggunakan seluruh alat-alat analisis kebutuhan, peluang, dan ancaman.

Oleh karenanya, teman-teman untuk sebaiknya mulai dari dini untuk memikirkan dan mulai berkonsultasi dengan pihak-pihak yang sudah berpengalaman dalam bisnis yang mau diselami. Selain mulai berkonsultasi, teman-teman juga bisa membaca lewat blog-blog yang ada di google atau mulai melihat video-video di kanal youtube untuk mulai mengamati dan sekaligus untuk memperoleh gambaran visual.

Penting untuk diketahui, pengalaman dan hasil sharing dari orang lain bukan untuk memperumit rancangan teman-teman. Justru sebaliknya, dari pengalaman teman yang lain dapat digunakan bahan untuk mempermudah jalan bisnis kita nantinya. Pengalaman memang guru terbaik dalam menentukan kesuksesan kita di masa mendatang. Oleh karenanya, jika belum sepenuhnya berpengalaman, maka sebaiknya teman-teman untuk berkonsultasi dengan yang lebih ahli atau mulai mempelajari fundamental bisnis yang diperlukan.

Next, ketika kita sudah mendapatkan rancangan yang sudah matang, maka segeralah eksekusi. Eksekusilah sebelum terlambat, sebab ide itu akan berjalan linier dengan masa dan ruang yang kita tempati. Tentu sangat dimungkinkan dengan perubahan yang sangat cepat dan revolusioner seperti zaman modern ini, ide kamu akan cepat direbut atau cepat basi di mata orang-orang sekitarmu.

Baca juga: 7 Bisnis dengan Modal Minim Yang Harus Anda Ketahui

Tentukan target dan saluran paling efektif

Dalam bisnis, target itu penting. Jangan sekali-kali kita meremehkan target pasar teman-teman. Andaikan kita adalah seorang owner perusahaan mobil/showroom mobil, tentu sangat tidak logis bila teman-teman memasarkannya di desa dengan daya beli yang minim. Oleh sebab itu, pada intinya target itu PENTING SEKALI. So, pertanyaan pertama yang harus dijawab oleh kita sebagai pebisnis adalah: kepada siapa produk/jasa kita tawarkan?

Setelah melalui pertanyaan target konsumen, seorang pebisnis baru menentukan bagaimana bentuk saluran yang akan dibentuk dari kita sebagai pebisnis menuju pembeli/calon pembeli kita. Contoh dari saluran adalah SPG (Sales Promotional Girl), direct selling (penjualan langsung), atau melalui marketing digital tools. Dengan saluran-saluran itu tentu teman-teman akan lebih cepat memperoleh hasil penjualan. Marketing yang bagus tentu akan memberikan citra yang bagus bagi bisnis Anda dan sekaligus akan mendorong kesuksesan bisnis Anda lebih cepat.

Pinjamlah modal! Atau bekerjalah untuk modal

Setelah kita membahas bagaimana alur perencanaan dan marketing fundamental dari sebuah bisnis awal, tentu hal yang satu ini menjadi komoditi pokok yang harus terpenuhi: modal. Untuk permodalan sendiri –sebagaimana diketahui- hari ini, berbagai pihak mulai pemerintah maupun pihak-pihak swasta tengah gencar-gencarnya menggelontorkan dana untuk usaha mikro dengan suku bunga yang cukup rendah.

Pihak-pihak tersebut dapat kita jumpai di bank-bank, koperasi simpan pinjam, lembaga keuangan, atau fintech digital yang bergerak di crowdfunding (permodalan). Di zaman yang serba digital, sebenarnya permodalan bukan lagi menjadi momok yang menakutkan bagi pebisnis awal.

Tapi, mungkin sebagian teman-teman masih cukup sulit menerima argument di atas dan cenderung memilih zona aman. Dengan alasan takut resiko hutang dan lain sebagainya, sebagian pebisnis awal lebih memilih untuk bekerja untuk mengumpulkan dana awal usaha yang mau dibangun. Solusi alternatif ini tentu harus teman-teman perhatikan juga! Bekerja tentu menyita waktu yang cukup lama dan harus cukup telaten. Jika Anda sudah menghitung resikonya secara tepat, maka sangat dianjurkan untuk lebih memilih jalur yang lebih aman ini. Yang terpenting, bisnis teman-teman berjalan sesuai dengan ekspektasi dan segera eksekusi! Salam entrepreneur!

Komentar dengan facebook