Beranda Pendidikan Mengenal Lebih Jauh mengenai Pola Pemotongan di Industri Manufaktur

Mengenal Lebih Jauh mengenai Pola Pemotongan di Industri Manufaktur

550
0
BERBAGI

Pola Pemotongan – Hai guys. Dalam artikel pendidikan kali ini kita akan belajar sedikit mengenai jenis-jenis pola pemotongan. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam industri manufaktur apapun, biasanya terdapat bahan baku (raw material) yang memiliki dimensi sangat besar. Sehingga bahan baku tersebut harus melalui proses pemotongan agar didapatkan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

Dalam proses pemotongan, tentunya harus menggunakan alat ukur yang tepat sehingga dimensi yang dihasilkan akurat. Misalkan dalam industri pemotongan kaca, ukuran bahan baku yang akan dipotong sebaiknya menggunakan alat jangka sorong dalam proses pengukurannya. Hal ini dikarenakan jangka sorong memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada penggaris. Misalnya lagi, dalam industri pemotongan baja, dapat juga menggunakan penggaris sebelum dipotong menggunakan mesin manual. Penggunaan penggaris lebih disarankan digunakan daripada menggunakan meteran kayu. Penggunaan alat potong seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan ketelitian hasil potong yang diharapkan.

Setelah kita mampu menentukan alat pengukuran sebelum dipotong dengan tepat, tentunya kita juga harus mempertimbangkan bagaimana bahan baku akan dipotong. Pertimbangan tersebut yang selanjutnya disebut dengan pola pemotongan yang merupakan gambaran dimensi di atas bahan baku yang menentukan ukuran serta banyaknya part yang dapat dihasilkan sari suatu bahan baku. Pola yang tepat akan menghasilkan scrap (sisa hasil pemotongan) seminimal mungkin. Minimasi sisa potong ini yang nantinya akan memaksimalkan hasil potong dan keuntungan bagi perusahaan. Pola yang buruk hanya akan menambah sisa hasil pemotongan yang banyak, padahal sisa hasil pemotongan tersebut tidak membawa keuntungan bagi perusahaan.

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana cara menentukan pola pemotongan agar hasil yang didapatkan maksimal? Uraian berikut menjelaskan tentang pola-pola pemotongan dalam industri manufaktur dimana bahan baku berupa persegi panjang.

  1. Guillotine Pattern

Guillotine pattern merupakan salah satu jenis pola dimana proses pemotongan bahan dimulai  dari salah satu sisi bahan baku kemudian dilanjutkan pada sisi lainnya. Misalnya pada pemotongan pertama bahan baku dipotong pada sisi horizontal sehingga didapatkan potongan-potongan bahan baku yang lebih kecil dari sebelumnya, namun masih berukuran besar untuk part yang diinginkan. Dari pemotongan pertama, pemotongan selanjutnya yaitu pada sisi vertikal sehingga didapatkan ukuran bahan yang jauh lebih kecil lagi. Apabila ukuran bahan tersebut masih belum sesuai dengan dimensi yang diinginkan, maka proses tersebut dapat diulang kembali sampai didapat ukuran part yang diharapkan. Pemotongan bahan baku menggunakan pola pertama ini dirasa lebih efektif karena membutuhkan waktu proses yang relatif kecil. Contoh pola pemotongan Guillotine pattern yaitu:

Mengenal Lebih Jauh mengenai Pola Pemotongan di Industri Manufaktur

  1. Nonguillotine Pattern

Nonguillotine pattern merupakan jenis pola pemotongan dimana ukuran-ukuran yang ingin dihasilkan tidak dapat digabung dengan ukuran part lain dalam satu raw material. Pemotongan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan hanya menggunakan satu alat pemotong saja. Sebaiknya jenis pola pemotongan nonguillotine pattern ini dihindari karena selain membutuhkan waktu yang lama, pemotongan jenis ini juga memakan banyak waktu proses yang tidak memberi nilai tambah ke hasil akhir. Contoh dari nonguillotine pattern ditunjukkan oleh gambar berikut.

Mengenal Lebih Jauh mengenai Pola Pemotongan di Industri Manufaktur

  1. Two Stage Pattern

Two stage pattern merupakan salah satu jenis pola pemtongan yang hampir mirip dengan guillotine pattern. Bedanya, pada guillotine pattern proses dapat dilakukakan berulang-ulang kali sampai part yang diinginkan terpenuhi. Tetapi dalam two stage pattern hanya sampai pada 2 tahap saja, hal ini sesuai dengan namanya yaitu pola dua tahap pemotongan. Umumnya industri-industri furniture menggunakan pola pemotongan jenis ini. Tahap pertama yang dilakukan adalah memotong bahan pada sisi vertikal atau horizontal. Kemudian pada tahap selanjutnya memotong pada sisi yang berbeda. Pembuangan sisa hasil pemotongan dilakukan pada tahap kedua ini. Output yang dihasilkan adalah ukuran piece yang sesuai kebutuhan dan diketahui sisa hasil pemotongan (waste). Contoh dari pola pemotongan two stage pattern yaitu:

Mengenal Lebih Jauh mengenai Pola Pemotongan di Industri Manufaktur

  1. Three Stage Pattern

Three stage pattern merupakan salah satu jenis pola pemotonganyang memungkinnkan untuk memotong green lumbar menjadi piece. Sesuai dengan namanya, maka three stage pattern menggunakan tiga tahap sampai bahan baku menjadi part. Pada tahap pemotongan pertama merupakan proses memotong bahan baku menjadi bagian-bagian yang sama panjang atau sama lebar. Dari potongan tersebut kemudian dipotong ke arah sisi yang berbeda. Pada tahap ketiga merupakan tahap untuk menjadikan bahan yang telah dipotong dari pemotongan kedua menjadi ukuran part yang diinginkan serta proses pembuangan sisa hasil potong. Contoh dari pola pemotongan three stage pattern yaitu:

Mengenal Lebih Jauh mengenai Pola Pemotongan di Industri Manufaktur

  1. One Group Guillotine Pattern

One grup guillotine pattern merupakan jenis pola pemotongan yang memotong ukuran bahan baku dalam waktu yang bersamaan. Jenis pemotongan ini menggunakan banyak mata pisau karena sisa pemotongan terletak di pinggir bahan baku tersebut. Pola pemotongan ini merupakan pola pemotongan paling mudah dan paling cepat dalam menentukan sisa hasil pemotongan. Contoh dari pola pemotongan one group guillotine pattern yaitu:

Mengenal Lebih Jauh mengenai Pola Pemotongan di Industri Manufaktur

Oke cukup sekian artikel pendidikan kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel pendidikan selanjutnya (red-fii).

Baca juga: http://abisnis.com/menghitung-luas-segitiga-menggunakan-program-java/

Komentar dengan facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here