Beranda Ekonomi Pengertian dan Sejarah Lahirnya Ilmu Ekonomi Dalam Masyarakat

Pengertian dan Sejarah Lahirnya Ilmu Ekonomi Dalam Masyarakat

2863
1
BERBAGI

Apakah Ilmu Ekonomi itu?

Sebagai salah satu cabang pohon ilmu pengetahuan yang amat besar dan luas, ilmu ekonomi di beri gelar sebagai the oldest art, and the newest science, atau ekonomi merupakan seni yang tertua dan ilmu pengetahuan yang termuda. Masalah-masalah ekonomi lahir serentak dengan terbitnya matahari kemanusiaan puluhan ribu tahun yang silam. Tidak ada satu cabang ilmu pun yang lebih tua atau lebih dahulu lahir daripadanya. Mungkin saja ada orang yang mengatakan bahwa ilmu kedokteran yang lebih tua, atau barangkali ilmu hukum. Itu semua kurang benar sebab ilmu (atau lebih baik disebut dengan “seni” saja bukan ilmu, sebab di zaman yang paling awal dari sejarah kemanusiaan itu belum ada ilmu yang memiliki sistematika, disiplin, serta keharusan-keharusan ilmiah yang lain) kedokteran timbul setelah orang merasa sakit dan ingin sembuh dari sakitnya, sedangkan hukum diperlukan orang setelah orang melihat kemungkaran terjadi di antara anggota masyarakat. Lainnya haknya dengan ekonomi yang dirasakan perlunya sejak Nabi Adam a.s diturunkan ke bumi bersama istrinya. Kebutuhan mereka akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal telah memaksa mereka untuk bergaul dengan masalah-masalah ekonomi.

Hal ini tampak jelas jika kita ikuti pendapat Georg Friederich List (1789-1846), seorang ahli ekonomi bangsa Jerman yang membagi tahap-tahap kehidupan ekonomi manusia diantaranya:

  1. Perburuan dan perikanan
  2. Peternakan
  3. Pertanian
  4. Pertanian dan kerajinan setempat.
  5. Pertanian, industri, perniagaan internasional

Pengertian Ilmu Ekonomi merupakan seni yang tertua di dunia dan ilmu pengetahuan yang termuda. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani Oikos Nomos, yang berarti tata laksana rumah tangga atau permilikan. Tokoh yang pertama kali menulis permasalahn ekonomi adalah Aristoteles dari Yunani sehingga orang sekarang menyebutnya sebagai ahli Ekonomi Pertama. Sesudah melalui masa yang sangat panjang, barulah ilmu ekonomi mendapatkan bentuk serta takrif (definisi) yang mantap seperti sekarang ini. Di dalam takrif itu, ternyata masalah utama dan setiap persoalan ekonomi adalah Problem of choice (Masalah pemilihan) di antara berbagai alternatif penggunaan suatu barang.

Sementara itu masalah perekonomian yang paling pokok meliputi tiga masalah yang fundamental dan saling berkaitan yakni (What, how, dan for whom goods should be produced, yang secara lengkap menunjukkan hubungan yang erat antara produksi dan konsumsi.

Menelusuri cerita lahirnya ilmu ekonomi barat, maka kita bertemu dengan Jean Baptiste Colbert dari Prancis, yang melambangkan paham merkantilisme atau colbertisme. Namun, paham ini akhirnya dirombak oleh Francois Quesnay yang bersama-sama dengan Jacques Turgot mengumumkan berlakunya sistem fisioktratisme di Prancis. Paham Quesnay inilah yang akhirnya menarik perhatian Adam Smith, sehingga akhirnya Smith menulis buku yang berjudul “The Wealth of Nations” yang memuat ide pokok paham liberal. Paham ekonomi liberal yang di umumkan oleh Adam Smith ini menentang segala bentuk campur tangan pemerintah di lapangan ekonomi. Salah satu teori Smith yang terkena adalah Teori Tangan Gaib (Theory of Invisible Hand). Ekonomi sebagai ilmu dinyatakan lahir bersamaan dengan saat terbitnya buku Smith itu dan oleh karenanya Smith dinyatakan oleh orang sekarang sebagai Founder of Modern Economics.

Perjalanan ilmu ekonomi tidak berhenti dengan revolusi Adam Smith itu. Pemikirannya disusul oleh mereka yang melihat kelemahan teorinya. Para ahli ekonomi Jerman, dimotori oleh Marx merasa amat kecewa dengan kinerja liberalisme yang meletakkan rakyat kebanyakan sebagai sapi perahan para kapitalis. Mereka pun lalu memunculkan aliran ekonomi baru yang disebut komunisme. Di barat, muncul aliran Keynesian yang menjawab kegagalan liberalisme yang dimunculkan oleh Smith yang telah melahirkan malaise, dan bahkan menyebutnya “klasik”. Akan tetapi, pemikir-pemikir klasik malah menyambutnya dengan memunculkan paham neoklasik.

Paham Keynesian dan Neoklasik ini akhirnya diberlakukan bersama-sama oleh banyak negara. Namun, kegagalan ekonomi masih juga terjadi dimana-mana. Rupanya umat manusia sedang menunggu lahirnya sebuah aliran ekonomi baru.

Baca juga artikel mengenai Proses Riset Pemasaran yang Benar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here