Beranda Pendidikan Klasifikasi dalam Penggabungan Usaha Yang Perlu diketahui

Klasifikasi dalam Penggabungan Usaha Yang Perlu diketahui

520
0
BERBAGI

Jenis dan Faktor Penting dalam Penggabungan Usaha

Penggabungan Usaha – Setelah mengetahui Jenis-jenis Usaha dan Entitas Usaha yang ada beserta Aspek Penting dalam Bisnis Sesuai Etika Bisnis dan Profesi. Selanjutnya, disini saya akan menjelaskan mengenai klasifikasi dalam penggabungan usaha. Dewasa ini perkembangan dunia usaha sangatlah cepat, hal tersebut seiring dengan kemajuan ilmu teknologi yang terjadi saat ini. Kemajuan teknologi mampu mempengaruhi semua aspek kehidupan, tak terkecuali dalam perkembangan bidang usaha.

Dengan majunya ilmu teknologi mampu menghasilkan bermacam jenis produk yang berinovasi sehingga menimbulkan persaingan usaha yang sangat kuat, baik dalam jenis produk, mutu produk maupun pemasarannya.

Untuk mengatasi timbulnya persaingan usaha seperti itu, perusahaan melakukan beberapa cara agar usaha yang dijalaninya tetap tidak kalah saing dengan perusahaan yang lain. Strategi yang dilakukan perusahaan adalah mengadakan suatu kerja sama dengan perusahaan yang lain agar tetep dapat mempertahankan eksistensi perusahaannya.

Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dilakukan adalah berupa penggabungan usaha. Penggabungan usaha tersebut bisa dilakukan dengan perusahaan yang sama atau sejenis maupun dengan perusahaan yang tidak sejenis.

Berdasarkan Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK) N0.22 Paragraf 8 Tahun 1999, menyatakan :”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entias ekonomi karena satu perusahaan menyatu denegan (uniting with) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain”

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa penggabungan usaha merupakan kegiatan atau proses pengembangan usaha yang dilakukan dengan cara menyatukan dua perusahaan atau lebih. Secara umum penggabungan usaha dikenal dengan 3 klasifikasi, diantaranya adalah Merger, Akuisisi, dan Konsolidasi.

MERGER

Diibaratkan A dan B adalah suatu perusahaan, dimana kedua perusahaan tersebut melakukan penggabungan usaha. Namun yang terjadi salah satu dari perusahaan tersebut dibubarkan karena  semua aset bersih nya telah dibeli dan dimiliki oleh perusahan yang lain.

Jadi dengan kata lain merger adalah penggabungan dua usaha atau lebih menjadi satu kesatuan dimana perusahaan membeli asset bersih perusahaan lain dan perusahaan yang dibeli dibubarkan atau berhenti beroperasi. Contoh merger, yaitu Bank CIMB Niaga, merupakan hasil merger bank Niaga dan bank Lippo pada tahun 2008 silam.

Jadi, dihasilkan rumus (Merger) : A + B = A saja / B saja.

AKUISISI

Jika perusahaan A membeli asset bersih perusahaan B namun kedua perusahaan masih tetap beroperasi, hal tersebut dinamakan penggabungan usaha Akuisisi. Jadi akuisisi adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu kesatuan dimana perusahaan yang asset bersihnya dibeli tidak dibubarkan / tetap ada. Dengan catatan disini terdapat Induk dan Anak perusahaan.

Sebagai contoh akuisisi seperti perusahaan XL Axiata yang membeli saham milik Axis, dan kedua perusahaan masih tetap beroperasi hingga saat ini.

Jadi, dihasilkan rumus (Akuisisi) : A + B = AB / BA.

KONSOLIDASI

Diilustrasikan bahwa perusahaan A bergabung menjadi satu dengan perusahaan B, kemudian dari hasil penggabungan tersebut muncul perusahaan baru yaitu perusahaan C. dari ilustrasi tersebut kegiatan yang terjadi adalah konsolidasi.

Jadi konsolidasi merupakan kegiatan penggabungan dua perusahaan atau lebih yang kemudian akan membentuk suatu perusahaan baru. Contoh konsolidasi, yaitu PT. Smartfren, merupakan hasil konsolidasi PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) dan PT Smart Telecom (Smart).

Jadi, dihasilkan rumus (Konsolidasi) : A + B = C.

Faktor yang Mendorong Terjadinya Penggabungan Usaha

  1. Diversifikasi Usaha. Merupakan strategi perusahaan untuk memperluas usahanya dengan membuat bidang usaha yang berbeda. Dari diversifikasi usaha ini akan membuka peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih, dan juga apabila usaha yang satu tidak sesuai harapan, masih ada kemungkinan untuk usaha yang lain akan sesuai dengan goal-nya.
  2. Perusahaan yang melakukan penggabungan usaha, ia akan melakukan investasi pada perusahan yang lain sewaktu ia memperoleh asset bersih dari perusahaan yang dibeli. Hal tersebut diharapkan akan menambah profit dimasa yang akan datan bagi perusahaan yang melakukan investasi.
  3. Memperkuat Pendanaan. Dengan melakukan penggabungan usaha, bisa jadi perusahaan yang awalnya memiliki sedikit asset akan bertambah setelah dilakukannya akuisisi atau konsolidasi. Karena perusahaan tersebut telah bergabung dengan perusahaan lain yang memiliki tingkat profitabiltas lebih baik.
  4. Pertimbangan pajak. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak akan menanggung kerugian tersebut bisa sampai dua puluh tahun atau lebih sampai kerugian tersebut dapat ditutupi. Karena itu perusahaan dapat melakukan penggabungan usaha dengan perusahaan lain yang memiliki tingkat laba lebih tinggi untuk memanfaatkan kerugian pajak tersebut.
  5. Meminimalisir Persaingan / Kompetitor. Dengan menguasai atau bekerja sama dengan perusahaan rival merupakan strategi yang banyak dilakukan unntuk memenangkan persaingan dan juga mengurangi pesaing suatu perusahaan.

Jadi, jenis penggabungan usaha itu ada 3, yaitu Merger, penggabungan dua usaha atau lebih menjadi satu kesatuan dimana perusahaan membeli asset bersih perusahaan lain dan perusahaan yang dibeli dibubarkan atau berhenti beroperasi.

Akuisisi, penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu kesatuan dimana perusahaan yang asset bersihnya dibeli tidak dibubarkan / tetap ada. Dengan catatan disini terdapat Induk dan Anak perusahaan.

Konsolidasi, penggabungan dua perusahaan atau lebih yang kemudian akan membentuk suatu perusahaan baru.

Faktor yang mempengaruhi adanya penggabungan usaha adalah Diversifikasi Usaha, Investasi, Memperkuat Pendanaan, pertimbangan pajak, dan Meminimalisir Persaingan / Kompetitor.

Sekian dari saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Sedikit kata-kata mutiara dari saya.

“Sendiri mungkin tidak baik, Berdua akan lebih baik, dan bersama-sama pasti akan menjadi yang terbaik – Anonymous, 2018”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here