5 Cara Mengatasi Kemarahan dalam Kehidupan Sehari-Hari

5 Cara Mengatasi Kemarahan dalam Kehidupan Sehari-Hari

426
0
BERBAGI

ekspresi kemarahan seorang wanita saat menghadapi stress

Ekspresi kemarahan seorang wanita

Kita tidak jarang menemukan orang yang memiliki temperamen tinggi dalam keseharian kita, atau bisa jadi kita sendiri pribadi yang pemarah. Kemarahan terkadang diperlukan untuk menunjukkan ketidak senangan kita terhadap suatu hal, namun jika lepas kendali justru kemarahan itulah yang menguasai kita, sehingga kita memerlukan cara untuk untuk untuk mengatasi kemarahan.

Sumber kemarahan bisa datang dari banyak hal, bisa karena pasangan, pekerjaan, rekan kerja, anak, hewan peliharaan, kemacetan atau pekerjaan. Tetapi jika dalam sehari kemarahan bisa datang berulang kali, perlu di waspadai apakah alasan sebenarnya dari kemarahan kita. Bisa jadi, persoalan tersebut dapat selesai tanpa perlu dengan menunjukkan kemarahan. Bahkan bisa jadi dengan kemarahan malah muncul persoalan baru.

Kemarahan itu menelan kenyataan, jantung yang berdegap lebih kencang, dada yang menyesak dan intonasi suara keras menjadikan realita itu samar-samar ketika anda sedang dalam kondisi marah. Kemarahan dan ego Anda, membuat segalanya lebih besar dari persoalan awal. Kemarahan yang serampangan, hanya akan menimbulkan benih kebencian yang anda tidak sadari. Membentak pelayan yang salah membawakan makanan anda, atau mengamuk karena pasangan anda terlambat menjemput Ada banyak hal contoh kemarahan, yang seringkali membuat hidup kita justru lebih sempit, karena luapan kemarahan yang salah sasaran.

Beberapa Jenis Kemarahan :

Luapan kemarahan yang disalurkan dengan menghancurkan benda termasuk gejala IED (Intermitten Explosive Disorder)

1. Gangguan ledakan amarah atau dalam dunia psikologi Intermittent Explosive Disorder (IED). Kondisi ini ditandai dengan episode ledakan amarah dan kekerasan berulang yang membabi buta, tidak terencana, dan tidak beralasan setiap kali terpicu oleh provokasi (yang biasanya sangat remeh). Individu yang memiliki IED menggambarkan ledakan kemarahannya sebagai rasa kehilangan kontrol atas emosi dan tubuh mereka, dan terasuki oleh kemarahan.

2. Kemarahan yang terpendam atau sama sekali tidak menunjukkan ekspresi kemarahan dapat merusak diri. Beberapa efeknya yaitu dapat meningkatkan resiko tekanan darah, depresi, bunuh diri, permasalahan gastrointestinal, gangguan pernafasan, dapat menjadi pemicu seseorang merokok, minum, dan melakukan perbuatan berbahaya untuk dirinya sendiri dan lain sebagainya.

Kedua hal diatas merupakan tipe kemarahan yang membahayakan bagi diri sendiri dan juga orang disekitar kita Lalu bagaimanakah cara menangani kemarahan dalam keseharian? Terdapat petunjuk dari Hadist dari Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang berbunyi :
“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

Kita harus menyadari dulu apa tujuan kita yang sebenarnya sebelum memutuskan marah itu perlu dilakukan atau tidak. Pengendalian diri saat marah menjadi hal yang penting, karena tidak semua persoalan selesai karena marah. Atasan yang pemarah pasti lebih di benci daripada atasan yang tegas, pasangan yang pemarah akan sulit memahami cinta dan lebih memperdulikan egonya, sehingga mereka tidak memahami keindahan cinta. Karena sekali kita menjadi pribadi yang pemarah,maka marah itulah yang mengendalikan kita bukan kita yang mengendalikan kemarahan.

5 Cara Mengatasi Kemarahan :

target tepat sasaran

1.Titik beratkan pada tujuan

Jika anda terpaksa marah untuk mencapai tujuan anda, pastikan anda berhenti ketika lawan Anda memahami pesan dari kemarahan Anda. Alihkan pembicaraan mengenai solusi yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki situasi. Hal ini bisa jadi berbeda perlakuannya untuk lawan bicara yang berbeda karakter dan situasinya, namun kurang lebihnya adalah sama. Perlakukan kemarahan Anda sebagai alat untuk mencapai tujuan dengan tepat, jadikan solusi selanjutnya negosiasi untuk mendamaikan.

Kick boxing sebagai pilihan olahraga untuk menyalurkan kemarahan
Olahraga kick boxing sebagai sarana penyaluran kemarahan

2.Cari Aktivitas Olahraga atau Seni sebagai Sebagai Sarana Penyaluran Kemarahan

Alihkan kemarahan Anda pada kegiatan olahraga atau seni. Beberapa bentuk olahraga seperti kickboxing, atau berlari cukup ampuh dalam menyalurkan emosi yang mengganjal karena kemarahan. Menulis atau bermain musik juga dapat melampiaskan kemarahan dan ekspresi emosi dalam jiwa.

3.Selera Humor

Selera humor dapat menjadi penangkal kemarahan. Orang yang memiliki selera humor yang baik dapat memandang sesuatu yang menjengkelkan, sebagai suatu ironi yang ternyata lucu juga. Sudut pandang yang berbeda dalam melihat sesuatu bisa meredakan kemarahan.

4.Ubah pola makan

Beberapa jenis makanan dapat mengubah susunan kimia dalam tubuh, di antaranya adalah alkohol yang merangsang pelepasan kortisol, yang membuat kadar kortisol meninggi sehingga mempengaruhi sistem syaraf dan agresi. Makanan olahahan yang berkadar gula tinggi, seperti permen, chips dan soda yang mengakibatkan lonjakan kadar gula dalam darah, yang dapat mempercepat perubahan suasana hati dan mengakibatkan kemarahan. Makanan berkadar lemak tinggi juga dapat mengubah metabolisme kita dalam mengolah omega 3, sebuah penelitian dari University of California menemukan bahwa tingginya kadar lemak trans akan mengakibatkan rasa marah yang semakin meninggi. Konsumsilah omega 3 yang banyak terdapat pada ikan laut dan sayuran, omega 3 dapat mengurangi kadar stress dengan mengurangi jumlah kortisol. Meningkatkan konsumsi magnesium yang terdapat pada alpukat, pisang, ikan dan susu, karena magnesium berperan aktif proses metabolisme dalam tubuh, termasuk pembentukan hormon serotonin (feel good hormone). Konsumsilah vitamin B dan karbohidrat kompleks yang dapat menurunkan stress dan tekanan darah yang terdapat pada gandum, kentang dan beras.

5.Ubah Posisi Tubuh Saat Marah

Usahakan saat emosi meninggi, kita memilih diam daripada berkata-kata. Ubah posisi tubuh Anda yang tadinya berdiri menjadi duduk. Selalu berusaha merendahkan tubuh Anda saat kemarahan datang, karena marah akan lebih besar dari kesadaran Anda. Kemarahan seakan-akan lebih besar dari persoalan Anda. Padahal persoalan tersebut tetap bisa pergi tanpa perlu marah-marah.