Beranda Pendidikan 16 Tipe Dosen yang Sering Mahasiswa Temui di Kampus

16 Tipe Dosen yang Sering Mahasiswa Temui di Kampus

646
0
BERBAGI

tipe Dosen – Selamat datang di artikel saya, dan selamat datang juga buat kamu yang hatinya sedah lelah akibat teraniaya. Kali ini, bahasannya masih ga jauh beda dari artikel sebelumnya. Kalo sebelumnya, kita membahas tentang tipe-tipe mahasiswa yang sering muncul saat perkuliahan. Nah sekarang, kita akan membahas tentang tipe dosen yang ngajar di kampus.

Yaps, di bangku kuliah memang tak lepas dari yang namanya “Dosen” (ya iyalah gimana mau lepas, secara yang ngajar mahasiswa adalah dosen). Dosen adalah salah satu unsur penting yang harus ada dalam dunia perkuliahan. Peran dosen sangat dibutuhkan dalam dunia perkuliahan sebagai tenaga pengembangan dan penyebarluasan ilmu  pengetahuan, teknologi, seni dan budaya melalui pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat pun juga ada hubungannya dengan dosen.

Kira-kira dosen seperti apa ya yang disenangi mahasiswanya ?. Kalau menurut Kinay sih, itu tergantung mahasiswanya. Tapi, dari pengalaman Kinay di bangku kuliah memang ada beberapa tipe dosen yang disenangi mahasiswanya. Namun, tak jarang juga ada dosen yang tidak disenangi oleh mahasiswanya. Nah, berikut ini adalah tipe-tipe dosen yang pernah Kinay temui di Kampus:

  1. Dosen Auto Book

Tipe dosen seperti ini biasanya adalah dosen yang menjelaskan materi sama persis dengan di buku gaes. Meskipun jelasinnya pake power point, tapi power point yang dibuat juga sama persis dengan bukunya. Cara menjelaskannya pun juga monoton dan bisa dibilang garing.

Masalah tugas, jangan khawatir gaes. Tiap pertemuan pasti meresume tiap bab yang akan dipelajari. Selain itu, juga akan ada tugas tambahan untuk mengerjakan semua soal-soal yang ada di buku sesuai dengan bab yang sudah dijelaskan. Selain tugas, mahasiswa juga akan dihadapkan dengan kuis yang sewaktu-waktu diadakan oleh dosen ini. Yang jadi pertanyaan Kinay nih.

Itu resuman mahasiswa dibaca nggak, ya ?. Hitung aja satu kelas ada sekitar 40-an mahasiswa, itu di satu semester. Belom di semester yang lain dan mata kuliah yang lain. Banyak kan ? Tuhkan, jadinya malah hitung-hitungan.

Dan ngomongin soal nilai nih gaes, dosen ini perhitungannya jeli banget, sampai-sampai dia tau mana mahasiswa yang memang benar-benar mampu atau tidak dalam mata kuliah yang diampunya. Ya, dengan kata lain sih bisa dibilang pelit nilai lah.

  1. Dosen Gaul

Siapa coba yang gak mau diajarin dosen kayak gini? Udah baik, ramah, nyenengin, cara ngajarnya juga seru, ga ngebosenin, dan selalu ada saja cara-cara yang dipakai untuk membuat suasana kelas tidak jenuh ketika mata kuliah yang diajarkan cukup berat. Cara ngajar dosen tipe ini berbeda dengan dosen yang lainnya, teknik mengajarnya menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang mudah diingat.

Ga cuma udah diingat, tapi juga mudah dipahami. Candaannya sewaktu mengajar juga kekinian banget, ya bisa dibilang cukup gaul lah ya untuk remaja zaman now. Tugasnya juga gak banyak-banyak amat kok, jadi gak heran kalau mahasiswnya banyak yang menyukai tipe dosen seperti ini. Dan bisa Kinay tebak, hampir semua mahasiswa seantero Indonesia ini menginginkan dosen seperti ini ketika mengajar.

Pokoknya dijamin ga ada kata ngantuk ketika kelas berlangsung. Soal nilai, dosen ini ga pelit-pelit amat sih. Ya, sesuai lah ya sama kemampuan mahasiswanya.

  1. Dosen Disiplin

Tipe Dosen – Hmm kalo sama dosen kayak gini sih, Kinay saranin harus selalu tepat waktu. Sikap disiplinnya membuat mahasiswa takut untuk datang terlambat. Cara ngajarnya sih santai, selalu membagi beberapa anak dalam satu kelas untuk membuat kelompok dan melakukan presentasi secara bergantian tiap minggunya.

Tugasnya sih paling cuma resume tiap minggu dan itu dikumpulkan ketika menjelang UTS atau UAS. Jadi bisa nyicil lah ya ngerjainnya. Tapi yang jadi masalah nih, jangan pernah kalian ngumpulin tugas telat.

Telat satu menit saja tugas kalian hangus. Kan eman-eman nih udah ngerjain hampir satu semester dan gara-gara telat jadi gak dinilai deh. Kebanyakan dosen melakukan UTS atau UAS nya dengan tes tulis dalam kelas, nah beda dengan dosen ini. UTS dan UAS nya selalu take home alias dikerjakan dirumah. Tapi hati-hati, ngumpulinnya jangan telat. Masalah nilai sih oke, karena biasanya dinilai dari waktu kita presentasi, tugas-tugas yang diberikan, dan juga hasil take home kita.

  1. Dosen Muda

Seneng nih gaes diajarin dosen kayak gini. Masih muda, masih fresh graduate dan langsung ngajar mahasiswa. Ya, gak jauh beda lah usianya. Tapi, ga semuanya enak sih gaes. Mungkin karena masih dosen muda dan jam terbangnya kurang tinggi. Jadi, cara ngajarnya masih sedikit kaku, asik dengan power point-nya sendiri, dan pembawaannya garing.

Hampi tak ada guyonan, sekalipun ada mungkin cuma haha hehe. Masalah tugas, mungkin mereka ngerti kali ya, kalo mahasiswa gak suka sama yang namanya tugas, karena dia juga alumni mahasiswa. Jadi jarang ngasih tugas. Ngomongin soal nilai, tenang, gak usah khawatir. Aman kok.

  1. Dosen Full Experience

Ada pepatah yang mengatakan kalau pengalaman adalah guru yang terbaik. Ya, hal itu memang berlaku untuk dosen ini. Bersyukur banget, jika ada mahasiswa yang pernah diajarin oleh dosen yang pengalamannya banyak banget. Karena selain dapat teori, mereka juga akan dikenalkan pada praktik yang terjadi sesungguhnya di lapangan.

Itu semua karena dosen ini memang banyak pengalamannya. Karena selain menjadi dosen, ia juga memiliki profesi lain yang berkaitan dengan bidangnya. Baik dalam ruang lingkup swasta maupun pemerintah.

Hampir ga pernah ga ada tugas, sekalipun ada mungkin akan disuruh terjun ke lapangan atau mengadakan semacam penelitian tentang teori yang pernah dijelasin dengan praktik yang terjadi di lapangan.

Intinya kita benar-benar dikenalkan pada praktik yang terjadi lapangan. Itu aja sih. Kalau masalah nilai, asal kita ga neko-neko sih kita insyaAllah lulus dengan nilai yang memuaskan.

  1. Dosen Ilahiyyah

Tiap dosen ini ngajar selalu diawali dan diakhiri dengan doa. Ia mengatakan kalau doa itu penting di setiap kita akan melakukan sesuatu, terutama belajar. Agar ilmu yang kita terima bisa bermanfaat.

Apapun mata kuliah yang diampu oleh dosen ini (ada beberapa dosen yang mengampu lebih dari satu mata kuliah) selalu dihubungkan dan dikaitkan dengan unsur ilahiyyah atau kepercayaan yang dianut. Menurut dosen ini jika belajar tanpa dikaitkan dengan unsur ilahiyyah akan menjadi sia-sia. Kadang, juga memberikan siraman rohani dan kalimat yang menyentuh untuk mahasiswanya agar selalu mengingat Tuhannya.

Tak hanya itu, tugas yang diberikan juga disangkutpautkan dengan prespektif agama yang dianut mahasiswanya. Masalah nilai, sama seperti dosen sebelumnya, selama kita patuh, nilai aman.

  1. Dosen Genius

Entah, bagaimana kita harus mengikuti tipe dosen seperti ini. Cara belajarnya yang cepat dan asik sendiri tanpa memperhatikan mahasiswa paham atau tidak. Gaya bahasa yang digunakan pun juga terlalu tinggi. Mungkin untuk kelas filsafat bisa kali ya, tapi tidak untuk mahasiswa seperti kita. Banyak mahasiswa yang mengeluh jika bertemu dosen seperti ini.

Tapi kita tidak boleh sepenuhnya nyalahin dosen ini. Mungkin bisa jadi dari pihak mahasiswa yang kurang latihan atau terlalu menjudge buruk terhadap dosen. jadi wallahua’lam ya. Kalau masalah tugas mungkin cuma tugas kelompok, dan kalau masalah nilai ya rata-rata lah.

  1. Dosen Menitan

Beberapa mahasiswa mungkin senang diajarin dosen seperti ini, tapi ada beberapa juga yang mungkin kecewa. Kenapa begitu ?. Karena dosen ini, hanya masuk kelas paling sekitar 15-20 menit saja. Selepas itu kelas bubar. Cara ngajarnya sih simple, masuk kelas, jelasin secara singkat padat dan (gak) jelas, absen, dan pulang. Ya, walau sesekali presentasi, tapi tetep aja ngajarnya cepet dan selalu selesai lebih awal sebelum jam kelas berakhir. Jelasinnya santai banget lah. Tugas yang diberikan pun nantinya akan jadi soal pas UTS atau UAS, jadi pas UTS atau UAS bisa santai sikit karena soal sudah ditangan. Untuk masalah nilai enak banget. Secara soal ujian udah tau duluan.

  1. Dosen Mini Voice

Bingung gaes ngadepin dosen kayak gini. Di kelas pasti bosen. Mahasiswa yang duduknya di baris depan aja ngantuk, apalagi yang dibelakang. Suara dosen ini memang cukup rendah sih, jadi gak kedengeran jelasin apa. Bukannya mahasiswa ga mau dengerin, tapi emang suara dosen udah dari sononya. Jadi, gabisa diubah. “Maafkan kami Pak/Bu yang sering mengabaikan penjelasan Bapak/Ibu, karena memang suara yang tak terdengar. Hiks”.

Mungkin sebagai ganti agar kita bisa memahami  materi, dosen ini memberikan tugas yang lumayan banyak. Jadi, dengan banyak tugas dan latihan, mungkin kita bisa memahami materi. Kalo sudah gitu, jangan tanya soal nilai gaes, karena dosen tipe ini juga sedikit pelit akan nilai.

  1. Dosen Sants

Dosen ini santai banget ngajarnya. Jadi, kalian ga perlu khawatir. Bahkan,  kadang banyak mahasiswanya yang cuma titip absen pas kelas berlangsung. Mungkin memang dari pembawaan dosennya kali ya. Pas waktu ngajar, cara jelasinnya oke, juga diselingi candaan-candaan kres yang mampu membuat mahasiswa riang. Tuganya, hanya kalau si dosen sedang tidak masuk ngajar. Sebagai penggantinya kita diberi tugas. Kalau masalah nilai dijamin lumayan bagus.

  1. Dosen yang Tak Bisa Ditebak

Aneh sih dosen tipe ini. Ngajarnya gak sesuai silabus, materinya gak berurutan alias loncat-loncat. Jadi. susah dipahami. Kadang dosen ini santai tapi kadang juga tegas. Jadi bingung. Mungkin sesuai sama mood dosen kali ya. Kalaupun diberi tugas, kadang kita merasa bingung sendiri sama perintah yang harus dikerjakan. Ya begitulah adanya, susah ditebak. Meskipun kita ngerjain tugas dengan apa adanya. Tapi, kalau untuk masalah nilai sih oke.

  1. Dosen Motivator

Dosen yang satu ini penuh akan ultimatum untuk sukses. Selalu memberikan motivasi yang membangun buat mahasiswanya. Di sela-sela presentasi pasti ada kalimat motivasi untuk kita. Bahkan, sering membatu kita ketika kita sedang kikuk dengan pertanyaan teman-teman yang menyebalkan. Kurang baik apa coba dosen kayak gini. ga pernah ada tugas, dan nilainya pun juga oke banget.

  1. Dosen Sibuk

“Jam kuliah kosong”. Mungkin kabar seperti itu akan sering terdengar dari komting ketika matakuliah yang dosennya super duper sibuk. Sering banget jam kosong atau kuliah diganti hari lain. Untuk kebanyakan mahasiswa sih itu kabar baik ya. Kalau kelas kosong, tugas pun juga kosong. Pokoknya jarang banget ada tugas. Nilainya lumayan lah ya. Gak bagus dan gak buruk buruk banget.

  1. Dosen Killer

Jangan main-main sama dosen ini. Lirik kanan salah, lirik kiri salah. Liat semua serba salah dimata dosen ini. Paling ditakuti mahasiswa, karena memang cara mengajarnya yang tegas banget ngetnget. Jangan sekali-kali melawan apa yang dibilang sama dosen ini.

Karena kalau itu terjadi, jaminan nilai E akan kalian dapatkan. Dosen ini jeli banget, termasuk dalam segi penampilan pun juga bisa dia kritik kalau ada yang nyeleneh menurutnya. Tugasnya pun juga setiap kali pertemuan ada, dan harus benar-benar dipahami.

Untuk nilai sih, banyak mahasiswa yang nilainya pas-pasan, bahkan cukup banyak juga yang mengulang dimata kuliah yang diampunya. Hm kasian.

  1. Dosen Auto Sleepy

Dosen ini sering ngantuk kalau dikelas. Entah karena apa, namun yang pasti dosen ini sering membawa kopi ke kelas. Mungkin untuk sedikit mengurangi rasa kantuknya.

Metode pembelajarannya dengan cara presentasi tiap kelompok dan kemudian sedikit ditambah dengan penjelasan pribadinya. Untuk tugas juga dikerjakan secara kelompok, dan untuk nilai mungkin dinilai waktu kita presentasi.

  1. Dosen Cantik / Ganteng

Pasti semangat dong kalau yang ngajar ganteng/cantik. Disela-sela belajar mungkin bisa lah ngelirik dosen ganteng/cantik untuk sekedar melepas rasa lelah. Apalagi dosennnya masih muda, wuih tambah josh belajarnya. Masalah tugas, dosen ini bisa dirayu untuk tidak memberikan tugas yang rumit loh. Kalau masalah nilai ya aman lah. Gak usah khawatir.

Mungkin itu saja, tipe dosen yang pernah Kinay temui selama dikampus. Satu pesan Kinay ya gaes. “Mau siapapun dan seperti apapun dosen yang pernah mengajar kita, tetaplah kita bersikap tunduk dan patuh pada mereka. Karena bagaimana pun juga mereka juga ikut andil dalam kesuksesan dan cerita hidup kita”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here