Beranda Pendidikan Tahap-tahap Menganalisis Suatu Transaksi Dalam Akuntansi

Tahap-tahap Menganalisis Suatu Transaksi Dalam Akuntansi

126
0
BERBAGI

Selamat datang di artikel saya semuanya, dan selamat datang juga buat kamu yang harapannya masih kokoh dalam menunggu kepastiannya. Udahlah gaes, buat apa nunggu yang gak pasti, ya gak? gak guna, mending cari yang baru aja wkwkw.

Dalam artikel-artikel sebelumnya yang sudah Kinay buat dan mungkin kalian udah baca juga mengenai tips mengingat saldo normal akun dengan menggunakan metode selebrasi gol pemain bola asal Prancis dan juga cara menghafal 5 jenis laporan keuangan secara mudah.

Dan untuk melanjutkan pembahasan mengenai akuntansinya, disini Kinay akan membahas bagaimana sih tahap-tahap yang harus kalian lakukan sebagai Akuntan atau Calon Akuntan di masa mendatang dalam menganalisis suatu transaksi yang sudah terjadi atau bukti transaksi yang tersedia yang kemudian akan menjadi ayat jurnal dan selanjutnya akan dipindahbukukan pada buku besar.

Jadi, dalam membuat ayat jurnal itu gak asal membuat gaes, maksudnya kalian itu harus mengetahui dan paham betul mengenai transaksi yang terjadi ataupun bukti-bukti transaksi yang disediakan dan kemudian menganalisis akun-akun apa saja yang terpengaruh akibat terjadinya transaksi tersebut. Bukti transaksi dalam akuntansi ini seperti kwitansi, nota kontan, faktur, nota kredit, dan masih banyak lagi, yang mungkin akan Kinay sebutkan dan jelaskan lebih dalam artikel yang selanjutnya, so tungguin aja gaes wkwkw.

Nih, Kinay beri bocoran dikit, jumlah akun yang terpengaruhi oleh transaksi itu minimal jumlahnya ada dua akun gaes dan mengenai tahap-tahap dalam menganalisis suatu transaksi itu ada 6 tahap, apa saja? Yuk simak pembahasan yang ada dibawah ini gaes.

Menentukan Akun Apa yang Terpengaruh oleh Transaksi atau Bukti Transaksi

Tahap pertama yang harus kalian lakukan adalah menentukan akun-akun apa saja yang mendapat pengaruh akibat adanya transaksi tersebut. Nah disini kalian harus berhati-hati dalam menentukan karena ketika menjurnal akun yang salah, maka proses akuntansi selanjutnya pasti akan ikut mengalami kesalahan juga, jadi sangat fatal apabila salah menentukan akun-akun yang terpengaruh.

Transaksi Dalam Akuntansi – Jadi, disini kalian diharuskan memahami secara betul dalam menentukan akun-akun yang terlibat. Bagaimana cara memahami akun-akun apa saja yang terpengaruh? Disini Kinay akan memberikan penjelasan mengenai pengertian akun-akun yang ada, dan diharapkan dari pengertian tersebut pembaca kalian semua bisa menentukan akun apa saja terpengaruh secara gambling gaes. Yuk kita mulai saja.

Akun Aset (Assets)

atau bisa disebut dengan aktiva adalah akun yang terdiri dari semua kekayaan atau sumberdaya yang dimiliki oleh suatu entitas bisnis. Jadi, dapat diartikan aset merupakan semua harta entitas bisnis termasuk harta yang berwujud (memiliki wujud fisik) dan tidak berwujud (tidak memiliki wujud fisik tapi memiliki nilai).

Contoh harta yang berwujud adalah kas, peralatan, bahan habis pakai, perlengkapan, tanah, gedung, mesin, dan lain-lain. Sedangkan harta yang tak berwujud yaitu hak paten, goodwill, dan lain-lain.

Akun Hutang (Liablities)

Atau bisa disebut dengan kewajiban adalah akun yang terdiri dari semua utang-utang yang dilakukan oleh suatu entitas bisnis kepada pihak luar atau sering kita kenal dengan sebutan kreditor dan entitas bisnis wajib membayar kembali atau melunasinya di masa mendatang.

Disini utang memiliki 2 jenis yaitu utang jangka panjang dan utang jangka pendek dan untuk lebih jelasnya akan Kinay buat artikel sendiri mengenai akun-akun yang ada, jadi doakan saja gaes diberi kesehatan dan kelancaran buat Kinay wkwkw, malah menyerempet ke hal lain wkwk. Jadi apa saja contoh akun hutang ini, yaitu: utang usaha, utang gaji, wesel bayar, dan lain-lain.

Akun Ekuitas (Owner’s Equity)

atau bisa disebut dengan modal adalah akun yang terdiri dari semua modal yang dia berikan atau dia tanamkan dalam entitas bisnisnya atau dapat dikatakan akun ekuitas ini merupakan jumlah modal pemilik. Di dalam akun ekuitas terdapa akun prive yaitu akun yang hadir atau digunakan ketika pemilik modal mengambil sebagian kecil uang entitas bisnis untuk keperlua pribadi.

Akun Pendapatan (Revenues)

Adalah akun yang muncul karena adanya keuntungan atau penjualan operasional atau non-operasional entitas bisnis. Contoh dari akun ini adalah penjualan barang, pendapatan jasa, pendapatan sewa, pendapatan honor, dan lain-lain

Akun Beban (Expenses)

adalah akun yang muncul karena adanya terdapat suatu transaksi yang harus dibayarkan atau dikeluarkan oleh entitas bisnis dalam melakukakan kegiatan operasioanal perusahaannya. Jadi apas saja sih contoh dari akun beban ini, yaitu beban gaji, beban sewa, beban listrik, beban telepon, beban air, dan lain-lain.

Jadi, setelah kalian membaca pengertian dari kelima akun diatas, pastinya kalian sudah memahami secara jelas dan memilki suatu pegangan untuk bisa menentukan akun-akun apa saja sih yang terpengaruh dari adanya suatu transaksi.

Ingat loh ya bukan pegangan tangannya ya, kalau itu mah bukan menentukan akun gaes, melainkan untuk menjaganya agar tidak ditikung orang lain atau bahkan teman sendiri gaes wkwkw.

Menentukan Apakah Saldo Akun yang Terpengaruh Mengalami Kenaikan atau Penurunan

Transaksi Dalam Akuntansi – Setelah menentukan akun-akun apa saja yang terlibat dari adanya suatu transaksi tersebut. tahap selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah menentukan apakah saldo akun tersebut mengalami kenaikan atau penurunan. Apa maksudnya kenaikan dan penurunan? Kenaikan dapat diartikan bahwa akun yang terlibat tersebut mengalami penambahan saldo.

Misalkan perusahaan terdapat penjualan barang secara tunai, artinya dari transaksi ini dapat kita tentukan bahwa akun yang terlibat ada dua yaitu kas dan pendapatan dan juga dari ini kita dapat menyimpulkan bahwa ketika ada penjualan maka akun kas akan bertambah saldonya, begitu juga dengan akun pendapatan.

Bagaimana dengan penurunan? Penurunan artinya akun-akun yang terlibat akibat adanya transaksi mengalami penurunan jumlah saldonya. Misalkan pada transaksi pembayaran gaji kepada pegawai, yang melibatkan dua akun yaitu beban gaji dan kas, artinya perusahaan mengeluarkan uang atau kas untuk membayar gaji pegawai oleh karena itu membuat akun saldo kas berkurang.

Jika ada yang menanyakan bagaimana dengan akun beban gaji, bukankah konteksnya mengalami kenaikan kenapa tidak mengalami penurunan juga seperti akun kas? Yaps, karena perusahaan membayar gaji pegawai secara cash artinya perusahaan mengakuinya sebagai beban atau bisa dibilang beban perusahaan bertambah karena mengeluarkan kas. Jadi,  tidak selalu dalam sebuah transaksi tersebut akun yang terlibat harus mengalami kenaikan atau mengalami penurunan semua.

Menentukan Apakah Kenaikan atau Penurunan Dalam Akun Tersebut Dicatat Dalam Kolom Debit atau Kredit

Yaps, ketika kalian sudah menentukan apakah akun tersebut mengalami kenaikan atau mengalami penurunan dari adanya transaksi, maka tahap selanjutnya yang harus kalian adalah menentukan apakah akun yang mengalami penurunan atau kenaikan itu akan dicatat pada kolom debitkah atau kreditkah?.

Nah pada artikel sebelumnya yang Kinay buat sudah dijelaskan secara gampang dan jelas atau yang ingin me-refresh ingatannya bisa dibaca disini Saldo Normal Akun, Jadi kita ke intinya saja biar mudah dipahami yaitu apabila sebuah akun mengalami kenaikan saldo, maka akun tersebut dicatat pada kolom sesuai dengan tempat saldo normal akunnya.

Saldo normal akun diantaranya ada di kolom debit (apabila mengalami kenaikan) yaitu Aset (Assets) dan Beban (Expenses) sedangkan saldo normal akun yang ada di kolom kredit (apabila mengalami kenaikan) yaitu Hutang (Liablities), Ekuitas Pemiliki (Equity), dan Pendapatan (Revenues). Dan untuk yang mengalami penurunan saldo berkebalikan dengan kenaikan.

Lalu Catat Akun Tersebut Ke Dalam Jurnal

Setelah kalian mengetahui dimana akun tersebut akan dicatat pada kolom debit atau kredit, maka tahap selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah mencatat akun-akun tersbut ke dalam satu ayat jurnal/tiap transaksi, artinya tidak semua transaksi dimasukkan semua ke dalam satu ayat jurnal.

Jadi, pembuatan satu ayat jurnal sesuai dengan setiap satu transaksi yang terjadi. Contohnya pada transaksi tanggal 21 januari 2018, perusahaan membayar listrik. Dari transaksi ini dapat kita jabarkan bahwa terdapat dua akun yang terlibat yaitu akun beban listrik dan akun kas.

Lalu dibuatlah satu ayat jurnal untuk mencatat transaksi ini, Akun beban listrik mengalami kenaikan sehingga ditempatkan pada debit, sedangkan akun kas mengalami penurunan dikarenakan perusahaan membayar kas sehingga ditempatkan pada kolom kredit. Jadi dalam membuat ayat jurnal, kalian harus mengetahui terlebih dahulu akun-akun apa saja yang terlibat dan dimana letak kolomnya (debit atau kredit).

Pindah bukukan (posting) Ayat Jurnal ke Buku Besar

Tahap selanjutnya gaes ketika kalian selesai membuat ayat jurnal adalah memindahbukukan atau dalam akuntansi disebut dengan istilah posting semua ayat jurnal yang sudah kalian buat susah payah ke dalam buku besar. Wow, apa itu buku besar? Buku yang yang halamannya banyak? Yaps, sayang sekali kalian yang kalian pikirkan salah, dan sayang duakali pada orang yang sama wkwkw.

Jadi, Buku Besar merupakan salah satu item dalam siklus akuntansi yang dapat kita andaikan sebuah tempat/wadah/tabel yang berisi kumpulan suatu akun yang tejadi dari awal periode sampai akhir periode. Artinya satu buku besar mencatat perubahan seperti kenaikan atau penurunan salah satu akun dari awal periode sampai dengan akhir periode.

Yaps Buku Besar seperti alat atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat neraca saldo dan laporan keuangan lainnya. Jadi, dalam Buku Besar nanti akan memudahkan akuntan untuk mengetahui jumlah saldo akhir  periode dari akun-akun yang ada

Membuat Laporan Posisi Keuangan atau Neraca Saldo yang Belum Disesuaikan

Neraca Saldo? Hm makanan jenis apa lagi ini wkwkw. Neraca Saldo namun sekarang akrab dipanggil Laporan Posisi Keuangan merupakan salah satu jenis laporan keuangan yang akan dibuat  oleh seorang akuntan. Apa aja sih isinya dari neraca saldo?.

Neraca saldo berisi jumlah saldo akhir dari akun yang ada di buku besar yang telah kalian buat tadi. Jadi intinya neraca saldo itu dibuat untuk melihat kesamaan dan keseimbangan antara debit dan kredit, sesuai dengan persamaan akuntansi yang pernah kita bahas pada artikel sebelumnya yaitu Aset = Liabiltas + Ekuitas. Yaps jadi tahap selajutnya yang harus kalian lakukan adalah memindahkan jumlah saldo akhir dari akun-akun yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo.

Lalu, Bagaimana Kita Memperbaiki Kesalahan Saat Menjurnal?

Memang benar seorang akuntan tak selalu melakukan perkerjaan secara sempurna, tidak hanya akuntan, bahkan semua manusia yang ada di dunia ini pasti pernah melakukan kesalahan. Nah, dari kesalahan tersebut, sebagai orang yang bertanggung jawab tentunya akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang telah dia perbuat.

kayak dia yang seringkali membuat kesalahan atau perbuatannya menyakiti hati ini namun tetap ku maafkan dia karena aku tahu aku harus menerima dia seluaruh apa yang ada dalam dirinya, karena dalam cinta sejati tidak mencari kesempurnaan melainkan mencari suatu kelengkapan atau saling melengkapi satu sama lain, pembahasannya melenceng jauh gaes, wkwk.

Jadi Seorang Akuntan yang melakukan kesalahan saat menjurnal bisa memperbaikinya dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Prosedur yang digunakan berbeda-beda tergantung pada karakteristik kesalahan, waktu kesalahan saat ditemukan , dan sistem akuntansi yang digunakan pada negara itu. Namun terdapat beberapa kasus yang tidak memerlukan prosedur yang rumit, dan mudah diperbaiki.

Misalkan perusahaan membeli perlengkapan secara tunai. Namun kita mencatatnya pada peralatan kantor pada kas. Jadi Apa yang harus kita lakukan untuk memperbaiki kesalahan ini? Yaps gampang sekali,seorang akuntan bisa langsung mendebitkan perlengkapan dan mengkreditkan peralatan. Itu adalah contoh kasus gampangnya gaes.

Oke, mungkin itu saja penjelasan tentang bagaimana sih cara untuk menganalisis suatu transaksi dari Kinay. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Sedikit kata-kata mutiara dari saya.

“Kenali dulu, baru dekati. Bukan dekati dulu, baru kenali. Melakukan itu pendakatan perlu insting gaes – Kinay, 2018)