Beranda Gaya Hidup Tipe-Tipe Survive Mahasiswa Dalam Menghadapi Akhir Bulan

Tipe-Tipe Survive Mahasiswa Dalam Menghadapi Akhir Bulan

181
3
BERBAGI

Tipe Survive – Selamat datang di artikel Kinay semuanya dan selamat datang juga buat kalian yang selalu tidak kehabisan akal dalam misi meluluhkan hatinya. Bagus, tetap semangat dalam mengejarnya, cinta memang butuh perjuangan. Di artikel kali ini, Kinay akan membahas sesuatu yang pasti mereka (khususnya mahasiswa rantau) lakukan di setiap akhir bulan. Sesuatu yang harus mereka lakukan untuk mengamankan kondisi keuangannya agar bisa sampai pada awal bulan.

Setiap mahasiswa yang ada di kota perantauan pasti memiliki masalah yang sama, yaitu masalah keuangan saat akhir bulan. Menghemat bukan lagi sebuah solusi, tapi menambah penghasilan di luar dari kiriman orang tua barulah sebuah solusi. Namun, meskipun begitu tetap saja ada pengeluaran tak terduga yang membuat dompet mahasiswa mengering setiap akhir bulan. Oleh karena itu, setiap mahasiswa harus memiliki suatu cara untuk survive pada akhir bulan.

Mahasiswa dalam melakukan survive di akhir bulannya tentu memiliki cara yang berbeda-beda dikarenakan faktor tertentu. Nah, untuk itu kali ini Kinay akan memberikan kalian suatu pembahasan mengenai tipe-tipe mahasiswa dalam menghadapi akhir bulan untuk survive. Tipe-tipe ini dibuat berdasarkan pengalaman Kinay sendiri dan melakukan observasi kepada teman-teman rantau yang lain. Langsung yuk, kita bahas satu-satu tipe-tipenya!!!.

Gambar 8 “Tipe Survive Mahasiswa” Sumber: Dok. Pribadi

Tipe – Mengurangi Intensitas Makan

Menjelang pergantian bulan, memanglah tidak mudah bagi sebagian mahasiswa perantau. Jauh dari rumah berarti jauh dari masakan gratis oleh koki terhebat yaitu Ibu. Melewati tanggal-tanggal tua merupakan challenge yang cukup sulit untuk diselesaikan. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki tips jitu untuk menghadapinya, salah satunya adalah dengan mengurangi intensitas makan.

Tipe mengurangi intensitas makan yang dimaksud adalah mahasiswa mengharuskan dirinya untuk mengurangi intensitas makannya dalam sehari. Mahasiswa yang biasanya makan 3x sehari, untuk survive di tanggal-tanggal tua makannya harus dikurangi menjadi 2x sehari, atau yang biasanya makan 2x sehari harus dikurangi menjadi 1x sehari. Makan 1x sehari? Berat, biar yang mampu aja, Kinay juga gak kuat.

Memang tidak mudah bagi mahasiswa untuk mengurangi intesitas makan mereka. Biasanya hal ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa saja. Jadi, buat kalian yang kuat makan 2x sehari bisa mencobanya, untuk yang tidak kuat maka harus belajar untuk di kuatkan.

Tipe – Mencari Warung Makan dengan Harga Murah

Bila melihat tanggal tua, ingin rasanya kembali tempat tidur dan terbangun di awal bulan. Namun, tidak semudah itu Fergusso, sebagai mahasiswa perantau harus tetap kuat dan tegar dalam menjalaninya. Memang benar sebagian mahasiswa tidak mungkin untuk mengurangi intensitas makan mereka dalam sehari. Salah satu alternatifnya adalah dengan mencari warung makan dengan harga yang lebih murah dibandingkan biasanya.

Tipe seperti ini adalah mahasiswa yang kerjaannya mencari warung makan dengan harga kaki lima namun rasa tetap bintang lima. Memang benar, di tanggal muda kebanyakan mahasiswa membeli makanan yang harganya lumayan dan rasanya pasti enak, namun menjelang tanggal tua mahasiswa tipe ini aktif mencari atau berpindah ke warung yang harganya lebih murah.

Mahasiswa memang identik dengan harga makanan yang murah, tanpa tahu bersih apa tidak makanan yang dibeli, yang penting perut kenyang. Meskipun murah, alangkah baiknya jika sebelum membeli perhatikan dulu kebersihan makanannya. Hal ini juga patut di perhatikan. Jadi, tetaplah berhati-hati dengan makanan yang dijual murah.

Tipe – Stok Mie Instan

Ketika tanggal tua telah tiba, pasti ada saja akal dari mahasiswa perantau dalam menjalani hari di tanggal tua, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi mie instan. Siapa yang tidak kenal dengan makanan ini? Mie instan adalah makanan favorit semua orang apalagi di kalangan mahasiswa.

Tipe stok mie instan adalah mahasiswa yang wajib membeli mie instan sebagai persediaan dan sebagai makanan penyambung hidup saat tanggal tua. Harga mie instan terbilang sangat murah. Jikalau harga 1 bungkus nasi Rp. 5000 untuk 1x makan, lain cerita dengan mie dengan harga segitu bisa untuk 2x makan dalam sehari.

Mie instan dibanderol dengan harga yang murah. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan tidak baik buat tubuh kalian. Namanya juga makanan instan, apa-apa yang instan pasti ada dampak buruknya. Jadi, jangan sering-sering ya gaes makan mie instannya.

Tipe – Ajak Pacar Jalan

Akhir bulan biasanya orang yang memiliki pasangan, pasti sangat jarang untuk mengajak pasangannya jalan-jalan. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang berpikir bahwa mengajak pasangan jalan sama artinya uang keluar. Namun, hal ini tidak berarti buat mahasiswa tipe ini, justru hal ini digunakan sebagai kesempatan untuk memperoleh makan gratis alias minta dibayarin saat makan.

Tipe ajak pacar jalan adalah tipe mahasiswa yang secara sengaja mengajak pacarnya jalan-jalan agar mendapat makanan gratis atau minta dikodein untuk dibayarin. Seperti halnya peribahasa dulu “ada udang di balik batu”, ada maksud tersembunyi yaitu mendapatkan makanan gratis. Ada-ada saja tingkah laku mahasiswa sekarang. Jadi, menurut Kinay sih fine-fine aja ya selama gak keseringan. Malu juga kalau minta dibayarin terus, kalau doi mau dan ikhlas sih tidak apa-apa.

Tipe – Masakan Pacar

Memiliki pasangan yang juga kuliah di tempat yang sama memiliki banyak keuntungan bagi kalian, diantaranya bisa menjadi penyemangat, bisa membantu menyelesaikan tugas kuliah, tidak terpisahkan oleh jarak, dan tentunya bisa menyelamatkan kalian disaat kantong menipis di akhir bulan. Bagaimana cara doi menyelamatkan kalian? Yaps tentunya dengan kodein doi buat masak makanan buat kita.

Tipe masakan pacar adalah mahasiswa yang secara sengaja memberikan sinyal kepada pacarnya untuk minta dimasakin makanan. Jika dimasakkan berarti gratis, gratis berarti menyelamatkan penipisan dompet lebih lanjut.

Dimasakkan makanan oleh pacar banyak memberikan manfaat, diantaranya meningkatkan keharmonisan dalam suatu hubungan dengan melontarkan pujian tentang masakannya, memantapkan hati bahwa dialah wanita yang akan menjadi istrimu kelak, dan yang paling utama adalah menyelamatkanmu dalam menghadapi hari-hari di akhir bulan.

Jadi, ya sering-sering aja begini, kan bisa menghemat biaya pengeluaran. Tapi, jangan dipaksa ya gaes kalau pasangan kalian tidak mau melakukan itu atau pasangan kalian lagi sibuk misalnya.

Tipe – Menginap di Rumah Teman

Teman memang menjadi salah satu alternatif jika kalian tidak memiliki pasangan. Mengunjungi atau menginap di rumah teman yang asli warga daerah sana saat akhir pekan atau tanggal tua merupakan salah satu cara untuk melewati hari-hari di akhir bulan.

Tipe menginap di rumah teman adalah mahasiswa yang secara sengaja menginap di rumah teman yang asli warga tersebut dengan alasan ingin berkumpul, mengerjakan tugas bersama, atau sekedar main game bersama, namun tujuan aslinya untuk dapet makanan gratis dari tuan rumah. Temen kita mah pasti ngerti kok maksud dan tujuan kita

Tipe – Pulang ke Rumah

Jika pacar tidak ada, teman yang bisa kita tumpangi makan gratis tidak ada, jalan satu-satunya adalah pulang kampung tiap minggu. Ketika pulkam, tentunya kita dapat makanan gratis dari ibu kita. Namun ada pepatah bilang, pulkam hanya untuk orang lemah, dan bagi sebagian mahasiswa yang takut dengan tanggal tua pasti sering lemah, hahaha.

Tipe pulang ke rumah adalah mahasiswa yang sudah kehabisan akal untuk menyelamatkan kantongnya, alhasil dia balik ke rumah untuk berhenti berpura-pura kaya di media sosial. Tipe ini tergantung jarak tempat kuliah dengan rumahnya, apabila dekat dan terbilang ongkos pulang terjangkau, maka sangat dianjurkan. Jika jaraknya jauh dan membutuhkan biaya yang mahal, alangkah baiknya diam saja di kos atau kontrakan kalian.

Tipe – Survivor Lord

Tipe ini merupakan gabungan dari beberapa tipe yang telah Kinay sebutkan diatas. Betapa beruntungnya mahasiswa dengan tipe ini. Tanggal tua tidak perlu gentar dalam menghadapinya. Jadi, santai aja menjalani hari-hari di akhir bulan karena sudah ada yang siap untuk meng back-up dirinya saat dompet menipis.

Jadi…

Gimana gaes, kalian termasuk mahasiswa tipe yang mana? Atau yang masih mau jadi calon mahasiswa perantauan boleh lah dijadikan referensi kalian buat survive di akhir bulan.

Survive mahasiswa rantau
Gambar “Tetap Waspada!! Gunakan Tipe Survive-mu” Sumber: Dok. Pribadi

Oke, mungkin itu saja penjelasan mengenai tipe-tipe survive mahasiswa saat akhir bulan dari Kinay. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Sedikit kata-kata mutiara dari saya.

“Jangan biarkan hal kecil terbuang sia-sia, jadi kan hal kecil sebagai kesempatan untuk terbang ke penjuru Asia  – Kinay, 2018”

Komentar dengan facebook

3 KOMENTAR

Comments are closed.