Beranda Gaya Hidup Membangun Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak

Membangun Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak

66
0
BERBAGI

Orang tua merupakan pengendali keluarga. Bagaimana tidak? Keharmonisan keluarga, kekompakan antar anggota keluarga, serta bagaimana respek dan hormat diterapkan satu sama lain, ditentukan oleh bagaimana orang tua bertindak. Maka, cara orang tua membangun fondasi rumah tangga, akan menentukan seberapa berfungsinya keluarga tersebut bagi kehidupan mereka.

Tidak jarang, banyak keluarga berakhir dengan hal buruk, atau hancur di tengah-tengah jalan karena keputusan sepihak yang orang tua ambil. Orang tua menjadi cerminan bagaimana sebuah keluarga berkembang. Orang tua juga menentukan tolak ukur seperti apakah anak-anak harus tumbuh.

Hal ini terlihat sebagai suatu beban berat yang dipikul orang tua. Namun, sebenarnya ini tidak sesulit yang dibayangkan. Artikel ini akan membahas empat hal yang harus dibangun orang tua dalam keluarga.

Kondisi Dunia Saat Ini

Saat ini dunia telah melangkah ke dalam suatu era digital. Globalisasi adalah ungkapan yang barangkali sudah terlalu kuno untuk digunakan. Saat ini dunia sudah memasuki era yang lebih dinamis, yang lebih mengglobal dan mendunia. Era teknologi saat ini identik dengan era millenial. Ya, anak muda saat ini dengan bangga menyebut diri mereka sebagai kaum millenial, yaitu kaum yang ‘memiliki’ era milenium dunia ini. Maka, jika orang tua dan seluruh orang di luar julukan ‘millenial’ tadi tidak mengikuti pergerakan yang sedang berkembang saat ini, tentu akan terjadi suatu kesenjangan yang cukup tinggi.

Era digital telah merambah kemanapun. Industri kini telah dipersiapkan menghadapi Revolusi 4.0. Lalu, bagaimana dengan anak-anak? Jam terbang mereka untuk terjun dalam dunia internet jauh lebih besar ketimbang para dewasa. Tentu kita tidak ingin digitalisasilah yang membentuk mereka, bukan orang tua dan keluarga mereka.

Komunikasi

Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Apakah itu sekadar kondisi di mana seseorang mengucapkan sepatah atau dua patah kata, dan lawan bicaranya mendengarnya? Apakah komunikasi adalah situasi di mana seorang Ibu mengirim pesan singkat kepada putrinya yang menanyakan kapankah ia pulang sekolah, dan sang putri menjawabnya dengan emoji dan stiker senyum? Komunikasi secara definitif adalah sesuatu yang sudah banyak diulas.

Biasanya arti kata ini sama dalam setiap ulasan. Namun, makna dari komunikasi dalam konteks hubungan orang tua dan anak adalah ketika  mereka bisa sama-sama mengutarakan pikiran dan perasaan secara terbuka. Dulu, komunikasi mungkin adalah hal yang sangat mudah. Di mana anak hanya perlu meraih tangan Ibunya, dan mulai bercerita apa saja yang ia alami selama seharian itu di sekolah.

Sang Ibu juga mendengarnya dengan penuh perhatian den menjawabnya tanpa distraksi apapun. Tetapi, era digital kini sudah merambah ke segala aspek kehidupan. Aplikasi chatting mulai bervariasi. Sungguh miris jika sang anak malah lebih leluasa bercerita di dunia maya ketimbang dengan orang tuanya.

Komunikasi saat ini, khususnya dengan para remaja bisa menjadi suatu hal yang sulit. Ketika kecil, anak-anak adalah individu yang polos. Seiring berjalannya waktu, remaja menjadi jarang bercerita. Hasilnya, orang tua pun sulit memahami cara berpikir dan perasaan mereka.

Hal yang Harus Dilakukan

Komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan orang tua dengan anak. Itu tidak ada dengan sendirinya. Hal itu perlu dibangun. Hal yang perlu dilakukan untuk membangunnya ialah:

  1. Berkomunikasi pada saat yang sesuai atau diinginkan sang anak. Walaupun orang tua dan anak berada di rumah dalam seharian penuh, tetapi terkadang waktu terbaik bagi mereka untuk bercerita adalah malam hari. Dalam kondisi ini, orang tua harus memikirkan kondisi dan perasaan anaknya, tidak menghakimi secara sepihak.
  2. Janganlah tersimpangkan oleh pikiran atau urusan lain! Sesuai dengan apa yang tertera di awal artikel ini, era digital dengan smartphone dan gawainya mudah mendistraksi quality time quality time yang mungkin sedang diusahakan anak atau orang tua. Batasi diri dan kendalikan itu.
  3. Jangan selalu buat kondisi percakapan yang terlalu formal. Terkadang, anak-anak atau remaja memilih untuk bercerita dalam situasi yang ringan. Saat dalam perjalanan sekolah di dalam mobil misalnya. Orang Tua bernama Nicole, mengatakan bahwa anaknya merasa lebih nyaman dan terbuka ketika di mobil. Hal ini dikarenakan sang anak duduk di sampingnya, bukan di depannya. Buatlah kondisi di mana anak tidak merasa duduk di hadapan juri yang akan memberikannya penilaian dan kritik yang kaku.

Setiap orang harus tanggap dalam mendengar, bukan dalam hal berbicara. Dari sinilah kita juga bisa tahu bahwa banyak orang membutuhkan pendengar yang baik, bukan pembicara yang baik. Masing-masing individu harus memperhatikan bagaimana ia mendengar lawan bicaranya. Mengapa? Komunikasi dapat terjadi ketika, seseorang berbicara, yang lain mendengarkan, lalu menanggapi dengan baik.

Bukannya ketika seseorang berbicara, dan lawan bicaranya juga berbicara. Tidak akan komunikasi yang terbentuk di dalamnya. Melalui komunikasi yang baik itulah, respek dari anak terhadap orang tua dapat terbentuk. Begitu pula dari orang tua terhadap anak. Sehingga, tidak akan ada sindiran, ejekan, dan kritikan yang menyakitkan dari orang tua terhadap anak, dalam hal atau masalah apapun yang diceritakan sang anak.

Komentar dengan facebook