Beranda Pendidikan Patofisiologi Penyakit Kardiovaskular Berupa Tekanan Darah

Patofisiologi Penyakit Kardiovaskular Berupa Tekanan Darah

838
0
BERBAGI

Tekanan darah timbul karena kerja otot jantung memompa. Besar tekanan darah tergantung kekuatan denyut jantung. Jantung berdenyut 70-80x/menit. Alat untuk mengukur tekanan darah biasa disebut tensimeter atau bisa juga menggunakan sphygmomanometer. Ada 2 fase tekanan yang masing-masing dapat diukur terpisah yaitu :

  • Tekanan sistolik adalah tekanan yang terjadi pada puncak denyut jantung saat darah dipompa dari ventrikel ke arteri. Tekanan sistolik berada pada keadaan normal jika tensimeter menunjukkan angka dibawah 120 mmHg.
  • Tekanan diastolik adalah tekanan paling rendah saat jantung mengembang ketika ventrikel jantung berelaksasi. Tekanan diastolik berada pada keadaan normal jika tensimeter menunjukkan angka dibawah 80 mmHg.
Tekanan Darah
Tensimeter atau sphygmomanometer
  1. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi atau biasa disebut dengan hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah pada jantung. Gejala hipertensi biasanya penderita mengalami pusing, sering gelisah, mudah marah, telinga berdengung, susah tidur atau insomnia, sesak napas, mimisan, mudah lelah dan pandangan menjadi kabur. Tekanan darah dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu pre-hipertensi, stadium 1 dan stadium 2. Seseorang dikatakan pre-hipertensi apabila tekanan sistolenya 120-139 mmHg atau tekanan diastolenya 80-89 mmHg. Seseorang dikatakan hipertensi stadium 1 apabila tekanan sistolenya 140-159 mmHg atau tekanan diastolenya 90-99 mmHg dan seseorang dikatakan hipertensi stadium 2 apabila tekanan sistolenya 160 mmHg atau lebih dari 160 mmHg atau tekanan diastolenya 100 mmHg atau lebih dari 100 mmHg. Tekanan darah dihasilkan oleh :

  1. Kekuatan kontraksi jantung
  2. Tahanan pembuluh nadi terhadap mengalirnya darah
  3. Saraf otonom sistem simpatikus dan parasimpatikus

Tekanan darah bervariasi selama 24 jam tergantung pada aktifitas fisik, pengaruh emosi dan pengaruh hormon-hormon. Penyebab tekanan darah tinggi bervariasi antara lain karena stress tersembunyi, stress dan ketegangan, penyakit arteri, gula darah atau diabetes, menopause atau proses penuaan, perubahan pola hidup, kegemukan, alkohol dan merokok.

Hipertensi banyak mengakibatkan resiko penyakit yang lebih besar dan lebih berbahaya. Hipertensi disebut hidden killer atau pembunuh tersembunyi karena itu hipertensi bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu ada beberapa cara untuk mengurangi resiko hipertensi yaitu :

  • Periksa tekanan darah secara teratur

Dengan memeriksakan tekanan darah secara teratur, paling tidak kita bisa mengetahui secara teratur berapa tekanan sistolik dan tekanan diastolik agar dapat mencegah terjadinya hipertensi.

  • Jaga berat badan ideal

Agar dapat mengurangi hipertensi kita dapat menjaga berat badan kita tetap ideal. Dengan menjaga berat badan kita tetap ideal, kerja jantung tidak terlalu berat.

  • Kurangi konsumsi garam

Garam mengandung zat natrium (NaCl). Natrium berfungsi untuk mengontrol volume dan tekanan darah dalam pembuluh darah. Semakin banyak mengonsumsi garam, semakin banyak juga zat natrium yang kita konsumsi sehingga menyebabkan volume darah meningkat. Sedangkan pembuluh darah tidak mengalami pelebaran dan ukurannya tetap sama sehingga aliran darah menjadi deras. Hal inilah yang disebut dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Untuk mengurangi konsumsi garam, sebaiknya kita menggunakan rempah-rempah sebagai pengganti garam.

  • Jangan merokok

Merokok bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah dan bisa meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHg. Nikotin yang ada pada tembakau bisa memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang bisa menyempitkan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah bisa menyebabkan hipertensi. Untuk itu kurangi konsumsi rokok.

  • Olahraga secara teratur

Olahraga secara teratur bisa membuat tubuh kita terasa sehat dan bugar. Jika tubuh kita sehat dan bugar, maka kerja organ dalam tubuh kita akan teratur atau bekerja dengan baik, termasuk jantung. Jantung akan berkontraksi dan mengedarkan darah dengan baik. Sehingga hal itu tidak menyebabkan hipertensi.

  • Hidup teratur

Kita harus membiasakan diri hidup teratur. Pola hidup yang teratur dapat mengurangi stress. Hindari suatu pekerjaan yang dikerjakan secara terburu-buru. Karena pekerjaan yang dikerjakan secara terburu-buru akan membuat kita seakan-akan dikejar waktu sehingga mengakibatkan kerja jantung kita meningkat dan meningkatkan hipertensi.

  • Kurangi stress

Stress dapat meningkatkan resiko hipertensi. Pada keadaan stress, tubuh meningkatkan produksi hormon stress yaitu kortisol dan adrenali. Kedua hormon ini akan membuat kerja jantung meningkat sehingga dapat mengakibatkan hipertensi.

  • Hindari makanan berlemak

Makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol sangat tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi. Makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol contohnya jeroan sapi, daging kambing, makanan cepat saji seperti pizza, hamburger dan sebagainya. Terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bukan hanya dapat meningkatkan hipertensi, namun kesehatan jantung juga akan terganggu.

  1. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Tekanan darah rendah atau yang biasa disebut dengan hipotensi adalah tekanan darah pada jantung yang lebih rendah dari normal. Biasanya terjadi setelah sakit atau semasa penyembuhan. Gejala yang dialami seperti lelah, lesu, kurang darah atau anemia, terlihat sangat lemah, pucat, badan dingin dan kehilangan keseimbangan.

Berikut ini adalah istilah-istilah penting yang berhubungan dengan kerja jantung atau denyut jantung yang abnormal :

  • Takikardia adalah frekuensi denyut jantung cepat dan tidak normal.
  • Bradikardia adalah frekuensi denyut jantung yang melambat daeri keadaan normal.
  • Fibrilasi atrium adalah atrium berdenyut sangat cepat dan tidak teratur.
  • Aritmia adalah atrium berdenyut tidak teratur.
  • Palpitasi adalah denyut jantung yang berdebar-debar cepat.
  • Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) adalah prosedur pertolongan pertama atau first aid dengan tehnik kompresi jantung secara eksternal.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko hipotensi yaitu :

  • Mengurangi atau bahkan membatasi konsumsi minuman keras

Minuman keras dapat mengakibatkan hipotensi, sehingga kita harus mengurangi atau bahkan membatasi konsumsi minuman keras dan minum air putih yang banyak. Hindari minuman yang mengandung kafein di malam hari.

  • Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil

Untuk penderita hipotensi, hendaknya lebih sering mengonsumsi makanan dalam porsi kecil lebih baik dibandingkan mengonsumsi makanan dalam porsi besar.

  • Dianjurkan untuk mengurangi aktifitas yang lebih banyak berdiri

Penderita hipotensi dianjurkan untuk menghindari berdiri untuk jangka waktu lama. Jika pekerjaan atau aktifitas tersebut bisa dilakukan dalam keadaan duduk, maka sebaiknya perbanyak duduk.

Pemeriksaan diagnostik pada penyakit kardiovaskular :

  • Elektro Kardio Gram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktifitas listrik pada jantung dalam waktu tertentu.
Tekanan Darah
Elektro Kardio Gram (EKG)
  • Echo Kardio Gram (ECHO) adalah tindakan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan sonogram jantung.
Echo Kardio Gram (ECHO)
Hasil Pemeriksaan Echo Kardio Gram (ECHO)
  • Kateterisasi Jantung adalah rangkaian prosedur untuk memasukkan kateter ke dalam bilik atau pembuluh darah jantung.
Kateterisasi Jantung
Kateter
  • Treadmill adalah uji berlatih untuk menentukan seberapa baik jantung bekerja dan merespon stress eksternal.
Treadmill
  • Computed Tomography (CT Scan) adalah sebuah prosedur pemeriksaan secara medis untuk jenis penyakit atau trauma tertentu.
Computed Tomography (CT Scan)
  • Magnetic Resinance Imaging (MRI) adalah prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar X atau bahan radioaktif.
Magnetic Resinance Imaging (MRI)

Tindakan terapi sistem kardiovaskular :

  • Thrombolytic adalah penggunaan obat-obatan untuk menghancurkan atau melarutkan gumpalan darah yang merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke.
  • Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah tindakan dengan melakukan pelebaran dari pembuluh darah koroner yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan dengan pemasangan stent (gorong-gorong) agar pembuluh darah tersebut tetap terbuka.
  • Cardiac Cateterization adalah suatu prosedur medis yang dilaksanakan dengan tujuan mendeteksi, mencari atau mengobati penyakit jantung.
  • Coronary Artery Bypass Graft (CABG) adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk memintas (jalan memutar) arteri jantung yang tersumbat untuk memulihkan aliran darah normal ke otot jantung.
  • Anastomosis adalah hubungan antarpembuluh melalui saluran-saluran kolateral atau pembentukan suatu hubungan antara dua rongga atau organ yang normalnya terpisah akibat pembedahan, trauma, atau penyakit.
  • Percutaneus Transluminal Coronary Angio Plasty (PTCA) adalah prosedur terapi untuk memperbaiki aliran darah ke miokard dengan menempatkan balon kateter pada daerah penyempitan koroner dan mengembangkannya.
  • Endarterectomy adalah prosedur untuk menghilangkan gumpalan darah yang menyumbat arteri pulmonalis.
  • Ballon Mitral Valvuloplasty (BMV) adalah suatu tindakan minimal invasif untuk memperlebar penyempitan katup mitral dengan melakukan dilatasi terhadap katup mitral dengan menggunakan balon.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam artikel saya kali ini. Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa dibagikan kepada teman-teman yang lain. Terimakasih.

Komentar dengan facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here