Beranda Pendidikan Tips Meningkatkan Kualitas Ingatan Agar Lebih Baik

Tips Meningkatkan Kualitas Ingatan Agar Lebih Baik

195
2
BERBAGI

Cara Meningkatkan Kualitas Ingatan

Cara Meningkatkan Kualitas IngatanApakah anda ingin mempunyai kualitas ingatan yang baik? Atau anda sering melupakan sesuatu dengan begitu mudah? Berikut ini adalah 7 cara meningkatkan kualitas ingatan yang dapat dipraktikkan:

1. Kesenangan

Terdapat dua kualitas ingatan seseorang, ada yang memiliki kualitas ingatan yang baik dan ada pula yang memiliki kualitas ingatan yang buruk. Terkadang seseorang mengeluhkan ingatannya yang buruk karena ia mudah melupakan sesuatu dengan cepat. Biasanya hal tersebut terjadi karena seseorang berusaha dengan keras untuk mengingat sesuatu.

Namun sebaliknya, jika seseorang tidak berusaha dengan keras dalam mengingat, ingatan itu akan muncul dengan mudah. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah rasa senang. Ketika seseorang senang terhadap suatu subjek, maka ia akan mengingat semua hal dari subjek tersebut, namun akan menjadi hambatan dalam kualitas ingatan jika ia merasa tidak senang terhadap suatu subjek. Oleh karena itu, faktor yang paling penting dan merupakan fase awal untuk menyimpan ingatan adalah kesenangan.

Seorang siswa yang menyukai acara sepak bola bisa sangat detail dan bersemangat dalam menjabarkan apa yang terjadi saat ia menonton acara sepak bola meskipun acara sepak bola tersebut sudah lama terjadi, sebaliknya ketika ditanya mengenai apa yang telah dipelajarinya selama di kelas ia tidak bisa menjawab apa-apa karena ia tidak menyenangi apa yang telah diajarkan di dalam kelasnya.

Jadi, dapat dilihat bahwa kesenangan sangat berperan penting dalam kualitas ingatan seseorang, jika seseorang menyenangi suatu subjek maka ia akan mengingatnya bahkan untuk waktu yang lama dibandingkan ketika ia tidak menyenangi suatu subjek.

2. Konsentrasi

Konsentrasi yang penuh selalu menghasilkan kesuksesan. Namun jika pekerjaan dilakukan tanpa konsentrasi dan kesenangan, pasti hasilnya jauh dari kata memuaskan. Seorang pemain sepak bola yang berkonsentrasi selama latihan, maka ia akan menjadi pemain yang baik. Orang yang benar-benar fokus ketika membuat atau melakukan sesuatu akan mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan seseorang yang tidak fokus.

Contoh lainnya, yaitu seorang siswa yang mempelajari dan membaca sebuah buku, namun ketika ditanya tentang isi buku tersebut ia tidak mampu menjawabnya atau dia tidak bisa menjawabnya dengan baik. Hal ini terjadi karena adanya perpecahan konsentrasi. Siswa tersebut merasa seolah-olah telah membaca semuanya, namun ketika ia membaca, pikirannya berada pada subjek yang lain.

Dalam lingkungan sosial pun hal ini bisa terjadi, terkadang kita tidak mendengar yang mengajak kita berbincang atau melihat siapa yang melewati kita karena pikiran kita berada di tempat lain. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Mata kita buta ketika pikiran kita di tempat lain”.

Untuk mengatasi masalah ini, saat membaca harus ada keseimbangan antara proses membaca dan proses berpikir, dalam artian saat melakukan sesuatu kita harus konsentrasi, yaitu dengan mengerahkan tenaga dan pikiran kita terhadap sesuatu yang dikerjakan.

3. Pengamatan

Pada saat pergi ke suatu acara, kita bertemu dan mengamati orang lain. Kebiasaan ini sering terjadi dikalangan wanita. Wanita sering mengamati apa yang dikenakan oleh wanita disekitarnya. Ada sebuah kejadian ketika wanita A tertarik dengan sebuah kalung yang dikenakan wanita B, ia pun menanyakan kepada wanita B berat dan harganya beserta nama toko yang menjual kalung itu.

Setelah sepuluh tahun, keduanya bertemu lagi, wanita B memakai kalung yang sama, wanita A dengan cepat mengenali dan mengingat berat, harga, dan nama tokonya serta kapan terakhir kali wanita B mengenakan kalungnya. Hal ini menunjukkan proses pengamatan sangat penting. Pengamatan secara seksama akan meninggalan kesan yang mendalam dalam ingatan kita. Hal ini bisa diterapkan seorang siswa, ia dapat mengamati pelajarannya dan catatan pentingnya.

Seorang siswa bisa mengembangkan kesenangan dalam pelajaran, misalnya memilih topik atau pelajaran yang anda inginkan, kemudian membaca satu persatu paragraf tersebut. Setelah membaca satu paragraf, tanyakan kepada diri apa yang telah dikatakan dalam paragraf tersebut, kepada siapa hal itu ditujukan, kenapa hal itu dikatakan, dan kapan hal tersebut dikatakan. Semakin banyak pertanyaan yang ditanyakan maka semakin dalam juga kesan yang tertanam dalalm pikiran. Hal ini bisa diaplikasikan dalam kegiatan lainnya.

4. Pemahaman

Cara ingatan bekerja, yaitu mengenali, meninggalkan kesan, dan akhirnya tersimpan dalam ruang ingatan. Ingatan tersebut dapat dipanggil kembali sewaktu-waktu. Kita harus menyadari bahwa sebelum ingatan disimpan, kesan yang terbentuk pada pikiran terlebih dahulu melalui proses pengenalan dan disertai pemahaman. Saat kita memahami sesuatu dengan mengamati, kesan pun berbekas dalam pikiran kita. Pemahaman akan sesuatu adalah hal yang penting.

Jika kita salah dalam memahami sesuatu, maka penyimpanan pun akan mengikutinya. Kita harus mencoba memahami dengan baik apa yang harus diingat. Pemahaman yang jelas akan menghasilkan penyimpanan yang juga jelas, dengan begitu pemanggilan ingatan akan jauh lebih mudah. Seorang siswa ketika membaca harus membaca pelajaran, paragraf, atau kalimat dengan baik dan memahaminya dari berbagai sudut. hal tersebut menghasilkan penyimpanan ingatan yang baik dan mempermudah pemanggilan kembali ingatan.

5. Pengulangan

Pengulangan adalah seni, pengetahuan, dan keterampilan dalam ingatan. Jika mengetahui seninya maka kita akan mampu mengingat lebih baik. Seseorang yang senang terhadap suatu subjek memahami 80% dari subjek tersebut, namun ketika ia memulai untuk menulis, ia kehilangan lebih dari 40% dari apa yang ia pelajari.

Mengapa hal ini terjadi? Ahli jiwa menemukan ada tiga jenis ingatan, yaitu ingatan sensorik (ingatan dalam pikiran yangbtidak lebih dari satu detik), ingatan jangka pendek (ingatan dalam pikiran dengan masa yang singkat), dan ingatan jangka panjang (ingatan dalam pikiran dengan jangka waktu yang lama). Jika kita memanggil ingatan sebelum kita lupa, maka penyimpanan ingatan akan berganti dalam pikiran, dalam artian terjadi pengulangan. Jika kita terus mengulang, persentasi pemanggilan ingatan akan terus meningkat.

Seorang anak yang belajar makan dengan gigitan kecil akan mengingat cara makan karena adanya pengulangan secara terus-menerus. Sama halnya ketika kita belajar tentang hal baru, kita tidak memahaminya namun melakukannya secara terus-menerus maka pemahaman akan meningkat dan jejak ingatan akan semakin mendalam.

6. Keyakinan, Kepercayaan, dan Kemauan

Keyakinan, kepercayaan, dan kemauan juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan ingatan. Jika kita merasa takut atau gugup, maka kita tidak akan bisa mengucapkan, melakukan atau mengerjakan sesuatu yang sudah kita kuasai atau pahami. Apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi. Ubahlah nasib dengan pikiran yang positif karena masa depan seseorang tergantung pada pikirannya.

Baca Juga: Tips Naik Pesawat

Jika kita pergi ke perpustakaan untuk mencari buku, kita dapat dengan mudah menemukannya karena buku tersebut dapat kita cari melalui katalog dengan nomor rak dan abjad yang disusun secara rapi dan teratur. Ingatan pun akan mudah dipanggil jika kita menyimpannya dengan rapi dan teratur melalui sistem yang tepat. Sistem tersebut berupa oral/lisan, pengulangan, hubungan, dan ingatan fotografik.

7. Sistem

Jika kita pergi ke perpustakaan untuk mencari buku, kita dapat dengan mudah menemukannya karena buku tersebut dapat kita cari melalui katalog dengan nomor rak dan abjad yang disusun secara rapi dan teratur. Ingatan pun akan mudah dipanggil jika kita menyimpannya dengan rapi dan teratur melalui sistem yang tepat. Sistem tersebut berupa oral/lisan, pengulangan, hubungan, dan ingatan fotografik.

Itulah 7 cara meningkatkan kualitas ingatan, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman ya!

Referensi:

Kapadia, Mahesh, dkk. 2006. Mendongkrak Daya Ingat: Untuk Orang yang Mudah Lupa.         Terjemahan oleh Adia. Bandung: Jabal.

Komentar dengan facebook

2 KOMENTAR

Comments are closed.