Beranda Bisnis Ingin Jadi Freelancer? Jawab Dulu 7 Pertanyaan ‘Nakal’ Ini

Ingin Jadi Freelancer? Jawab Dulu 7 Pertanyaan ‘Nakal’ Ini

195
1
BERBAGI
Seorang Freelancer
source: kontist.com

Perkembangan teknologi informasi yang disertai mental suka ‘kebebasan’ milik generasi milenial, mendorong jumlah freelancer di Indonesia tumbuh dengan pesat. Para pemuda berbondong-bondong memutuskan untuk menjadi seorang ‘freelancer tetap’. Bahkan, kerap kali ada dari mereka yang melepaskan pekerjaan kantorannya agar bisa fokus menyelami dunia tersebut.

Berbagai artikel mengenai tips, trik, selak-beluk dan cerita motivasi mengenai kehidupan menjadi seorang freelancer pun bertaburan di internet. Sebagian menceritakan tentang bagaimana kisah sukses mereka yang memutuskan untuk jadi seorang freelancer.

Cukup inspiratif dan menggoda. Sayangnya, mereka yang terekspos di internet, barangkali hanya sepersekian persen dari kesuluruhan orang yang pernah menjadi seorang freelancer.

Dimana sepersekian persen sisanya? Bisa saja mereka gagal dan akhirnya kembali memutuskan mencari pekerjaan. Bisa juga mereka masih menyandang status pengangguran. Atau, bisa jadi juga mereka saat ini tengah merintis sebuah bisnis. Semua bisa saja terjadi.

Banyak pendapat mengatakan, butuh sebuah keberanian untuk menjadi seorang freelancer. Nyatanya, keberanian saja tak akan cukup. Berani tanpa pertimbangan yang matang, lebih tepat disebut ‘nekat’. Keputusan yang ‘nekat’ memiliki risiko jauh lebih besar, dibandingkan dengan keputusan yang ‘berani’.

Oleh karena itu, sebelum kamu benar-benar memutuskan menjadi seorang freelancer, ada baiknya kamu menjawab tujuh pertanyaan ‘nakal’ berikut. Saya sebut ‘nakal’ karena berdasarkan pengalaman saya, pertanyaan-pertanyaan tersebut bakal membuat kamu bimbang dan waswas ketika sedang menjalani kehidupanmu sebagai seorang freelancer.

1. Memangnya, Kamu Punya Nilai Lebih Apa?

Pertanyaan pertama untuk seorang freelancer
source: kisspng.com

Kalau cuma dijawab “aku bisa menulis,” “aku menguasai bahasa pemrograman,” atau kamu cuma bisa bilang “saya bisa mengoperasikan Photoshop dan CorelDraw,” jangan harap kamu bisa bertahan menjadi seorang freelancer.

Pertumbuhan freelancer di Indonesia ini cukup pesat. Kian hari, jumlah freelancer di Indonesia semakin bertambah. Kalau kamu tidak punya nilai lebih sebagai seorang freelancer, maka nilai jualmu juga akan berkurang. Konsekuensinya, kamu akan kesulitan mendapatkan project.

Solusinya adalah tingkatkan daya saing. Kembangkan skill kamu selebar mungkin. Tambah pengetahuan dan kalau bisa, tambah pengalaman, juga portfolio.

Khususnya, bagi kamu yang baru menyelam di dunia ini, tanpa pengalaman kerja, tanpa portfolio. Pertanyaan ini bakal sangat berarti untuk kamu jawab.

2. Kamu Mampu Mengontrol Dirimu untuk Menepati Deadline?

Pertanyaan kedua untuk seorang freelancer
source: due.com

Jangan kira pekerjaan freelancer itu santai. Walaupun tanggung jawabmu bisa dikerjakan kapan saja dan dimana saja, tetap saja deadline akan selalu menyertaimu.

Jadi, bila kamu adalah tipe orang yang lebih bagus bekerja di dalam ruangan, di dalam pengawasan dan tekanan dari atasan, lebih baik urungkan niatmu sebagai freelancer. Karena kalau tidak, kamu sendiri yang bakal kerepotan dengan segala akibat dari keterlambatanmu.

Akibat apa saja? Banyak konsekuensi buruk yang bakal kamu dapat bila tidak dapat mematuhi deadline. Client kecewa, reputasimu memburuk dan di project selanjutnya, kamu tak direkrut lagi; bayaranmu bakal dikurangi atau bahkan bisa-bisa malah tidak dibayar; hidupmu tidak tenang karena akan selalui dibayang-bayangi deadline; dan bahkan bisa jadi kamu tak akan pernah mendapatkan project lagi.

3. Sudah Siap Dibayar Murah?

Pertanyaan ketiga untuk seorang freelancer
source: clipart-library.com

Berdasarkan pengalaman saya, ketika menjadi seorang freelancer, bakal ada momen-momen tertentu dimana kamu terpaksa bersedia menerima tawaran project yang nilainya kecil.

Momen itu bisa saja terjadi di awal, saat kamu baru saja masuk ke ‘semestanya’ para pekerja serabutan, atau bisa juga terjadi saat momen-momen dimana kamu sedang sepi job.

Di era, dimana nilai-nilai kapitalisme mulai mengenyampingkan aspek kemanusiaan, kualitas pekerjaan bisa jadi dinomorduakan. Maka, sebagus apapun kualitas pekerjaanmu kelak, bisa jadi client hanya akan menghargainya dengan harga yang tidak masuk akal —dalam konotasi yang negatif.

Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan “siap” ataupun “tidak siap”. Tapi, apapun jawabannya, hanya ada satu yang wajib kamu ketahui, yakni konsekuensi di balik keputusanmu itu mau tidak mau harus siap kamu hadapi.

4. Gak Menjamin Kehidupan di Masa Tua, lho. Mau?

Pertanyaan keempat untuk seorang freelancer
source: libbyvanderploeg.com

Ini juga penting untuk kamu ketahui. Menjadi seorang freelancer itu belum tentu menjamin kehidupanmu di masa tua. Berbeda bila kamu menjadi seorang pekerja kantoran.

Bila kamu bekerja di kantor, sejauh kamu bisa menjaga ritme dan kualitas kerja, kehidupanmu setidaknya tetap terjamin hingga masa pensiun. Namun, ketika menjadi seorang freelancer, sekalipun reputasimu terus membaik dari waktu ke waktu, tidak ada jaminan yang pasti bahwa di masa tua nanti kamu akan tetap bermitra dengan client tersebut.

Bukan berarti tidak ada solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Hanya saja, kita memang perlu memutar otak lebih keras lagi untuk merumuskan formula yang tepat bagi keberlangsungan hidup kita di masa yang akan datang. Misalnya, mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

5. Lagi Sepi ‘Job‘, Terus Mau Ngapain?

Pertanyaan kelima untuk seorang freelancer
source: guildcrest.com

Dibayar murah masih lebih baik, karena setidaknya, kamu masih memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan. Tapi kalau sepi job, tidak ada satu pun job yang bisa kamu kerjakan? Hmmm..

Kalau sepi job-nya cuma hitungan hari sih tidak masalah. Kamu masih bisa hidup dengan sisa bayaran yang kamu terima dari job sebelumnya. Nah, kalau sepi job-nya berbulan-bulan, mau makan pakai apa?

Sama seperti mendirikan sebuah bisnis, seorang freelancer juga dirundung ketidakpastian. Bedanya, bila kamu mendirikan bisnis, terlebih bisnis produk, masih ada aset yang bisa kamu jual. Tapi, bagi seorang freelancer?

Aset satu-satunya seorang freelancer adalah fisik, mental dan skill utama. Tentu aset tersebut tidak bisa kamu jual. Walau begitu, tidak berarti aset tersebut tak bisa kamu manfaatkan, bukan?

6. Di Indonesia, Seorang Freelancer Masih Dipandang Sebelah Mata. Siap Menerima Kenyataan Itu?

Pertanyaan keenam untuk seorang freelancer
source: ennovent.com

Walaupun pertumbuhan dunia freelancer sudah semakin pesat, di Indonesia profesi ini masih dipandang sebelah mata. Bila kamu merupakan seorang freelancer, kemungkinan besar kamu bakal dihadapkan pada momen-momen dimana banyak orang memandang rendah profesimu.

Jauh lebih parah daripada itu, bisa saja kamu dianggap masih menganggur, walaupun nyatanya, bayaran yang kamu terima setiap bulannya lebih besar dari seorang karyawan. Kamu siap menghadapi kenyataan tersebut?

7. Btw, Bagaimana Pendapat Pasanganmu?

Pertanyaan ketujuh untuk seorang freelancer
source: digitalsynopsis.com

Ini tidak hanya berlaku bagi yang sudah memiliki kekasih atau menikah saja, lho. Namun, juga berlaku pada kamu yang menyandang status jomblo single. Sebab, ketika kamu kelak mendapatkan tambatan hati, pertanyaan ini juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kehidupanmu sebagai seorang freelancer.

Mengapa pertanyaan ini perlu kamu jawab sebelum memutuskan untuk menjadi seorang freelancer?

Karena, apabila kamu siap menerima komitmen untuk menjalin hubungan, itu berarti kamu juga siap untuk menanggung beban hidup bersama-sama. Maka, jika di tengah perjalananmu sebagai seorang freelancer itu memiliki hambatan, pasanganmu juga akan menjadi pihak yang terlibat.

Pertanyaan ini juga ada sangkut pautnya dengan poin ke-6, tentang bagaimana di Indonesia masih memandang sebelah mata, profesi seorang freelancer. Itu berarti, kamu harus benar-benar siap menjawab pertanyaan ini, sebab yang akan dihadapi kelak, tidak hanya pasanganmu saja, namun juga keluarga si doi.


Nah, itulah 7 pertanyaan ‘nakal’ yang perlu kamu jawab sebelum menjadi freelancer. Jawabannya tentu ada di benak kamu sekalian.

Artikel ini tak memberi jawaban atas pertanyaan tersebut. Karena tujuan artikel ini, memang bukan untuk memberi tips sukses yang taktis, melainkan untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan lain, agar kamu keputusanmu kelak tidak menjadi keputusan yang bermodal ‘nekat’

Komentar dengan facebook

1 KOMENTAR

Comments are closed.