Beranda Pendidikan Mindset Sebagai Pondasi, Pengetahuan Sebagai Pelengkap

Mindset Sebagai Pondasi, Pengetahuan Sebagai Pelengkap

116
1
BERBAGI

Masyarakat Indonesia memiliki pola pikir apabila pengetahuannya luas maka potensi untuk sukses akan terbuka lebar. Banyak sekali masyarakat di Indonesia menempuh jenjang perguruan tinggi untuk mencari ilmu yang mana ilmu ini hanya diartikan sebagai pengetahuan. Padahal jika kita melihat beberapa orang sukses di Indonesia, banyak dari mereka tidak mempunyai latar belakang pendidikan tinggi, akan tetapi mereka dapat membuktikan bahwa mereka juga mampu meraih kesuksesan.

Di lain sisi misalnya, pada abad ke-21 seperti saat ini, kita sering melihat berita di televisi maupun di koran, banyak orang yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi (sarjana) malah menganggur. Kabarnya akhir-akhir ini setiap tahun jumlah sarjana yang menganggur di Indonesia semakin tinggi.

Pengertian dan Peran Mindset

Hal ini mematahkan anggapan masyarakat bahwa orang yang pengetahuannya luas dalam arti seseorang yang telah lulus dari perguruan tinggi, belum tentu sukses seperti apa yang masyarakat pikirkan. Mengapa demikian, karena untuk mencapai kesuksesan yang dibutuhkan tidak hanyak pengetahuan yang luas, tetapi lebih dari itu butuh yang namanya “mindset”.

mindset sebenarnya kepercayaan (belief), atau sekumpulan kepercayaan (set of beliefs), atau cara berfikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Mindset ini akan memberi kekuatan kepada seseorang untuk melakukan tindakan yang diinginkan demi mencapai tujuannya.

Dalam buku Mahfuzhat yang berisi kata-kata mutiara dan prinsip hidup dikatakan bahwa, pengetahuan itu mudah didapat tetapi juga mudah hilang, sehingga kontribusi terhadap kesuksesan seseorang porsinya masih terbilang kecil. Sedangkan mindset ini memiliki porsi yang besar terhadap kesuksesan seseorang, karena mindset yang bagus dan kuat akan memberikan kekuatan untuk melakukan sesuatu.

Seseorang tidak akan dapat meraih kesuksesan apabila ia hanya mengetahui sesuatu, tetapi harus bergerak melakukan sesuatu yang menurut ia benar.

Seseorang tidak akan dapat meraih kesuksesan apabila ia hanya mengetahui sesuatu, tetapi harus bergerak melakukan sesuatu yang menurut ia benar.

Macam-Macam Mindset

Sedikit sekali masyarakat yang sadar akan peran mindset, mereka terlalu mendewa-dewakan pengetahuan sebagai alat untuk meraih kesuksesan, padahal ada hal lain yang lebih menentukan kesuksesan seseorang, yaitu “mindset”. Dalam buku Mahfuzhat dijelaskan bahwa ada tiga mindset yang dimiliki oleh seseorang, yang pertama mindset sebagai pemberi (giving), orang yang memiliki mindset ini memiliki pola pikir apa yang mereka bisa lakukan untuk bangsa ini, prestasi apa yang dapat mereka torehkan untuk Indonesia, an lain sebagainya.

Kedua, mindset sebagai peminta (begging), pola pikir seseorang yang memiliki mindset ini adalah, apa yang saya dapatkan jika saya bekerja disini, fasilitas apa saja yang bisa saya dapatkan disini, dan lain sebagainya.

Ketiga, mindset pencuri (robbing), orang yang memiliki mindset ini berfikir bahwa, harus mencuri untuk bisa kaya, harus mencontek untuk mendapatkan nilai bagus, dan lain sebagainya.

Ketiga mindset tersebut yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dan yang memiliki porsi terbesar adalah mindset peminta dan pencuri. seseorang tidak akan bisa menjadi sukses apabila ia masih memiliki mindset peminta dan pencuri, akan tetapi mereka akan sukses apabila memiliki mindset pemberi. Jika kita mempelajari sejarah, dapat diambil kesimpulan bahwa pahlawan yang telah gugur demi memperjuangkan bangsa ini adalah ia yang memiliki mindset pemberi. Mereka rela mengorbankan harta benda, jiwa dan raga agar Negera Indonesia merdeka dan bebas dari penjajahan.

Itulah pentingnya mindset dalam menentukan kesuksesan seseorang. Pengetahuan adalah pelengkap seseorang dalam meraih kesuksesan, sedangkan pondasinya adalah mindset yang bagus dan kuat. Pengetahuaan juga penting untuk menentukan kesuksesan tetapi ada hal yang mendasar dan lebih penting dari itu, yakni mindset.

Komentar dengan facebook

1 KOMENTAR

  1. […] berbeda dengan negara berkembang dan negara terbelakang. Salah satu perbedaanya terletak pada mindset. Masyarakat di negara maju mayoritas memilih untuk bahagia dulu, dibandingkan harta. Mengapa […]

Comments are closed.