Beranda Bisnis Penyebab Manajer Mengalami Kegagalan Dalam Perusahaan

Penyebab Manajer Mengalami Kegagalan Dalam Perusahaan

568
1
BERBAGI

Penyebab Manajer Gagal

Semua orang memiliki kekurangan dan kelemahan, dan keduanya menjadi makin jelas dalam kondisi perubahan cepat dan ketidakpastian. Oleh karenanya di masa pergolakan, para manajer harus berdiri tegar dan menerapkan seluruh keterampilan dan kompetensi mereka sehingga dapat menguntungkan organisasi dan seluruh pemegang kepentingannya (stakeholder), baik karyawan, pelanggan, investor maupun masyarakat.\

Baca Juga: Tips Sukses Dalam Manajemen dan Tempat Kerja Baru

Pada dekade belakangan, berbagai contoh yang banyak di ekspos memperlihatkan apa yang terjadi jika para manajer gagal menerapkan keterampilan mereka secara efektif dan etis untuk memenuhi tuntutan dunia yang tidak pasti dan berubah dengan cepat. Perusahaan-perusahaan seperti Enron, tyco, dan WorldCom mengalami kejayaan selama dekade 1990an tetapi, ambruk akibat skandal keuangan. Perusahaan lain, misalnya Rubbermaid dan Kmart, kini tengah berjuang untuk mengatasi mismanajemen selama bertahun-tahun.

Keserakahan dan kebohongan korporat memang mendominasi berita utama, tetapi masih banyak perusahaan yang falter atau gagal karena tidak begitu spektakuler. Para manajer gagal mendengarkan pelanggan, salah menafsirkan sinyalemen pasar, atau tidak mampu membangun tim yang solid dan melaksanakan rencana strategis. Selama beberapa tahun belakangan banyak CEO termasuk Bob Nardelli di Home Depot, Carly Florina di Hewelt-Packard dan Michael Esner di Disney yang digulingkan dari jabatannya karena mereka gagal menerapkan rencana strategis atau menyenangkan para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Proses Pengambilan keputusan

Peneletian mutakhir mengenai organisasi dan eksekutif yang tengah berjuang memperlihatkan berbagai kesalahan yang sering dilakukan para manajer di masa yang sarat pergolakan. Salah satu kesalahan terbesar adalah kegagalan manajer untuk memahami dan menyesuaikan diri terhadap cepatnya perubahan di dunia.

Persoalan lain yang berkaitan adalah para manajer puncak yang menciptakan iklim rasa takut di organisasi sehingga orang-orang pun takut menyatakan kebenaran dan berupaya untuk menghindari kemarahan pimpinan. Akibatnya, berita buruk di sembunyikan dan sinyalemen penting dari pasar pun terlewatkan. Orang-orang tidak lagi berpikir secara kreatif, menghindar dari tanggung jawab dan bahkan tergelincir ke dalam perilaku tidak etis jika perilaku itu sesuai dengan prinsip Asal Bapak Senang.

Kesalahan manajerial yang lain mencakup kemampuan komunikasi dan menyimak yang buruk, keterampilan interpersonal yang buruk, memperlakukan karyawan sebagai instrumen, gagal memperjelas arahan dan ekspektasi kinerja, melarang pendapat-pendapat yang berseberangan, dan ketidakmampuan membangun tim manajemen yang bercirikan saling percaya dan hormat. Sebab utama Bob Nardelli dikelurakan dari Home Depot adalah karena dia tidak mampu membangun kepercayaan dan solidalitas di antara dewan direksi dan tim manajemennya dan gaya brusque dan unfeeling-nya tidak disukai oleh para eksekutif dan karyawan lainnya.

Bob menggunakan kalimat keras untuk menekankan pemikirannya pada sebuah pertemuan pertamanya setelah menjadi CEO. Dia dilaporkan mengatakan “Kalian tidak tahu cara menjalankan… Bisnis” . pada pertemuan tahunan yang di dalamnya para pemegang saham memprotes paket pembayaran Bob yang terlampau besar sang CEO hanya memberikan waktu satu menit bagi para pemegang saham untuk mengajukan pertanyaan. Hal ini memperkuat citranya sebagai eksekutif tidak peka dan tidak mau mendengar maupun berkompromi.

Dia mencoba memperbaiki hal ini dengan mengatakan “tur menyimak”, tetapi semua sudah terlambat. Bandingkan pendekatan Nardelli dengan pendekatan Jim McNerney yang menghabiskan enam bulan pertamanya sebagai CEO Boeing untuk berbicara dengan karyawan di seluruh perusahaan untuk memahami kekuatan dan tantangan Boeing serta menekankan perlunya kerja sama.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here