Beranda Tidak Ada Ketegori Pengertian dan Karakteristik Organisasi Birokratis Menurut Max Weber

Pengertian dan Karakteristik Organisasi Birokratis Menurut Max Weber

408
0
BERBAGI

Organisasi Birokratis

Pendekatan organisasi birokratis (bureaucratic organizations), satu bagian dari perspektif klasik adalah sebuah pendekatan sistematis yang berkembang di Eropa dan memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan. Max Weber (1864-1920), seorang ahli dari Jerman, memperkenalkan sebagian besar dari konsep organisasi birokratis.

Di akhir tahun 1800-an, banyak organisasi Eropa yang dikelola secara pribadi atau oleh keluarga. Para karyawan lebih setia kepada individu dan bukan kepada organisasi atau misinya. Konsekuensi negatif dari praktik manajemen ini adalah sumber daya juga digunakan untuk mewujudkan hasrat individu dan bukan tujuan organisasional. Para karyawan pun menjadi pemilik organisasi dan menggunakan sumber daya untuk kepentingan mereka sendiri, bukan untuk melayani pelanggan. Webber memiliki visi bahwa organisasi harus di kelola secara impersonal dan rasional. Bentuk organisasi ini disebut Birokrasi. Ada enam karakteristik biokrasi yang digagas oleh Webber :

  1. Pembagian kerja dengan otoritas dan tanggung jawab yang ditentukan secara jelas
  2. Seleksi dan promosi didasarkan pada kualifikasi teknis
  3. Tindakan dan keputusan administratif dicatat
  4. Manajemen terpisah dari kepemilikan organisasi
  5. Manajer mematuhi aturan dan prosedur yang dapat diandalkan dan diprediksi
  6. Posisi dalam organisasi diatur berdasarkan suatu hierarki otoritas

Baca juga : Pengertian Manajemen Ilmiah

Webber percaya bahwa organisasi yang didasarkan kepada otoritas rasional akan lebih efisien dan dapat beradaptasi dengan perubahan karena kontinuitas lebih ditentukan oleh struktur formal dan posisi daripada oleh seseorang yang bisa pergi atau meninggal. Bagi Weber, rasionalitas organisasi berarti bahwa seleksi dan promosi karyawan di dasarkan bukan kepada siapa yang kita kenal, namun berdasarkan kompetensi dan kualifikasi teknis, yang dinilai melalui tes atau menurut pelatihan dan pengalaman. Kontinuitas organisasi bergantung kepada aturan dan catatan tertulis. Di samping itu, aturan dan prosedur bersifat impersonal dan berlaku seragam bagi seluruh karyawan. Pembagian tenaga kerja yang jelas muncul dari definisi yang jelas tentang otoritas dan tanggung jawab yang dilegitimasi sebagai tugas resmi. Posisi diorganisasikan dalam sebuah hierarki dengan satu posisi berada di bawah posisi lain yang lebih tinggi. Manajer bergantung bukan kepada kepribadiannya agar berhasil memberi perintah, namun kepada kekuasaan resmi yang dimungkinkan oleh posisi manajerial.

Istilah birikrasi diartikan negatif oleh organisasi masa kini dan diasosiasikan dengan aturan dan tinta merah tanpa akhir. Kita semua pernah dibuat frustasi karena harus mengantri atau mengikuti prosedur konyol. Namun, aturan dan prosedur birokratis lain telah menjadi cara standar dalam menangani karyawan. Semua orang diperlakukan dengan setara dan semuanya mengetahui aturan yang ada. Fondasi ini memungkinkan banyak organisasi menjadi sangat efisien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here