Beranda Manajemen Sejarah Perspektif Manajemen dan 3 Macam Perspektif

Sejarah Perspektif Manajemen dan 3 Macam Perspektif

1136
0
BERBAGI

Sejarah Perspektif Manajemen

Perspektif Klasik

Praktik manajemen dapat dilacak hingga 3000 tahun sebelum masehi, yakni di zaman organisasi pemerintahan pertama yang dikembangkan oleh bangsa Sumeria dan Mesir, namun studi formal manajemen relatif masih baru. Studi awal manajemen yang kita kenal sekarang di mulai dengan apa yang kini disebut sebagai perspektif klasik.

Perspektif klasik manajemen muncul pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Sistem pabrik yang pertama kali muncul di tahun 1800-an memunculkan berbagai tantangan yang tidak pernah dihadapi oleh organisasi sebelumnya. Berbagai persoalan muncul yang berkaitan dengan perlengkapan pabrik, pengelolaan struktur manajerial, pelatihan karyawan (yang sebagian besar merupakan kaum imigran yang tidak bisa berbahasa inggris), penjadwalan proses manufaktur yang rumit, serta ketidakpuasan buruh dan menyebabkan pemogokan.

Berbagai persoalan baru serta perkembangan organisasi-organisasi besar dan kompleks ini menuntut suatu pendekatan baru untuk mengoordinasikan dan mengontrol, serta “subspesies manusia ekonomi baru, yakni manajer profesional” pun terlahir. Antara tahun 1880 dan 1920, jumlah manajer profesional di Amerika Serikat meningkat dari 161.000 menjadi lebih dari 1 juta. Para manajer profesional ini mulai mengembangkan dan menguji solusi bagi makin banyaknya tantangan dalam mengorganisasikan, mengoordinasikan, dan mengendalikan sejumlah banyak orang serta dimulai oleh perspektif klasik

Perspektif ini mempunyai tiga kajian yang masing-masing memiliki penekanan yang berbeda :

Untuk lebih jelasnya silahkan di klik link di bawah

Perspektif Humanistik

Mary parker Follet dan Chester Barnard adalah dua pendukung awal dari perspektif yang lebih humanistik (humanisric perspective) pada manajemen yang menekankan pentingnya memahami perilaku, kebutuhan dan sikap manusia di tempat kerja, di samping interaksi sosial dan proses kelompok. Kita akan membahas tiga kajian perspektif humanistik yaitu :

  • Gerakan Hubungan Manusia
  • Sumber Daya Manusia
  • Pendekatan Ilmu Perilaku

Perspektif Ilmu Manajemen

Perang dunia II banyak menyebabkan perubahan manajemen. banyak dan rumitnya masalah mengubah yang berhubungan dengan perang global modern menghadapkan para pengambil keputusan manajerial dengan kebutuhan akan peranti yang lebih canggih dari sebelumnya. Perspektif ilmu manajemen (management science perspective) berkembang untuk menangani persoalan ini. Perspektif ini dibedakan oleh penerapan ilmu matematika, statistik, dan teknik-teknik kuantitatif lain dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah manajemen. selama perang dunia II, berbagai tim yang beranggotakan para ahli matematika, ahli fisika, dan ilmuwan lain dibentuk untuk memecahkan masalah-masalah militer. Oleh karena masalah-masalah tersebut sering berhubungan dengan memindahkan sejumlah besar barang dan orang dengan cepat dan efisien, teknik-tekniknya dapat diterapkan oleh perusahaan-perusahaan berskala besar.

Buku Concept og the Corporation yang ditulis pada tahun 1946 oleh ahli manajemen Peter Drucker banyak memicu meningkatnya penelitian akademis di bidang bisnis dan manajemen. dengan mengadopsi teknik-teknik yang dibuat untuk keperluan militer, para ahli mulai menggagas berbagai peranti matematis bagi para manajer perusahaan, seperti penerapan pemrograman linier untuk mengoptimalkan operasi, kontrol proses statistik di bidang manajemen dan model harga aset modal.

Berbagai upaya ini di perkuat oleh perkembangan dan penyempurnaan komputer. IBM memperkenalkan komputer otomatis multifungsi pertama pada tahun 1944. Pada dasarnya komputer pertama tersebut tidak lebih dari kalkulator yang tersusun dari 760.000 komponen dan kabel sepanjang 500 mil, yang memerlukan waktu 11 detik untuk melakukan pembagian sederhana. Perkembangan selanjutnya di tahun 1950-an dan 1960-an membuat peranti baru ini makin berguna sebagai pemroses data, sistem pelaporan, dan penyimpanan data bagi para manajer. Dibarengi dengan teknik-teknik statistik yang makin bertambah, komputer memungkinkan para manajer untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data dalam jumlah besar untuk pengambilan keputusan yang bersifat kuantitatif. Mari kota tinjau tiga bagian dari perspektif ilmu manajemen.

Penelitian operasi berkembang dari kelompok-kelompok militer di perang dunia II (yang disebut tim riset operasional di Inggris, dan tim riset operasi di Amerika Serikat). Bidang ini terdiri atas pembuatan model matematika dan penerapan teknik-teknik kuantitatif lain untuk memecahkan masalah-masalah manajerial.

Manajemen operasi adalah bidang manajemen yang berspesialisasi dalam produksi fisik barang atau jasa. Para spesialis manajemen operasi menggunakan teknik-teknik kuantitatif untuk memecahkan masalah-masalah manufaktur. Beberapa metode yang lazim dipakai adalah perkiraan, pemodelan inventori, pemrograman linier dan nonlinier, teori antrian, penjadwalan, simulasi, dan analisis impas.

Teknologi Informasi (TI) merupakan bagian dari perspektif ilmu manajemen, yang banyak tercermin dalam sistem informasi manajemen. sistem ini dirancang untuk memberikan informasi yang relevan bagi para manajer secara cepat dan hemat. Belakangan teknologi informasi di organisasi telah berkembang sehingga mencakup intranet dan ekstranet, di samping berbagai peranti lunak yang membantu para manajer dalam memperkirakan biaya, merencanakan dan mengawasi produksi, mengelola proyek, mengalokasi sumber daya, atau menjadwalkan karyawan. Mayoritas organisasi di masa kini memiliki departemen teknologi informasi khusus yang menerapkan teknik-teknik ilmu manajemen untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang kompleks.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here