Beranda Ekonomi Persediaan dalam Akuntansi (Pengertian, Pengendalian dan Metode Biaya)

Persediaan dalam Akuntansi (Pengertian, Pengendalian dan Metode Biaya)

65
0
BERBAGI

Persediaan – Selamat datang di artikel Kinay semuanya. Selamat datang juga buat kalian yang masih belum tahu apa arti penyesalan akibat ditinggal oleh dirinya. Buat apa menyesal gaes? Move on lah, kalian lebih baik daripada yang kalian kira. Oke, di artikel Kinay sebelumnya membahas mengenai akuntansi untuk perusahaan dagang dan penerapan Siskeudes Nah, untuk kali ini, Kinay akan membahas mengenai akuntansi lagi yaitu tentang akun persediaan. Yuk, langsung aja kita bahas mengenai persediaannya, gaes!!!.

APA SIH ITU PERSEDIAAN?

Persediaan adalah akun aset lancar yang dimiliki sebuah perusahaan untuk dijual kepada konsumen dalam kegiatan operasional perusahaan. Arti lainnya adalah barang yang digunakan sebagai bahan untuk membuat barang lainnya yang kemudian akan dijual oleh perusahaan. Saldo normal dari akun ini adalah debit, artinya apabila bertambah dicatat pada kolom debit, bila berkurang pada kolom kredit.

BAGAIMANA PENGENDALIANNYA?

Perusahaan ritel atau dagang seperti Transmart, Hypermart, Giant, harus melakukan pengendalian yang baik terhadap persediaannya. Tujuan utama dari dilakukannya pengendalian adalah melindungi danmelaporkan persediaan sebagaimana mestinya pada laporan keuangan. Pengendalian terhadap persediaan dimulai dari saat diterimanya persediaan, laporan penerimaan, pesanan  pembelian, dan pencocokan pada faktur pemasok.

Pengendalian atas persediaan ada beberapa macam yaitu, pertama dengan menyimpan persediaan di dalam gudang atau tempat tertentu dengan tingkat akses masuk terbatas. Kedua, menggunakan alat tertentu seperti cermin dua arah dan keping alarm plastik. Ketiga menggunakan sistem persediaan perpetual dan yang terakhir melakukan penghitungan fisik persediaan pada waktu tertentu.

BAGAIMANA ASUMSI ARUS BIAYA PADA PERSEDIAAN?

Dalam perusahaan, masalah akuntansi yang sering terjadi adalah ketika diperolehnya barang yang jenisnya sama namun biayanya berbeda pada suatu periode. Oleh karena itu perlu dilakukannya penentuan biaya per unit dengan menggunakan asumsi arus biaya agar pencatatan ayat jurnal akuntansinya tepat. Asumsi arus biaya pada persediaan terdapat tiga macam metode biaya yaitu Metode FIFO, LIFO dan Rata-rata.

FIFO (First-in, First-out), artinya barang yang masuk pertama kali dan barang itu juga yang keluar pertama kali. Oleh karena itu persediaan akhir berasal dari biaya barang yang paling baru. Lain cerita dengan LIFO (Last-in, Last-out) artinya barang yang masuk terakhir dan barang itu juga yang keluar pertama kal. Oleh karena itu persediaan akhir berasal dari biaya yang paling lama. Sedangkan Rata-rata, biaya unit persediaan adalah rata-rata biaya pembelian.

"<yoastmark

METODE BIAYA PERSEDIAAN (SISTEM PERPETUAL)

Seperti yang kalian ketahui, persediaan sistem perpetual disini jika terdapat kenaikan atau penurunan dicatat dengan cara yang sama seperti kas. Jumlah persediaan pada awal periode merupakan jumlah persediaan yang tersedia pada tanggal tersebut. Seperti yang kalian ketahui sebelumnya, bahwa ketika ada barang yang sejenis dibeli dengan harga yang berbeda dalam satu periode,  maka perlu dibuat asumsi biaya. Dalam sistem perpetual, metode yang digunakan adalah FIFO, LIFO, dan Rata-rata.

"<yoastmark

Metode Biaya – FIFO

Pada umumnya perusahaan menjual barang dagangannya sesuai dengan urutan siapa yang dibeli lebih dulu. Hal ini dengan alasan karena barang yang dibeli memiliki tanggal kadaluwarsa (expired) atau musiman atau modelnya sering berubah, semisal produk roti dan pakaian. Oleh karena itu perusahaan yang memiliki dagangan seperti ini sering kali menggunakan metode FIFO. Alasan utamanya karena FIFO sering konsisten dengan arus fisik atau pergerakan barang. Yang perlu kalian ingat ketika menggunakan metode FIFO “setiap biaya dimasukkan ke dalam harga pokok penjualan dengan urutan yang sama saat biaya tersebut terjadi”.

Persediaan dalam Akuntansi (3)

"<yoastmark

Metode Biaya – LIFO

Ketika menggunakan metode LIFO yang perlu kalian ingat adalah “biaya unit yang terjual merupakan biaya dari pembelian yang terakhir”. Terkadang, buku besar pembantu hanya disiapkan dalam jumlah unit saja. Setelah itu jumlah unit ini diubah ke dalam satuan nominal (nilai mata uang atau rupiah) saat membuat laporan keuangan di akhir periode. Penggunaan LIFO sangat tinggi di negara Amerika Serikat, sedangkan di Indonesia tidak diperkenankan untuk digunakan (dalam peraturan pajak).

"<yoastmark

"<yoastmark

Metode Biaya – Rata-rata

Ketika menggunakan metode rata-rata ini, yang perlu kalian simpan di pikiran yaitu penghitungan terkait biaya untuk setiap jenis barang dilakukan setiap ada transaksi pembelian barang. Setelah itu biaya unit ini digunakan untuk menghitung setiap kali terjadi penjualan dan pembelian lain. Kemudian hitung kembali untuk menghasilkan biaya rata-rata yang baru. Hal ini sering disebut dengan biaya rata-rata bergerak.

METODE BIAYA PERSEDIAAN (SISTEM PERIODIK)

Ketika kalian menggunakan sistem periodik berarti setiap terjadi penjualan, hanya membuat ayat jurnal untuk mencata pendapatan saja. Artinya kalian tidak perlu membuat ayat jurnal harga pokok penjualan setiap terjadi penjualan. Melainkan kalian hanya membuat ayat jurnal Harga Pokok Penjualan ini ketika setelah dilakukannya pemeriksaan fisik saat akhir periode. Di sistem itu perlu dibuat juga asumsi biaya, yaitu dengan metode FIFO, LIFO, dan rata-rata.

Metode Biaya – FIFO

Seperti halnya pada sistem perpetual, ketika metode FIFO ini digunakan maka barang yang pertama keluar atau terjual adalah barang yang pertama kali masuk. Dan setiap terjadi penjualan, hanya membuat ayat jurnal untuk mencatat pendapatan. Dalam metode ini yang perlu kalian ingat “biaya sisa persediaan pada akhir periode berasal dari biaya perolehan paling akhir”.

Metode Biaya – LIFO

Metode LIFO, berarti barang yang pertama keluar atau terjual adalah barang yang terakhir masuk. Begitu juga dengan LIFO, tidak perlu membuat ayat jurnal untuk mencatat HPP setia terjadi penjualan, hanya di akhir periode saja. Dalam metode ini yang perlu kalian ingat adalah “biaya sisa persediaan pada akhir periode berasal dari biaya perolehan paling awal”.

Metode Biaya – Rata-rata

Terkadang biaya rata-rata disebut dengan metode biaya rata-rata tertimbang. Dalam metode rata-rata ini biaya ditandingkan dengan pendapatan sesuai dengan rata-rat biaya unit terjual. Sama halnya dengan rata-rata arus fisik barang, biaya per unit di hitung berdasarkan pembagian jumlah biaya unit barang demgan jumlah unit barang pada periode tertentu. Dalam metode ini yang perlu kalian ingat adalah “biaya sisa persediaan pada akhir periode berasal dari biaya rata-rata barang yang tersedia dijual”.

PERBANDINGAN ANTARA METODE BIAYA FIFO, LIFO, & RATA-RATA

Seperti yang Kinay bahas tadi, bahwa asumsi biaya persediaan terdapat tiga metode yaitu, FIFO, LIFO dan Rata-rata. Bagaimana jika harga per unit barang itu sama saat periode tertentu? Pastinya seluruh metode mendapatkan hasil yang sama. Dikarenakan harga unit setiap pembelian berbeda akan menimbulkan jumlah yang berbeda pada HPP, Laba kotor, Laba bersih dan persediaan akhir.

Penggunaan Metode Biaya FIFO

Metode FIFO ini sering digunakan saat periode terjadinya inflasi, yang biasanya biaya awal itu lebih rendah daripada biaya unit paling akhir. Oleh karena itu FIFO akan menghasilkan laba kotor yang tinggi dibandingkan metode yang lainnya. Ketika inflasi mencapai dua digit, laba kotor yang tinggi sering disebut dengan laba ilusi.

Penggunaan Metode Biaya LIFO

Ketika metode LIFO saat inflasi, tentunya akan menghasilkan HPP yang lebih tinggi sedangkan laba kotor dan persediaan akhir lebih rendah daripada yang lainnya. Karena dalam inflasi, barang unit baru harganya lebih tinggi daripada barang unit awal. Sehingga dapat dibilang metode LIFO hampir berhasil menandingkan biaya saat ini dnegan pendapatan saat ini. Dan yang perlu kalian ketahui dengan metode LIFO menawarkan penghematan pajak karena laba bersih yang dihasilkan lebih rendah daripada lainnya.

Penggunaan Metode Biaya Rata-rata

Seperti yang kalian ketahui metode rata-rata menghasilkan laba kotor yang jumlahnya diantara FIFO dan LIFO. Begitu juga dengan hasil jumlah harga pokok penjualan dan persediaan akhir. Dikarenakan adanya pengaruh dari kecenderungan harga yang diambil dari harga rata-rata dalam menghitung harga pokok penjualan dan persediaan akhir. Dalam serangkaian pembelian, biaya rata-rata akan tetap sama, tanpa memperhatikan arah kecenderungan harga.

Oke, mungkin itu saja penjelasan dari Kinay tentang persedian serta metode-metodenya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Sedikit kata-kata mutiara dari saya.

“Siapapun kamu, anak dari seorang apapun kamu, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk sukses asalkan MAU bukan hanya INGIN saja – Kinay, 2019”

Komentar dengan facebook