Beranda Gaya Hidup Serunya Wisata Akhir Pekan di Cirebon

Serunya Wisata Akhir Pekan di Cirebon

143
0
BERBAGI

Mengatasi kejenuhan dari kepenatan suasana Jakarta, memang paling asyik dengan travelling. Apalagi jika liburan tersebut cukup nyaman dan harganya terjangkau. Salah satu destinasi travelling yang cocok pada saat weekend salah satunya adalah Cirebon, lokasi yang sarat dengan wisata sejarah/religi, namun juga memiliki spot alami yang menawan.

Gerbang Keraton Kasepuhan

Moda transportasi menunjukkan Cirebon ada beberapa cara, dengan menggunakan mobil pribadi, kereta maupun bis. Jika kita menggunakan mobil bisa melalui jalur pantura atau via tol Jakarta – Palimanan, atau dengan bis melalui Pulo Gadung biaya berkisar dari Rp 50.000 – Rp 80.000. Sedangkan kereta bisa melalui Stasiun Pasar Senen dengan tujuan Stasiun Cirebon, harga termurah Rp 50.000 menggunakan Tegal Ekspres atau melalui Stasiun Gambir – Cirebon, menggunakan Cirebon Ekspres atau Tegal Bahari dengan kisaran harga tiket Rp 100.000 (ekonomi) – Rp 170.000 (eksekutif), Argo Jati Rp 170.000 (eksekutif).

Pilihan moda travelling saat ini jatuh pada kereta, karena waktu keberangkatan dan pulang dapat diprediksi dan terhindar dari kemacetan. Untuk pilihan berkendara di Cirebon, kami memilih rental mobil dengan kisaran harga rental mobil plus supir dan bensin adalah 9 jam Rp 500.000. Mengenai penginapan ada cukup banyak hotel dengan kisaran harga Rp 200.000 – Rp 350.000 di kota ini dan dan kami memilih Hotel Lotus yang berada di Jl. Sasana Budaya yang bersebelahan dengan Mall Cirebon Super Block (CSB) dan sejajar dengan Gramedia, Transmart serta beberapa pusat oleh-oleh atau belanja yang lain. Mengenai lokasi wisata Cirebon yang menarik antara lain sebagai berikut :

Lokasi Wisata Cirebon

1. Telaga Nilem
Telaga Nilem
Telaga Nilem-Wisata Air
Kejernihan Telaga Nilem

Lokasi Telaga Nilem berada di luar kota Cirebon, sekitar 40 menit berkendara dengan mobil. Tempat yang sejuk dan pemandangan sawah di kala perjalanan menuju lokasi ini ini cukup menghapus penat.  Telaga Nilem berada di satu lokasi dengan Telaga Remis. Perbedaannya di Telaga Remis,  kita tidak menjumpai air jernih seperti di kolam kaca seperti di Telaga Nilem. Umumnya pengunjung di Telaga Remis, bertujuan untuk memancing. Sedangkan di Telaga Nilem, airnya yg jernih menjadi primadona anak muda millenial yang gemar selfie di dalam air. HTM nya sebesar Rp 15.000 dan lokasi wisata ini tutup jam 16.30.

2. Keraton Kasepuhan
Macan Ali Source : wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan
Macan Ali Lambang Keraton Cirebon Source : wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan

Cirebon merupakan kota yang sarat dengan nilai sejarah. Kesultanan Cirebon yang berdiri tahun 1445 didirikan oleh Pangeran Cakrabuana. Pada awalnya Keraton Kasepuhan adalah Keraton Pangkuwati yang masih memiliki nuansa Kerajaan Majapahit dengan bata merahnya, dan  pada jaman Pangeran Mas Zaenul Arifin tahun 1529, diperluas menjadi Keraton Kasepuhan. Sunan Gunung Jati (Wali Songo) juga merupakan salah satu Sultan Cirebon, beliau menggantikan Pangeran Cakrabuana yang merupakan Paman dari Sunan Gunung Jati.

Keraton Pangkuwati (Cikal Bakal Keraton Kasepuhan) – sumber http://jmijustice.blogspot.com/2016/03/keraton-kasepuhan-cirebon

Untuk memasuki komplek Keraton dikenakan biaya HTM Rp 15.000

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Gerbang Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa didirikan sekitar tahun 1480 oleh Sunan Gunung Jati. Dalam pembangunannya Sunan Gunung Jati menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsitek. Masjid bersejarah ini konon merupakan masjid tertua di Cirebon. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik dibagian dalamnya, karena untuk memasuki ruang utama Masjid, terdapat gerbang yang pendek sehingga jamaah yang memasukinya harus membungkukan badannya. Filosofinya adalah, tidak ada makhluk yang besar dihadapan Allah, sehingga kita perlu menundukan diri dan ego saat memasuki Masjid.

Selain wisata alam dan sejarah, wisata kuliner di Cirebon juga tidak kalah menarik dengan rasa enak dan harga yang terjangkau, beberapa makanan khas Cirebon adalah :

1. Nasi Jamblang

Nasi Jamblang adalah nasi prasmanan ala Cirebon, yang khas dari Nasi Jamblang adalah daun pembungkus nasi yang berasal dari daun Jati.

2. Empal Gentong

Sejenis daging gulai yang dimasak dalam gentong menggunakan kayu bakar. Beberapa restoran bermenu khas empal gentong adalah Empal Gentong Bu Darma, Empal gentong Amarta dan Empal Gentong Hj.Dian.

3. Nasi Lengko

Nasi lengko ini, lebih mirip dengan gado-gado bagi orang Jakarta. Karena lauknya adalah tempe, tahu, mentimun dan tauge yang di siram kuah kacang. Nasi Lengko merupakan makanan khas daerah Pantura (Cirebon, Indramayu, Brebes dan Tegal)

4. Docang

Terdapat makanan sederhana yang dapat kita temui di sekitaran Pasar Kanoman. Nama panganan itu adalah Docang yang terdiri dari  lontong, baceman oncom, irisan daun singkong, tauge, dan kerupuk yang disiram dengan kuah rebusan oncom yang diproses dalam waktu 4-5 jam. Makanan khas ini mungkin terlihat sederhana, namun konon ini adalah makanan khas para Wali. Racikan kesederhaan dan kebersahajaan inilah yang dekat dengan kehidupan penyebar Agama Islam di Cirebon

5. Tahu Gejrot

Ini adalah makanan khas Cirebon yang paling mudah ditemui di Jakarta. Berisi tahu cirebon yang disiram dengan kuah asam yang diracik dengan ulekan gula jawa, bawang merah dan cabe rawit.

Dalam membeli oleh-oleh pun ada beberapa lokasi yang menjadi rekomendasi. Ada beberapa toko khas oleh-oleh Cirebon yang cukup ternama seperti Toko Pangestu di Jl. Sukalila Selatan No. 49, Toko Dawud di Jl.  Sukalila Utara No. 12-14, Toko Manisan Sinta dan beberapa toko oleh-oleh di kawasan Pasar Kanoman.

Oleh-oleh khas Cirebon diantaranya gampit, kerupuk melarat, manisan mangga, tape hijau yang dibungkus daun jambu, jeniper (jeruk nipis peras), pia Atom Tomcir, terasi khas Cirebon dan masih banyak lagi. Lokasi toko oleh-oleh di Pasar Kanoman sudah buka sejak jam 07.00 pagi, sedangkan di toko Pangestu dan toko Dawud buka pada jam 08.00 pagi dan tutup sekitar jam 20.00 dan 21.00.

Demikian wisata singkat kita di Cirebon, walaupun warga Jakarta belum menjadikan Cirebon sebagai pusat destinasi wisatanya, tetapi sejarah, keunikan budayanya dan juga keragaman kuliner, menjadi daya tarik tersendiri bagi para traveller.

 

Komentar dengan facebook