Beranda Bisnis Proses Riset Pemasaran dengan Sistematis dan Benar

Proses Riset Pemasaran dengan Sistematis dan Benar

6271
4
BERBAGI

Proses Riset Pemasaran

Proses Riset Pemasaran – Proses riset pasar adalah sebuah kegiatan atau tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan riset pasar. kegiatan dalam tahapan ini yaitu seperti:

  • Penentuan masalah
  • Perumusan kerangka teori
  • Formulasi desain riset
  • Kegiatan lapangan dan pengumpulan data
  • persiapan dan analisis data
  • pembuatan laporan dan presentasi

Tahap 1: Definisi Masalah

dalam tahap ini yang harus dilakukan yaitu merumuskan masalah, menentukan tujuan penelitian, merumuskan latar belakang yang sesuai dengan permasalahan yang ada, informasi apa saja yang diperlukan,bagaimana informasi tersebut dipergunakan untuk pengambilan keputusan. tahp ini meliputi juga rencana wawancara dengan pengambil keputusan, industri, analisis data sekunder atau melaksanakan kegiatan riset yang bersifat kualitatif.

Baca Juga: Artikel Bisnis Lainnya

Tahap 2: Perumusan Kerangka Teori & Pengembangan Pendekatan

Pada tahapan ini dilakukan kegiatan formulasi lebih terperinci dari tujuan penelitian dan kerangka teori, model analisis yang akan dipergunakan, pertanyaan, hipotesis identifikasi karakteristik atau faktor yang mempengaruhi desain penelitian.

Tahap 3: Formulasi Desain Riset

Pada tahapan selanjutnya dibuat kerangka untuk melaksanakan penelitian. didalamnya termuat secara rinci prosedur untuk pengumpulan data, cara menguji hipotesis, kemungkinan jawaban terhadap pertanyaan, sampai dengan model analisis yang dipergunakan. kegiatan yang dilakukan pada tahap ini diantaranya:

  1. Analisis data sekunder
  2. Penelitian kualitatif
  3. metode pengumpulan data kuantitatif seperti survey, obsevasi dan percobaan.
  4. Definisi informasi yang dibutuhkan.
  5. cara pengukuran
  6. desain kuesioner
  7. proses pengambilan sampel data dan sampel size atau ukuran sampel
  8. rencana analisis data

Tahap 4: Kegiatan Lapangan dan pengumpulan Data

Setelah ditentukan model yang akan dipakai untuk pengumpulan data, dilakukan kegiatan pengumpulan data baik primer maupun sekunder. pengumpulan data primer dapat dilakukan dengan cara personal interview atau wawancara pribadi dengan menggunakan wawancara langsung, telepon, ataupun surat. kesemuanya berutjuan untuk meminimalkan kesalahan pengumpulan data . sedangkan untuk mendapatkan data sekunder dapat digunakan fasilitas internet, perpusatakaan, publikasi, lembaga-lembaga statistik, majalah dan sebagainya.

Tahap 5: Persiapan dan Analisis Data

Persiapan data meliputi editing, koding, transkip dan verifikasi masing-masing data tersebut di transkip atau dimasukkan kedalam komputer. selanjutnya dilaksanakan verifikasi ata pengecekan kembali apakah data yang asli sudah benar terekan, dan sesuai dengan rencana metode analisis yang telah disusun. kemudian data dianalisis

Tahap 6: Pembuatan Laporan dan Presentasi

Hasil penelitian harus didokumentasikan dalam bentuk laporan hasil penelitian, dengan sistematika yang teratur mulai dari identifikasi masalah, pendekatan yang dipergunakan, desain penelitian, pengumpulan data, analisis data, serta temuan-temuan yang diperoleh. semua itu disajikan untuk proses pengamnilan keputusan. akhirnya diperlukan presentasi untuk menjelaskan apa-apa yang sudah dilakukan dengan menampilkan dalam bentuk tabel, diagram, gambar sehingga manajemen dapat memahami secara jelas dan gamblang.

Baca Juga: Tujuan Riset Pasar

 

4 KOMENTAR

  1. Setelah mencari dibeberapa website bisnis akhirnya ketemu juga panduan riset pemasaran yang baik dan benar. Terima kasih banyak atas informasi langkah-langkah riset pasarnya 🙂

  2. […] Contoh klasik monopoli di AS adalah utilitas publik, termasuk perusahaan yang menyediakan gas lokal, air atau listrik. Setiap perusahaan utilitas beroperasi dalam monopoli alamiah (natural monopoly) yaitu sebuah industri yang membuthkan investasi besar dalam modal dan duplikasi fasilitas akan boros. Monopoli alamiah diizinkan ada karena kepentingan umum dapat dilayani oleh keberadaan mereka, tetapi mereka beroperasi di bawah pengawasan dan kendali dari berbagai lembaga negara bagian dan federal. Meskipun banyak utilitas umum masih di klasifikasikan sebagai monopoli alamiah, terjadi peningkatan persaingan di banyak industri. Misalnya, telah terjadi peningkatan permintaan untuk pilihan konsumen ketika memilih sebuah perusahaan yang menyediakan listrik untuk rumah tangga dan bisnis. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here