Beranda Manajemen Pengertian Manajemen Ilmiah dalam Meningkatkan Produktivitas Pekerja

Pengertian Manajemen Ilmiah dalam Meningkatkan Produktivitas Pekerja

210
0
BERBAGI

Manajemen Ilmiah

Manajemen ilmiah (scientific management) menekankan pekerjaan dan praktik manajemen yang berbasis ilmiah sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pekerja. Pada akhir tahun 1800-an, seorang insinyur muda, Frederick Winslow Taylor (1856-1915), menyarankan bahwa pekerja “dapat disetel ulang seperti mesin, dan peranti fisik dan mental mereka dapat di kalibrasi untuk memperbaiki produktivitas”. Taylor bersikeras bahwa meningkatkan produktivitas berarti manajemen itu sendiri harus berubah, dan lebih jauh lagi cara berubah tersebut hanya bisa ditentukan oleh penelitian ilmiah. Oleh karena pemikiran inilah sebutan manajemen ilmiah muncul. Taylor menyarankan bahwa keputusan yang diambil berdasarkan resep dan tradisi lama harus diganti dengan prosedur tepat yang dirumuskan setelah berbagai situasi dipelajari secara tunggal.

Falsafah Taylor terangkum dalam pernyataannya, “Di masa lampau manusia menempati posisi terpenting. Di masa depan, sistemlah yang harus memiliki posisi terpenting”. Pendekatan manajemen ilmiah diilustrasikan oleh proses pembongkaran besi dari lori dan membongkar baja yang sudah dipersiapkan untuk pabrik Bethlehem Steel di tahun 1898. Taylor menghitung bahwa dengan pergerakan, peralatan, dan urutan yang tepat, setiap pekerja dapat mengangkut 47,5 ton besi dan baja per hari, lebih banyak dari 12,5 ton biasanya. Ia juga membuat sistem insentif untuk membayar setiap pekerja sebesar 1,85 dolar per hari jika mereka memenuhi target yang baru, lebih besar dari bayaran sebesar 1,15 dolar sebelumnya. Produktivitas Bethlehem Steel pun meningkat dalam sekejap.

Meski dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah, Taylor tidak sendirian di bidang ini. Henry Gantt, rekan taylor, membuat Bagan Gantt, sebuah grafik batang yang mengukur pekerjaan yang telah direncanakan dan diselesaikan beserta setiap tahap produksi dan waktu yang diperlukan. Dua pionir penting lainnya di bidang ini adalah pasangan suami-istri Frank B dan Lillian M. Gilbreth. Frank B. Gilbreth (1868-1924) menggagas penelitian waktu dan pergerakan serta banyak teknik manajemen yang berbeda dengan penelitian Taylor. Ia mengutamakan efisiensi dan terkenal karena pencariannya akan cara bekerja terbaik. Meski Frank dikenal lewat karya awalnya yang membahas tukang batu, karyanya berdampak besar bagi bidang bedah medis karena dapat mengurangi waktu yang dihabiskan pasien di meja bedah. Para ahli bedah mampu menyelamatkan banyak nyawa dengan menerapkan hasil penelitian waktu dan pergerakan. Lillian M. Gilbreth (1878-1972) lebih tertarik dengan aspek manusiawi dari pekerjaan. Ketika suaminya meninggal di usia 56 tahun, ia memiliki 12 anak yang berusia 2 hingga 19 tahun. Sebutan “ibu manajemen” pantas diraihnya berkat karya-karyanya. Ia menggantikan suaminya dengan menyampaikan sebuah makalah, melanjutkan seminar dan konsultasi yang mereka sering adakan, memberi kuliah, dan akhirnya menjadi profesor di Purdue University. Ia menjadi pionir di bidang psikologi industri dan memberikan kontribusi penting bagi manajemen sumber daya manusia.

Untuk menggunakan ide-ide dasar manajemen ilmiah, para manajer harus membuat metode standar untuk melakukan setiap pekerjaan, memilih pekerja dengan kemampuan yang sesuai, mengajarkan metode standar kepada pekerja, membantu pekerja dan menghilangkan gangguan, serta memberikan insentif gaji.

Ide-ide manajemen ilmiah yang dirintis Taylor meningkatkan produktivitas industri luas secara tajam, dan masih penting hingga sekarang. Sebuah artikel Harvard Business Review baru-baru ini yang membahas inovasi yang membentuk manajemen modern menempatkan manajemen ilmiah di daftar 12 inovasi berpengaruh. Memang benar, ide menciptakan sistem yang memungkinkan efisiensi maksimal dan mengorganisasikan pekerjaan agar mencapai produktivitas maksimal sangat berakar dalam organisasi kita.

Namun, karena mengabaikan konteks sosial dan kebutuhan pekerja, manajemen ilmiah menimbulkan konflik dan terkadang pertentangan keras yang makin membesar antara manajer dengan karyawan. Dengan sistem ini, para pekerja dering merasa di eksploitasi, suatu hal yang sangat bertentangan dengan harmoni dan kerja sama yang diangankan oleh Taylor dan para pengikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here