Beranda Pendidikan Minutasi Didalam Pengadilan

Minutasi Didalam Pengadilan

120
3
BERBAGI

Hello Guys,

Masih bersama Mr. Hart.

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu pendidikan didalam Ilmu Hukum yaitu ‘Minutasi Didalam Pengadilan”


M I N U T A S I


Berkas Minutasi didalam Pengadilan

Minutasi adalah serangkaian proses yang dilakukan panitera pengadilan dalam menyelesaikan proses administrasi meliputi pengetikan, pembendelan serta pengesahan suatu berkas perkara yang didalamnya telah mempunyai kekuatan hukum tetap terhadap suatu putusan pengadilan oleh majelis hakim (Incrach).

Didalam Keputusan Direktur Jendral Badan Peradilan Umum yang telah memberikan keputusan dengan nomor : 1939/DJU/SK/HM.02.3/10/2018  tentang “Pedoman pemberkasa arsip perkara yang telah diminutasi pada Pengadilan tingkat pertama” menyebutkan bahwa tujuan daripada minutasi berkas perkara adalah (1) untuk tertib penyusunan berkas perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (BHT) oleh penyelenggara arsip, (2) sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pelayanan pengadilan maka berkas arsip perkara harus disusun berdasarkan pola yang sama.

Pada Keputusan Direktur Jendral Badan Peradilan Umum dengan nomor : 1939/DJU/SK/HM.02.3/10/2018  tentang “Pedoman pemberkasa arsip perkara yang telah diminutasi pada Pengadilan tingkat pertama” tersebut didalamnya terdapat beberapa kualifikasi pedoman penyusunan berkas perkara pada pengadilan tingkat pertama yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Incrach), beberapa pedoman penyusunan berkas perkara minutasi tersebut dapat penulis sajikan antara lain sebagai berikut :

Lampiran I
  1. Susunan berkas berkas “perkara pidana” yang telah diminutasi (Bundel A) di pengadilan tingkat pertama;
  2. Susunan berkas berkas “perkara perdata gugatan” yang telah diminutasi (Bundel A) di pengadilan tingkat pertama;
  3. Susunan berkas berkas “perkara perdata permohonan” yang telah diminutasi (Bundel A) di pengadilan tingkat pertama;
  4. Penjilidan berkas perkara yang akan diarsipkan.
Lampiran II
  1. Format Checklist isi berkas perkara “pidana” di Pengadilan tingkat pertama;
  2. Format Checklist isi berkas perkara “perdata gugatan” di Pengadilan tingkat pertama;
  3. Format Checklist isi berkas perkara “perdata permohonan” di Pengadilan tingkat pertama;
  4. Format jadwal persidangan (Court Calender).

Baca Juga : Kerajinan Tangan Rantang

Didalam Keputusan Direktur Jendral Badan Peradilan Umum dengan nomor : 1939/DJU/SK/HM.02.3/10/2018 tersebut telah memberikan pemahaman bahwa didalam proses peradilan yang berada didalam pengandilan tingkat pertama pada tahap akhir terdapat pedoman didalam menyusun proses Minutasi berkas perkara supaya didalam tatanan penyusunan yang ada di pengadilan tingkat pertama seluruh Indonesia dapat sesuai dan tersusun rapi secara bersama – sama.

Cara Minutasi Perkara

Isi didalam berkas Minutasi perkara yang ada didalam Pengailan tingkat pertama di Indonesia.

Hasil wawancara penulis pada tanggal 30 Oktober 2018 kepada Panitera Pengadilan yang beradi di Pengadilan Negeri Pamekasan pada saat penulis melakukan proses praktik kerja kemahiran hukum selama 1 (satu) periode atau 1 (satu) bulan lamanya yang pada pokoknya hasil wawancara tersebut adalah mengetahui sistematika atau tata cara melakukan proses Minutasi berkas perkara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Hasil wawancara tersebut antara lain dapat penulis sajikan dalam penjelasan sebagai berikut :

Pertama.

Proses melakukan Minutasi berkas perkara dapat dilakukan mulai atau sejak awal persidangan dimualai secara berangsur – angsur dengan cara urutan peristiwa perkara yang telah terdaftar dan telah mendapatkan nomor register perkara persidangan didalam pengadilan, hal ini akan memudahkan panitera dalam melakukan proses Minutasi berkas perkara karena ketika didalam melakukan proses Minutasi pada awal persidangan, maka akan dapat mempersingkat waktu dan juga berkas langsung tertata rapi secara golongan – golongan berkas yang diterima oleh panitera. Begitu kiranya tutur dari Panitera Pengadilan Negeri Pamekasan  pada tanggal 30 Oktober 2018 lalu.

Kedua.

Pengawas dan penanggung jawab dilakukan oleh Majelis Hakim yang berada pada proses persidangan didalam berkas perkara teregister yang ditanganinya, selanjutnya tugas Minutasi dilimpahkan kepada Panitera atau Panitera Pengganti yang berada didalam proses persidangan perkara tersebut.

Ketiga.

Didalam melakukan proses Minutasi atas proses persidangan perkara tersebut mempunyai jangka waktu proses dilakukannya minutasi, Panitera Pengadilan menuturkan bahwasanya jangka waktu dalam melakukan proses Minutasi adalah selama 30 (tiga puluh) hari atau selama 1 (satu) bulan lamanya, dan jika didalam melakukan proses Minutasi tersebut melebihi jangka waktu yang telah ditetukan, maka langkah dari pada Panitera Pengadilan tersebut akan berkonsultasi dengan Majelis Hakim yang terkait didalam proses perkara yang telah ditanganinya untuk dapat memberikan pertimbangan – pertimbangan atau memberikan kebijakan – kebijakan atas terkendalanya proses Minutasi berkas perkara yang melebihi batas maksimum proses Minutasi.

Keempat.

Semua berkas perkara yang bersangkut – paut atas perkara yang ditangani haruslah selesai dan juga harus mempunyai tandatangan dan stampel dari para pihak yang terkait sehingga nantinya supaya dapat dilanjutkannya proses Minutasi kedalam tahap selanjutnya.

Isi didalam berkas Minutasi perkara yang ada didalam Pengailan tingkat pertama di Indonesia.
Kelima.

Didalam melakukan proses Minutasi berkas perkara, wajib hukumnya menyertakan kaset CD yang didalamnya memuat isi Putusan secara keseluruhan, tanpa adanya kaset CD tersebut proses minutasi tidak akan diterima dantidak akan dimasukan kedalam kearsipan berkas yang berada didalam pengadilan tempat dimana proses minutasi tersebut dilaksanakan.

Keenam.

Semua berkas perkara yang berada didalam proses minutasi harus dilakukan pengelompokan dan dijadikan menjadi 1 (satu) jilid beras,

Ketujuh.

Semua berkas perkara harus sesuai dengan peraturan penyusunan berkas perkara yang paling baru. Untuk dapat mengetahui berkas tersebut masuk kedalam pedoman yang paling baru atau pedoman lama dapat dilihat didalam petikan putusan yang berada didalam berkas lampiran Minutasi tersebut.

Kedelapan.

Kemudian langkah selanjutnya adalah mengelompokan sesuai dengan panduan yang paling baru dan juga pengecekan secara keseluruhan, hal tersebut dapat dimulai dari urutan – urutan yang ada didalam pedoman tersebut, daftar isi berkas Minutasi, tandatangan para pihak yang terkait, stampel para pihak yang terkait dan lain sebagainya.

Kesembilan.

Langkah selanjutnya ketika dianggap telah lengkap adalah dengan melakukan pembendelan dan penyegelan serta memberikan keterangan didalam sampul bendel yang pada pokoknya adalah nama terdakwa atau para terdakwa, nomor register, nama hakim, nama panitera, tanggal putusan, jadwal berita acara persidangan dan lain sebagainya.

Kesepuluh.

Pada tahap akhir adalah memberikan atau menyetorkan Minutasi berkas perkara tersebut kepada kepala bagian kearsipan supaya nantinya pihak kearsipan dapat mengecek keseluruhan berkas tersebut apakah telah sesuai atau layak untuk dilakukan proses arsipisasi, pengungahan putusan kedalam Direktori Putusan Mahkamah Agung dan penaruhan berkas perkara didalam kearsipan (arsipisasi).

Fungsi Dilakukannya Minutasi

Minutasi Berkas Perkara

Didalam proses interview pada tanggal 30 Oktober 2018 kepada Panitera Pengadilan Negeri Pamekasan tersebut, penulis telah berhasil mencari dan mengali informasi terhadap fungsi daripada proses Minutasi berkas perkara yang dilakukan oleh panitera pengadilan. Fungsi – fungsi tersebut dpat penulis jelaskan antara lain sebagai berikut :

  1. Sebagai kewajiban dan tugas dari Panitera pengadilan dalam melakukan tugasnya;
  2. Mempermudah pengelompokan berkas perkara yang sesuia;
  3. Sebagai barang bukti LENGKAP atas kasus terhadap tindakan peradilan oleh para terdakwa yang bersangkutan.
  4. Sebagai bahan kearsipan yang nantinya dapat dilaporkan kepada Mahkamah Agung
  5. Sebagai bahan dasar dalam putusan pengadilan dan juga data file putusan yang diungah kedalam Direktori Putusan Mahkamah Agung.

Terimakasih

Semoga Bermanfaat


 

Komentar dengan facebook

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here