Beranda Bisnis Tips Sukses Dalam Manajemen dan Tempat Kerja Baru

Tips Sukses Dalam Manajemen dan Tempat Kerja Baru

157
3
BERBAGI

Manajemen Dan Tempat Kerja Baru

Tempat Kerja Baru – Perubahan lingkungan yang terjadi dengan cepat, seperti perkembangan teknologi, globalisasi dan pergeseran nilai sosial, tengah menimbulkan transformasi mendasar yang berdampak besar terhadap pekerjaan manajer.

Karakteristik Tempat Kerja Baru

Karakteristik utama tempat kerja baru adalah digitalisasi bisnis yang telah mengubah cara kerja, karyawan, dan tempat kerja itu sendiri secara radikal. Tempat kerja lama dicirikan oleh spesialisasi tugas rutin dan prosedur kendali standar. Karyawan biasanya melakukan pekerjaan mereka di satu tempat khusus, seperti pabrik mobil di Detroit atau agen asuransi di Des Moines. Para individu berkonsentrasi untuk mengerjakan tugas spesifik mereka dan para manajer berhati-hati dalam berbagi pengetahuan dan informasi di luar batas. Organisasi di koordinasikan dan di kendalikan dari hierariki vertikal dengan otoritas pengambil keputusan berada di tangan manajer puncak.

Sebaliknya, di tempat kerja baru pekerjaan mengalir bebas dan bersifat fleksibel. Strukturnya lebih rata dan karyawan bawah membuat keputusan berdasarkan informasi yang tersebar luas dan dipandu oleh misi dan nilai-nilai organisasi. Karyawan yang terberdayakan diharapkan untuk mengambil peluang dan memecahkan persoalan jika muncul. Pengetahuan di sebarluaskan dan orang-orang di seluruh perusahaan senantiasa berhubungan dengan beragam kolega lewat teknologi canggih. Karyawan yang dihargai adalah mereka yang belajar dengan cepat, berbagi pengetahuan dan merasa nyaman dengan risiko, tantangan, dan ambiguitas. Karyawan diharapkan untuk bekerja dalam beragam proyek dan pekerjaan sepanjang karier mereka, bukannya menetap di satu bidang atau perusahaan.

Tempat kerja baru di organisasikan dalam jaringan, bukan hierarki kaku. Pekerjaan juga sering bersifat virtual, sehingga para manajer harus mengawasi dan mengoordinasikan karyawan yang tidak datang tempat kerja baru dalam pengertian sebenarnya. Jam kerja fleksibel, telekarya (telecommuting) dan tim virtual adalah gaya-gaya bekerja yang makin populer dan memerlukan keterampilan baru dari manajer. Tim virtual memungkinkan organisasi untuk menggunakan orang-orang terbaik dalam pekerjaan tertentu, di mana pun mereka berada. Tim dapat mencakup kontraktor luar, pemasok, pelanggan, pesaing, dan manajer sementara. Manajer sementara (interim manager) adalah manajer yang tidak berfasiliasi kepada organisasi tertentu, tetapi bekerja berbasis proyek atau memberikan keahlian tertentu kepada organisasi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memperoleh manfaat dari keterampilan spesialis tanpa membuat komitmen jangka panjang, di samping memberikan fleksibilitas bagi para manajer yang menyukai tantangan, keragaman, dan pembelajaran dari bermacam-macam organisasi.

Teknologi juga memungkinkan perusahaan untuk mengalihkan sebagian dari apa yang dahulu dianggap fungsi inti kepada pihak luar dengan cara outsourcing, joint venture, dan aliansi lain yang lebih kompleks. Banyak perusahaan AS yang mengirimkan pekerjaan manufaktur ke negara-negara lain selama bertahun-tahun untuk memangkas biaya. Kini, pekerjaan yang memerlukan pengetahuan tingkat tinggi pun di-outsourcing ke negara-negara seperti India, Malaysia, dan Afrika Selatan.

Baca juga : Proses Riset Pasar

Kompetensi Manajemen Baru

Menghadapi transisi ini, para manajer harus memikirkan kembali pendekatan mereka dalam mengorganisasikan, mengarahkan, dan memotivasi para karyawan. Para manajer terbaik sekarang meninggalkan pola pikir perintah-dan-kendalikan mereka guna berfokus untuk melatih dan membimbing, menciptakan organisasi yang cepat, fleksibel, inovatif, dan berorientasi hubungan.

Alih-alih menggunakan “manajemen lewat catatan”, para manajer menggunakan gaya kepemimpinan pemberdayaan. Ketika para karyawan bekerja di lokasi tersebar, para manajer tidak bisa memonitor perilaku secara terus-menerus. Selain itu, mereka terkadang mengoordinasikan pekerjaan para karyawan yang tidak di bawah kendali mereka, misalnya mereka yang bekerja di organisasi rekanan. Mereka harus menetapkan ekspektasi yang jelas, membimbing karyawan untuk mencapai tujuan melalui visi, nilai-nilai, dan komunikasi rutin, serta mengembangkan tingkat kepercayaan dalam komitmen para karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sukses di tempat kerja baru bergantung kepada kekuatan dan kualitas hubungan kolaboratif. Cara bekerja baru mengutamakan kolaborasi di semua fungsi dan tingkatan hierarkis dan juga perusahaan lain. Keterampilan membangun tim sangat penting. Alih-alih mengelola suatu karyawan satu departemen, banyak manajer bertindak sebagai IBM memerlukan staf untuk suatu proyek, ia memberikan daftar keterampilan yang ia butuh kan kepada departemen sumber daya manusia yang kemudian menghimpun kumpulan orang terbaik untuk proyek tersebut yang sering berarti menghimpun orang dari banyak lokasi. IBM memperkirakan bahwa sekitar 40% dari karyawannya berpartisipasi dalam tim-tim virtual.

Baca Juga: Pengertian Riset Pasar

Peralihan kepada cara baru dalam mengelola bukan sesuatu yang mudah bagi para manajer tradisional yang sudah terbiasa “memegang kendali”, mengambil segala keputusan, dan mengetahui di mana para karyawan mereka dan apa yang mereka lakukan setiap saat. Sebenarnya banyak manajer baru yang mengalami kesulitan dengan lingkungan kerja hari ini yang fleksibel. Para manajer departemen yang berpartisipasi dalam program Best Buy’s Result-Only Work Environment yang memungkinkan para karyawan untuk bekerja di mana saja, kapan saja selama mereka dapat menyelesaikan tugas dan memenuhi target, misalnya merasa sulit untuk tidak memeriksa siapa yang login ke jaringan perusahaan.

3 KOMENTAR

  1. […] Apakah manajemen bidang yang tepat untuk Anda ? menjadi seorang manajer di pandang oleh sebagian orang sebagai perkembangan karier yang positif dan berorientasi masa depan dan memang benar bahwa kehidupan sebagai seorang manajer menawarkan berbagai aspek menarik. Namun, menjadi seorang manajer juga melibatkan banyak tantangan dan tidak semua orang berbahagia dan puas dalam posisi manajemen. Berikut ini sejumlah persoalan yang harus di pikirkan oleh para calon manajer sebelum memutuskan apakah mereka ingin meniti karier di bidang manajemen: […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here