Beranda Ekonomi Pendekatan Ilmu Perilaku dalam Dunia Manajemen

Pendekatan Ilmu Perilaku dalam Dunia Manajemen

740
2
BERBAGI

Pendekatan Ilmu Perilaku

Pendekatan ilmu perilaku (behavioral sciences approach) menggunakan metode ilmiah dan memanfaatkan sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi, serta disiplin ilmu lain untuk mengembangkan teori mengenai perilaku dan interaksi manusia dalam konteks organisasi. Pendekatan ini dapat ditemui di hampir semua organisasi. Ketika mengadakan penelitian untuk merumuskan berbagai  tes standar, wawancara, dan profil karyawan yang paling cocok untuk digunakan dalam perekrutan karyawan baru, IBM menggunakan pendekatan ilmu perilaku. Ketika toko alat-alat elektronik Best Buy mengajarkan teknik memotivasi karyawan kepada manajer baru, sebagian besar teori dan hasil penemuannya berakar kepada penelitian ilmu perilaku.

Baca Juga : Definisi Masalah Dalam Proses Riset Pemasaran

Satu contoh teknik manajemen berbasis pendekatan ilmu perilaku adalah pengembangan organisasi (organization develpoment – OD). Pada tahun 1970-an, pengembangan organisasi berkembang menjadi bidang tersendiri yang menerapkan ilmu perilaku untuk meningkatkan kesehatan dan efektivitas organisasi lewat kemampuannya menghadapi perubahan, mempererat hubungan internal, dan meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah. Sejak saat itu, teknik dan konsep pengembangan organisasi diperluas untuk menangani organisasi dan lingkungan yang makin kompleks, dan pengembangan organisasi masih menjadi pendekatan penting bagi para manajer.

Konsep lain yang berakar kepada ilmu perilaku adalah matriks organisasi, tim-tim yang mengelola diri mereka sendiri, pemikiran budaya perusahaan, dan manajemen dengan cara berkeliling. Lebih jauh, pendekatan ilmu perilaku telah memengaruhi sebagian besar peranti, teknik, dan pendekatan yang diterapkan para manajer di organisasi sejak tahun 1970-an.

Dalam pendekatan perilaku percaya bahwa manajer tidak berfokus kepada produksi, namun dalam pendekatan perilaku manajer harus berfokus terhadap karyawan, karena ketika manajer berfokus terhadap karyawan hal ini akan menyebabkan hasil yang lebih produktif. Dalam ilmu ini manajemen di tuntut untuk memerhatikan perilaku dan kebiasaan individu manusia yang terdapat dalam sebuah organisasi dan pentingnya pula manajemen melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan manusia yang ada dalam organisasi agar organisasi dapat berjalan dengan baik. Pendekatan ilmu perilaku (behavioral sciences approach) juga menekankan karyawan tumbuh dan berkembang mempertahankan harga diri dan tetap produktif.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here