3 Jenis Investasi Bagi Mahasiswa Yang Dapat Dilakukan

3 Jenis Investasi Bagi Mahasiswa Yang Dapat Dilakukan

277
1
BERBAGI

Sudah sepantasnya investasi terbuka untuk kaum muda. Sudahkah anda sebagai mahasiswa menanam investasi untuk hari tua?

3 jenis investasi bagi mahasiswa ini merupakan hal yang penting buat diketahui oleh generasi milenial. Bagaimana tidak? Kebutuhan akan investasi perlu dilakukan sedini mungkin agar masa tua kaum muda terjamin oleh passive income. Apa itu yang dimaksud dengan investasi? Lalu, apakah itu passive income? Artikel ripytime kali ini akan membahas 3 jenis investasi bagi mahasiswa yang semoga dapat diterapkan buat kaum mahasiswa milenial.

sumber : google.com

Investasi merupakan sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi dimana terjadi akumulasi suatu aktiva yang diharapkan mendapatkan keuntungan di masa depan. Investasi ini juga sering disebut dengan penanaman modal. Sedangkan passive income adalah sebuah pendapatan yang dapat diperoleh tanpa tindakan aktif oleh seseorang yang mengusahakannya.

Ini berarti passive income sangat berbeda dengan gaji. Setiap bulan seorang karyawan mendapatkan gaji atas kewajiban mereka bekerja untuk perusahaan. Namun, ketika sudah di masa tua terdapat keterbatasan fisik untuk bekerja secara maksimal seperti pada usia produktif. Untuk itu, sejatinya setiap orang menginginkan passive income untuk menjamin hari tua menikmati sisa hidup.

Tapi apakah mungkin mahasiswa juga sudah dapat melakukan investasi? Investasi itu kan mahal? Bagaimana mungkin seorang mahasiswa dapat berinvestasi? Mungkin beberapa pertanyaan ini muncul dipikiran teman-teman mahasiswa ketika membaca artikel ini karena merasa heran apakah investasi itu dapat dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Jawabannya adalah sangat dapat dilakukan! Investasi banyak sekali jenisnya, bukan melulu soal properti dan juga tanah, namun, inilah 3 jenis investasi bagi mahasiswa yang akan kami ulas.

Investasi orientasi bisnis

Kata-kata bisnis mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kaum milenial. Tapi gimana nih kak kok bisa bisnis itu jadi 3 investasi bagi mahasiswa? Suatu bisnis tidak ada yang langsung sukses atau instant. Setidaknya butuh waktu antara 3 sampai 5 tahun untuk membuktikan bisnis seseorang berkembang atau tidak. Bisnis ini dapat dirintis selagi duduk di bangku perkuliahan. Mengapa? Karena ketika kita masih muda masih banyak waktu yang kita punya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan bisnis sampai  kita sudah belajar banyak dan dapat lebih meningkatkan bisnis kita dengan harapan nantinya bisnis yang kita geluti menjadi salah satu sumber passive income kita.

Investasi emas

Investasi untuk Mahasiswa – Emas merupakan salah satu jenis dari logam mulia. Sebenarnya terdapat banyak jenisnya dari logam mulia, misalnya berlian. Namun, artikel ini akan membahas emas. Mengapa emas? Emas merupakan logam mulia dari dari zaman dahulu sudah terbukti memiliki nilai kestabilan yang baik.

Mungkin kaum muda bertanya-tanya “emas yang bagaimana kak yang baik untuk diinvestasikan?” “apakah dalam bentuk perhiasan?” Emas dalam bentuk perhiasan tidak begitu direkomendasikan untuk diinvestasikan karena nilai valuasinya akan menurun. Perusahaan Aneka Tambang (ANTAM) mengeluarkan emas dalam bentuk kepingan dengan berbagai macam beratnya, mulai dari 1 gr, 2 gr, 2.5 gr, 5 gr,10 gr, dll. Emas dalam bentuk inilah yang direkomendasikan untuk diinvestasi karena setiap tahun nilai valuasinya akan meningkat.

Banyak sekali yang menjual kepingan emas tapi ingat harus yang terpercaya, misalnya di perusahaan ANTAM langsung, Pegadaian, atau di toko-toko emas langgangan. Untuk mengetahui harganya, kaum milenial dapat melihat di internet atau lihat di website setiap harinya di kolom logam mulia ANTAM. Kaum milenial dengan menabung Rp 200.000,- per bulan dalam jangka waktu 4 bulan sudah dapat membeli emas 1 gr. Bahkan Pegadaian memiliki produk tabungan emas, jadi dengan harga Rp6.000,- kaum milenial sudah dapat memiliki emas sebesar 0,01 gram.

Investasi Nabung Saham

Investasi untuk Mahasiswa – Pada prinsipnya saham itu adalah seperti anda memiliki perusahaan tersebut. Sekarang ini sudah banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang membuka sahamnya secara terbuka (go public), contohnya perusahaan consumer good, infrastruktur, jalan tol, pertambangan, ritel, gas, dan masih banyak lagi yang sudah membuka sahamnya ke public (kalau disaham sering disebut dengan IPO). Mungkin dibenak kaum milenial sekarang “pasti mahal deh kak nabung saham”.

Nabung saham tidak mahal sama sekali. Untuk memulai nabung saham dapat dengan Rp100.000,- dan apabila kaum milenial ingin nabung saham kunjungi perusahaan sekuritas yang terdaftar di dalam Bursa Efek Indonesia. Dengan menyisihkan uang jajan setiap bulan sebesar Rp100.000,- saja kaum milenial sudah bisa membeli beberapa perusahaan. Prinsipnya nabung saham sama seperti emas, saham-saham perusahaan dengan fundamental yang bagus akan memiliki nilai valuasi yang menaik sehingga dapat dijadikan sebagai investasi jangka panjang.

Jadi, bagaimana pendapat kamu? Investasi itu tidak selalu mahal dan sulit bukan? Bahkan kita harus memulainya diusia muda selagi duduk di bangku perkuliahan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan salam investasi.

 

1 KOMENTAR