Beranda Ekonomi Cara Mengukur dan Mengetahui Kinerja Ekonomi Suatu Negara

Cara Mengukur dan Mengetahui Kinerja Ekonomi Suatu Negara

995
0
BERBAGI

Mengukur Kinerja Ekonomi

Kinerja Ekonomi – Saat ini, sulit untuk menghidupkan radio, menonton berita di televisi, menggunakan internet, atau membaca koran tanpa mendengar atau melihat sesuatu tentang ekonomi. Pertimbangkan untuk sesaat pertanyaan-pertanyaan berikut :

  1. Apakah pekerjaan AS seproduktif pekerja di negara-negara lain?
  2. Apakah produk domestik bruto AS meningkat atau menurun?
  3. Bagaimana neraca perdagangan AS saat ini?
  4. Mengapa tingkat pengangguran penting?

Kinerja Ekonomi – Informasi yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan ini, bersama dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan serupa lainnya, mudah didapat dari berbagai sumber. Lebih penting lagi, jawaban atas pertanyaan ini dan lainnya dapat digunakan untuk mengukur kesehatan ekonomis suatu negara. Bagi individu, kesehatan ekonomi bangsa kita sering memengaruhi jumlah bunga yang Anda bayar untuk rumah, mobil, pembelian dengan kartu kredit, dan transaksi lainnya. Akhirnya, kesehatan ekonomi juga dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan pekerjaan atau pembiayaan yang Anda butuh kan untuk melanjutkan pendidikan Anda.

Baca juga : Teori Perdagangan Internasional dan Investasi Internasional

Pentingnya Produktivitas dalam Pasar Global

Salah satu cara untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara adalah menilai produktivitas. Produktivitas (productivity) adalah tingkat rata-rata output per pekerja per jam. Peningkatan hasil produktivitas dalam pertumbuhan ekonomi disebabkan jumlah yang lebih besar dari barang dan jasa yang diproduksi oleh tenaga kerja yang diberikan. Untuk melihat bagaimana produktivitas memengaruhi Anda dan ekonomi, pertimbangkan tiga pertanyaan berikut ini :

Pertanyaan : Bagaimana pertumbuhan produktivitas memengaruhi perekonomian?

Jawaban : karena adanya pertumbuhan produktivitas, sekarang hanya dibutuhkan 90 pekerja untuk menghasilkan sesuatu yang dihasilkan 100 pekerja pada 2001. Akibatnya, pengusaha dapat mengurangi biaya, meningkatkan keuntungan lebih, dan menjual produk mereka lebih murah. Akhirnya, pertumbuhan produktivitas membantu bisnis AS bersaing lebih efektif dengan negara-negara lain di dunia yang kompetitif.

Pertanyaan : Bagaimana sebuah bangsa meningkatkan produktivitas?

Jawaban : mengurangi biaya dan memungkinkan karyawan untuk bekerja lebih efisien adalah inti dari semua upaya untuk meningkatkan produktivitas. Misalnya, produktivitas di AS diharapkan dapat meningkatkan secara dramatis dengan lebih banyak aktivitas ekonomi ditransfer ke internet, mengurangi biaya untuk melayani pelanggan dan menangani fungsi rutin pemesanan antar perusahaan.

Pertanyaan : Apakah pertumbuhan produktivitas selalu baik?

Jawaban : meskipun para ekonom selalu menekankan pada peningkatan efisiensi dan kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa untuk biaya yang lebih rendah sebagai faktor positif, turunnya kebutuhan akan pekerja menyebabkan tingkat pengangguran lebih tinggi. Dalam hal ini, peningkatan produktivitas baik untuk pengusaha, tetapi tidak baik bagi para penganggur yang mencari pekerjaan dalam lingkungan kerja yang sangat kompetitif. Misalnya, pengusaha enggan untuk memperkerjakan karyawan baru di tengah krisis ekonomi. Karena mereka telah mampu menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan karyawan lebih sedikit, pengusaha yang sama tidak ingin menambah beban gaji perusahaan dengan memperkerjakan karyawan baru. Akibatnya tingkat pengangguran meningkat sekitar 10 persen pada 2009 dan 2010 meskipun pemerintah federal telah berupaya menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi jumlah pengangguran.

Pentingnya Indikator-indikator Ekonomi dalam Mengukur Ekonomi Suatu Bangsa

Selain produktivitas, ukuran yang disebut produk domestik bruto dapat digunakan untuk mengukur kesejahteraan ekonomi suatu bangsa. Produk domestik bruto – PDB (gross domestik bruto) adalah nilai total semua produk (barang dan jasa) dalam sebuah nilai mata uang yang diproduksi dalam batas-batas suatu negara selama periode satu tahun. Sebagai contoh, nilai mobil yang diproduksi oleh karyawan di sebuah perusahaan milik Amerika General Motors dan pabrik Toyota milik Jepang di AS keduanya termasuk dalam PDB untuk AS. PDB AS adalah $143 triliun pada 2009.

Untuk membuat perbandingan PDB yang akurat pada tahun yang berbeda, kita harus menyesuaikan jumlah dolar terhadap inflasi. Inflasi (inflation) adalah suatu kenaikan harga-harga secara umum (kebalikan dan inflasi adalah deflasi). Deflasi (deflation) adalah penurunan harga-harga secara umum. Dengan menggunakan figur penyesuaian inflasi, kita dapat mengukur PDB riil suatu bangsa. Akibatnya, saat ini sangat mungkin membandingkan produk dan jasa yang dihasilkan oleh bangsa dalam dolar konstan, dolar yang mampu membeli sejumlah barang dan jasa yang sama.

Selain PDB dan PDB riil, terdapat ukuran-ukuran ekonomi lain yang dapat digunakan untuk mengevaluasi perekonomian suatu negara. Akibat adanya krisis ekonomi terkini, parameter statistik penting yang banyak dibicarakan si berita secara teratur adalah tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran (unemployement rate) adalah persentase angkatan kerja yang menganggur di suatu negara setiap saat. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, ketika para pekerja menganggur, keluarga mereka dan negara secara keseluruhan merugi. Pekerja dan keluarga mereka kehilangan upah dan negara kehilangan barang dan jasa yang bisa diproduksi. Selain itu, daya beli para pekerja yang hilang dapat menyebabkan pengangguran bagi pekerja lain. Meskipun sudah ada program federal dan negara untuk mengurangi tingkat pengangguran di Amerika Serikat, publikasi menunjukkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 10 persen. Hal ini adalah pentingnya statistik secara khusus terutama jika Anda tidak bekerja. Indeks Harga Konsumen-IHK (consumer price indeks-CPI) adalah indeks bulanan yang mengukur perubahan harga dari barang tetap dibeli oleh konsumen di daerah perkotaan. Barang-barang yang tercantum dalam IHK meliputi makanan dan minuman, transportasi, perumahan, pakaian, perawatan medis, rekreasi, pendidikan, komunikasi, serta baran dan jasa lainnya.

Baca Juga: Pengantar Akuntansi

Ekonom sering menggunakan IHK tidak hanya untuk mengetahui pengaruh inflasi terhadap perekonomian negara itu, tetapi juga individu konsumen. Indeks bulanan lain adalah indeks harga produsen. Indeks Harga Produsen – IHP (producer price index – PPI) mengukur harga yang diterima produsen untuk barang-barang jadi mereka. Karena perubahan dalam IHP mencerminkan kenaikan harga atau penurunan pada tingkat grosir, IHP merupakan akurat untuk perubahan dalam IHK dan harga yang akan dibayar konsumen untuk banyak kebutuhan sehari-hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here