Beranda Youtube Perencanaan Channel Youtube untuk Membangun Konten

Perencanaan Channel Youtube untuk Membangun Konten

BERBAGI

Perencanaan Channel Youtube

Sebelum kita melakukan perencanaan channel youtube ke arah yang lebih detail, hal yang perlu dipersiapkan yaitu akun youtube (channel) terkait dengan:

  1. Tema (Niche) Channel
  2. Nama Channel
  3. Logo/Banner/Foto Profil
  4. Video Trailer

Perencanaan Channel Youtube

Pertama, menentukan tema atau niche channel anda, sebelumnya pahami tujuan anda memanfaatkan youtube ini untuk apa? Apakah untuk tujuan serius seperti pemasaran atau promosi, atau bahkan untuk mengisi waktu luang? atau mungkin untuk mengekplore diri anda?

Apabila anda ingin menjadikan channek tersebut sebagai wadah pemasaran, sebaiknya anda menggunakan topik yang relevan dengan produk anda. Misalkan produk anda tentang kecantikan, sebaiknya tema channel anda membahas soal kecantikan, jangan membahas otomotif. gak sinkron!

Kedua, Tentukan nama channel yang pas. Pemberian nama channel jangan menggunakan nama produk, karena biasanya penonton akan menghindari hardselling seperti ini, bisa menggunakan nama anda, atau gabungan dengan nama dan anak anda. atau kata khusus yang sekiranya penonton mudah mengingat. Dimana diharapkan nama tersebut menjadi branding dari produk atau diri anda.

Ketiga, Merencanakan mulai dari logo atau foto profil channel dimana harus relevan dengan temanya. usahakan gunakan foto profil yang menarik dengan kesan minimalis (warna soft atau yang lain).

Keempat, rencanakan cideo trailer dari channel anda. Yang mana menggambarkan atau keunggulan dari channel anda dibandingkan dengan channel lain. contoh, kamu bisa menampilkan hal apa saja yang nanti akan dibahas sampai dengan jadwal upload.

Baca Juga: Mengenal Youtube Marketing dan Cara Melakukannya

Tahap dalam Produksi Video Youtube

Selain perencanaan channel, anda perlu memikirkan perencanaan produksi video untuk mengisi channel anda tersebut.

Menggali Ide Video

Hal yang pertama dipikirkan adalah ide, dimana anda perlu menemunkan ide mulai dari selencar maya atau dari berbagai sumber lainnya. biasanya yang saya lakukan yakni dengan mencari inspirasi dari channel orang lain atua berdasrkan pengalaman yang sudah saya lakukan.

Observasi dan Riset

Perencanaan Channel – Hal ini dilakukan agar produksi video berjalan lebih lancar tanpa harus memikirkan on the spot, sebagai contoh anda ingin membuat video vlog ke madura, jadi kamu perlu melakukan riset, objek apa yang menarik di madura, dan berapa harga tiket masuknya. hal itu perlu kamu ketahui terlebih dahulu, karena terkait dengan keuangan tim anda.

Cara riset yang bisa lakukan, yakni bisa observasi langsung ke lapangan atau bisa selancar maya di blog atau informasi dari teman teman di daerah yang akan kita tuju.

Pembuatan Storyline dan Storyboard

Setelah materi hasil riset dan observasimu terkumpul, saatnya melakukan perencanaan alur cerita. bisa dalam bentu storyline (teks) atau story board (gambar).

Storyline, petunjuk yang bisa anda gunakan saat proses pengambilan gambar agar mengetahui alur, cara pengambilan gambar, apa saja yang harus diambil bagaimana cara pengambilan gambarnya. dan berbagai info yang terkait pengambilan gambar. ibaratnya sebuah peta. tanpa peta anda akan kebingungan mau kemana. Di internet banyak sekali macam format dari storyline.

Sedangkan storyboard, terkait dengan representasi visual atau gambar yang akan diproduksi, sama halnya dengan storyline hanya saja menggunakan visual dalam menyampaikan informasi terkait produksi. namun juga ada narasi dibawahnya.

Dengan adanya kedua hal tersebut pihak yang berkaitan dengan produksi akan tau gambaran yang akan kita proses. apabila anda seorang videografer tentu hal ini akan membantu dalam presentasi ke pihak klien. Bila anda bekerja seorang diri bisa menggunakan storyline karena pembuatannya relatif mudah. namun bisa berkaitan dengan banyak pihak sebaiknya lebih rinci yakni menggunakan ilustrasi gambar dan narasi.

Pengambilan Gambar

Setelah membuat storyline, langkah selanjutnya mengeksekusi pengambilan gambar yang biasa disebut proses syuting. Namun sebelum melakukan proses syuting ada baiknya bila anda sebagai videografer sudah menyiapkan pengambilan gambar yang pas dengan reka adegan yang akan diperankan oleh aktor nanti. tentunya pada setiap pengambilan gambar harus memiliki makna, agar tujuan dari pembuatan video tersampaikan.

Editing

Proses pengambilan gambar selesai, selanjutnya ke tahap pre production atau editing baik proses cutting, penambahan efek untuk mendukung suasana dan lain sebagainya. biasanya hal yang saya lakukan adalah mengkoreksi warna yang menyesuaikan dengan suasana. kalau aktor mengekspresikan sedih tone harus lebih ke warah warm atau hangat jangan ke biru biruan. Selain itu anda juga bisa menambahkan music atau mengedit suara dari aktor agar suara yang dihasilkan lebih mendukung suasana.