Beranda Bisnis Pendekatan Prinsip-prinsip Administratif Menurut Henri Fayol

Pendekatan Prinsip-prinsip Administratif Menurut Henri Fayol

302
0
BERBAGI

Prinsip-prinsip Administratif

Kajian perspektif klasik lain dikenal sebagai pendekatan prinsip-prinsip administratif. Jika manajemen ilmiah mengutamakan produktivitas pekerja individu, maka pendekatan prinsip-prinsip administratif (administrtative principle) mengutamakan keseluruhan organisasi. Kontributor pendekatan ini di antaranya adalah Henri Fayol, Mary Parker Follet, dan Chester I. Barnard.

Henri Fayol (1841-1925) adalah seorang insinyur pertambangan dari Prancis yang meniti karier hingga menjadi pemimpin grup pertambangan besar yang dikenal sebagai Commambault. Commambault bertahan hingga hari ini dengan nama Le Creusot-Loira, grup pertambangan dan metalurgi terbesar di Perancis Tengah. Menjelang akhir hidupnya, Fayol menuliskan adminstrasinya yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman manajemennya sendiri.

Dalam karya terpentingnya, General and Industrial Management, Fayol membahas 14 prinsip umum manajemen, yang beberapa diantaranya menjadi bagian dari falsafah manajemen hari ini seperti :

  • Satu komando, setiap bawahan menerima perintah dari satu dan hanya satu atasan.
  • Pembagian kerja, pekerjaan manajerial dan pekerjaan teknis dibagi guna menghasilkan kinerja yang lebih banyak dan lebih baik dengan tenaga yang sama.
  • Satu arahan, aktivitas yang seragam di organisasi harus di kelompokkan di bawah satu manajer.
  • Rantai skalar, rantai otoritas dibuat dari tingkat organisasi teratas hingga terbawah dan harus menyertakan semua karyawan

Fayol percaya bahwa prinsip-prinsip ini harus diterapkan di setiap organisasi. Ia juga mengidentifikasi lima fungsi atau elemen dasar manajemen : perencanaan, pengelolaan, pemberian perintah, pengoordinasian, dan pengendalian. Kelima fungsi ini banyak mendasari pendekatan umum teori manajemen masa kini.

Baca Juga: Tujuan Riset Pasar

Mary Parker Follet (1868-1933) mempelajari filsafat dan ilmu politik di universitas yang kini dikenal dengan sebutan Radcliffe College. Ia bekerja di banyak bidang, termasuk psikologi sosial dan manajemen. Ia menulis tentang pentingnya tujuan atasan bersama untuk mengurangi konflik dalam organisasi. Karyanya banyak dikenal oleh kalangan bisnis pada masanya, namun sering diabaikan oleh para ahli manajemen. ide-ide Follet bersebrangan dengan manajemen ilmiah dan mengalami kebangkitan untuk diterapkan oleh manajer modern yang tengah menghadapi perubahan besar lingkungan global hari ini. Pendekatan terhadap kepemimpinan lebih menekankan pentingnya manusia daripada teknik. Ia mengingatkan, “jangan terpaku dengan cetak biru Anda”, dan menganalisis dinamika interaksi organisasi manajemen. ia membahas isu-isu populer yang dua masa kini, seperti etika, kekuasaan, dan cara memimpin yang mendorong karyawan melakukan yang terbaik. Konsep pemberdayaan, yang lebih bersifat memfasilitasi daripada mengendalikan karyawan, dan memungkinkan karyawan untuk bertindak sesuai dengan situasi membuka lapangan baru bagi studi teoretis yang dilakukan oleh Chester Barnard dan yang lainnya.

Chester I. Barnard (1886-1961) mempelajari ekonomi di Harvard, namun gagal memperoleh gelar karena tidak mengambil mata kuliah praktik. Ia kemudian bekerja di departemen statistik AT&T dan pada tahun 1927 menjadi presiden New Jersey Bell. Salah satu kontribusi terpenting Barnard adalah konsep organisasi informal. Organisasi informal ada di semua organisasi formal serta mencakup berbagai kelompok sosial yang terbentuk secara alamiah. Barnard berpendapat  bahwa organisasi bukan mesin dan menekankan bahwa hubungan informal merupakan kekuatan besar yang daoat membantu organisasi jika dikelola dengan baik. Kontribusi penting lainnya adalah penerimaan otoritas yang menyatakan bahwa manusia memiliki kehendak bebas dan bisa memilih untuk mengikuti perintah manajemen atau tidak. Manusia biasanya mengikuti perintah karena melihat manfaat positif bagi mereka tetapi mereka sebenarnya memiliki pilihan. Para manajer harus memperhatikan hal ini dengan baik karena penerimaan mereka terhadap otoritas bernilai penting bagi keberhasilan organisasi di situasi genting.

Keseluruhan perspektif klasik sebagai pendekatan terhadap manajemen sangat berpengaruh dan melengkapi organisasi dengan kemampuan dasar penting untuk mencapai produktivitas yang tinggi dan memperlakukan karyawan secara efektif. Kenyataannya, Amerika Serikat memimpin dunia manajemen dan negara-negara lain seperti Jepang pun banyak mengadopsi berbagai pemikiran dari Amerika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here