Beranda Pendidikan Keistimewaan Larva Black Soldier Fly Bagi Lingkungan

Keistimewaan Larva Black Soldier Fly Bagi Lingkungan

44
0
BERBAGI

Kita mungkin sering menganggap larva lalat sebagai makhluk yang kotor, menjijikan dan tidak ada gunanya. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Lalat memang identik dengan lingkungan yang kotor dan terkesan menjijikan. Tetapi, tidak semua larva lalat tidak memiliki manfaat. Bahkan sebagian lalat justru sengaja dibudidaya karena memiliki larva yang kandungan proteinnya sangat tinggi.

Pupa BSF

Salah satu jenis lalat yang mampu menegasikan anggapan masyarakat tersebut adalah Lalat Tentara Hitam atau yang biasa dikenal dengan lalat BSF (Black Soldier Fly). Lalat yang memiliki nama latin Hermetia illucens ini merupakan lalat tropis yang saat ini sedang naik daun. Berbagai penelitian baik dari dalam negeri maupun luar negeri berlomba-lomba mengklaim jika larva atau maggot dari lalat tentara hitam merupakan solusi dari isu ketahanan pangan (food security issue) di masa depan. Hal ini dikarenakan produksi lalat tentara hitam tidak mengeksploitasi sumber daya alam lain, khususnya sumber daya air. Selain itu, budidaya lalat BSF juga tidak membutuhkan lahan yang luas yang mendorong manusia untuk menebang lebih banyak hutan. Dengan demikian, produksi lalat BSF dinilai berorientasi jangka panjang (sustainable).

Selain itu, apa saja kah keistimewaan Black Soldier Fly yang membuat lalat ini banyak disebut sebagai solusi masa depan? Berikut kami telah merangkumnya untuk Anda.

Larva Black Soldier Fly Mengandung Protein Hingga 40%

Seperti yang kita ketahui, lalat merupakan salah satu makhluk hidup yang melakukan metamorfosis dalam tahapan perkembangbiakannya. Salah satu tahapan metamorfosis yang pasti dilalui oleh lalat adalah tahapan menjadi larva atau maggot, begitu pula dengan lalat Black Soldier Fly.

Berbeda dengan larva atau maggot lalat pada umumnya, maggot dari Black Soldier Fly memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, yaitu sekitar 40% dari total nutrisi tubuhnya. Kandungan protein yang tinggi ini, membuat maggot dari Black Soldier Fly sangat potensial untuk menjadi alternatif sumber protein, baik bagi manusia, maupun bagi hewan ternak.

Ditambah lagi, harga pakan ternak saat ini sangat mahal. Hal tersebut disebabkan oleh kelangkaan tepung ikan import yang menjadi bahan baku pembuatan pakan. Adanya larva Black Soldier Fly yang dikeringkan dan digiling menjadi tepung memungkinkan para produsen pelet lokal untuk beralih ke tepung maggot yang kandungan proteinnya tidak kalah dengan tepung ikan import. Tentunya, biaya yang dikeluarkan untuk membeli tepung maggot pun akan lebih murah karena diproduksi di dalam negeri.

Lebih jauh, wacana konsumsi Black Soldier Fly oleh manusia pun sudah mulai banyak dikampanyekan oleh peneliti dan pemerhati lingkungan. Hal ini karena kandungan larva Black Soldier Fly dianggap aman untuk dikonsumsi manusia (edible). Di sisi lain, budidaya maggot sangat efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan protein manusia di masa depan. Apalagi, diprediksi jika jumlah manusia di masa depan akan berlipat ganda. Tidak seperti sumber protein lain, misalnya sapi, yang proses budidayanya mendorong perubahan iklim  akibat gas metana yang dihasilkan.

Larva Black Soldier Fly Mampu Mengurangi Timbulan Sampah Organik

Semakin banyak manusia di dunia, maka akan semakin banyak timbulan sampah yang dihasilkan. Salah satu hal yang menjadi keistimewaan Black Soldier Fly adalah kemampuannya untuk mengurangi timbulan sampah organik secara signifikan. Menurut berbagai referensi, setiap larva Black Soldier Fly mampu memakan tiga kali bobot tubuhnya selama rentang waktu kurang lebih satu jam.

Oleh karena itu, di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak lembaga dan institusi yang telah mengintegrasikan budidaya Black Soldier Fly dengan upaya pengelolaan limbah organik di areanya. Misalnya, di Jakarta, kamu akan menemukan PT Waste4Change yang merupakan perusahaan di bidang waste management. Perusahaan ini memiliki instalasi budidaya BSF di site pengelolaan sampah mereka. Di Surabaya, kamu akan menemukan Tempat Penngelolaan Sampah Jambangan. Tempat tersebut sudah memiliki banyak sekali larva Black Soldier Fly yang siap memakan sampai habis sampah-sampah organik yang dihasilkan oleh warga kota tersebut.

Black Soldier Fly Tidak Memiliki Karier Patogen

Lalat BSF

Walaupun larva Black Soldier Fly memiliki banyak keistimewaan bagi lingkungan, tentunya kita tetap tidak ingin mengambil risiko jika lalat tersebut berbahaya bagi manusia, bukan? Apalagi, di luar sana sudah terdapat sekali banyak kejadian, baik anak-anak maupun orang dewasa, yang terserang berbagai penyakit akibat terpapar kontak dengan lalat yang kotor. Namun, jangan khawatir, karena lalat Black Soldier Fly ini berbeda.

Black Soldier Fly tidak memiliki karier patogen, dengan kata lain, lalat ini tidak menjadi agen penular penyakit. Hal ini dikarenakan selama fase hidupnya sebagai lalat, Black Soldier Fly tidak makan dan tidak membutuhkan makanan. Ia hanya banyak minum air dan kawin sebagai sarana reproduksi. Dengan begitu, Black Soldier Fly akan terjaga dan tidak hinggap di sembarang tempat, apalagi di tempat-tempat kotor.

Sehingga, Black Soldier Fly cenderung dianggap lebih aman dibandingkan lalat hitam pada umumnya. Ia tidak membawa karier patogen karena tidak menularkan penyakit dan tidak hinggap di sumber penyakit. Walaupun demikian, pastikan lah kita selalu menjaga kebersihan diri kita. Meski Black Soldier Fly dianggap tidak membawa karier patogen, tidak ada salahnya mencegah penularan penyakit dengan selalu mencuci tangan setelah selesai beraktivitas atau sebelum makan.

Jadi, setelah membaca penjelasan tentang keistimewaan Black Soldier Fly di atas, kamu sudah tidak alergi dengan lalat lagi kan? Atau justru kamu tertarik untuk membudidayakan Black Soldier Fly di rumahmu sebagai opsi lain bisnis bermodal minim? Apapun jawabanmu, percaya lah, semua makhluk hidup memiliki manfaat atas eksistensinya di muka bumi. Tidak terkecuali Black Soldier Fly yang memiliki keistimewaan bagi lingkungan.

Komentar dengan facebook