Beranda Pendidikan Mengenal Metode Manufaktur di Lantai Produksi Pabrik

Mengenal Metode Manufaktur di Lantai Produksi Pabrik

832
0
BERBAGI

Metode manufaktur – Haii guys. Bertemu lagi di artikel pendidikan yang kali ini akan membahas mengenai beberapa metode manufaktur yang digunakan di pabrik. Seperti yang kita ketahui bahwa di dalam industri manufaktur, atau yang lebih umum disebut dengan pabrik, terdapat berbagai aktifitas yang dilakukan oleh karyawan atau operator.

Aktifitas tersebut dapat berupa aktifitas yang berhubungan secara langsung dengan lantai produksi ataupun tidak. Nah, dalam pembahasan kali ini akan mengenal beberapa metode manufaktur yang dilakukan di lantai produksi pabrik. Untuk lebih jelasnya, cek penjelasan selanjutnya.

Di suatu pabrik atau perusahaan, terdapat metode-metode manufaktur yang sering dikenal, antara lain continuous shop, flow shop, job shop, batch shop serta project shop.

  1. Continuous shop

Continuous shop merupakan suatu metode manufaktur dimana proses produksi di suatu pabrik dapat dilakukan secara terus menerus untuk jenis produk yang sama serta tidak memerlukan waktu set up yang lama.

Biasanya continuous shop ini digunakan dalam industri yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, minyak goreng dan lain-lain.

Metode Manufaktur di Lantai Produksi Pabrik dan Perusahaan
Mengenal Metode Manufaktur di Lantai Produksi Pabrik
  1. Flow shop

Flow shop merupakan salah satu metode manufaktur dimana mesin diatur sedemikian rupa agar produk-produk yang dibuat mengikuti urutan proses produksi yang sama. Biasanya bersifat Make to Stock.

Ciri-cirinya antara lain aliran prosesnya searah, peralatan khusus digunakan untuk suatu jenis proses, dan perubahan kecil dapat dilakukan pada lantai produksi tetapi akan mengakibatkan biaya yang mahal. Make to stock merupakan salah satu sistem produksi dimana perusahaan memproduksi barang atau produk dalam jumlah yang besar lalu disimpan di dalam gudang inventory, lalu dijual kepada yang memesan.

Karakteristik dari sistem make to stock yaitu menyimpan produk jadi, adanya persediaan yang tinggi, lead time singkat, serta jadwal produksi diatur oleh perkiraan permintaan.

  1. Job shop

Job shop merupakan salah satu metode manufaktur dimana unit-unit mengerjakan spesifikasi item yang bekerja mengikuti urutan yang berbeda pula melalui stasiun kerja yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya.

Ciri-cirinya yaitu mesin-mesin yang sama dikelompokkan tersendiri, aliran proses produksi bersifat random, volume produksi sedikit, variasi produk tinggi, lead time produksi relatif panjang, serta tidak terdapat lintasan khusus.

Produksi biasanya bersifat Make to Order. Make to order merupakan suatu sistem produksi dimana perusahaan hanya memproduksi produk akhir setelah konsumen melakukan pemesanan, sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dan ditetapkan oleh konsumen. Dalam sistem make to order ini dapat mengurangi masalah persediaan yang berlebihan.

  1. Batch shop

Batch shop merupakan pengembangan dari job shop dalam hal standarisasi produk, yang memiliki ciri-ciri produksi produk dengan variasi item relatif tinggi, lead time yang rendah serta satu lintasan dapat digunakan untuk beberapa jenis item produk.

  1. Project shop

Project shop merupakan proses penciptaan suatu produk yang agak rumit dengan suatu pendefinisian urutan tugas yang teratur akan suatu kebutuhan sumber daya yang dibatasi oleh waktu penyelesaian.

Baca JugaPola Pemotongan dalam Dunia Manufaktur

Metode Manufaktur di Lantai Produksi Pabrik dan Perusahaan
Mengenal Metode Manufaktur di Lantai Produksi Pabrik

Selain metode manufaktur juga dikenal dengan istilah shop layout. Shop layout terbagi menjadi poin-poin sebagai berikut.

  1. Process Layout

Process layout merupakan suatu tata letak dimana suatu mesin yang melakukan jenis operasi yang sama dikelompokkan dalam satu lokasi tata letak. Dengan demikian, proses penataan fasilitas didasarkan atas kesamaan fungsinya.

  1. Product Layout

Product layout merupakan suatu tata letak dimana mesin dan layanan pelengkap berada sesuai dengan urutan pemrosesan produk. Apabila volume produksinya besar, maka fasilitasnya dapat diatur untuk mencapai aliran bahan yang efisien dengan biaya per unit yang lebih rendah. Tata letak produk digunakan saat volume produksi tinggi.

  1. Combination Layout

Combination layout (kombinasi antara process layout dan product layout) digunakan apabila produk yang dibuat dalam berbagai jenis dan ukuran. Mesin disusun berdasarkan tata letak proses, namun proses pengelompokan tersebut disusun secara berurutan untuk memproduksi berbagai jenis dan ukuran produk.

  1. Fixed Position Layout

Fixed position layout dapat disebut dengan tipe proyek layout, dimana dalam tata letak ini, material atau komponen utama tetap berada dalam lokasi, namun alat, mesin, bahan pendukung atau operator yang akan mendatangi lokasi tetap ini.

Sekian artikel pendidikan kali ini. Sampai bertemu di artikel pendidikan selanjutnya (red-fii).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here