Beranda Pendidikan Macam-macam Jurnal Penyesuaian yang Harus Kalian Ketahui

Macam-macam Jurnal Penyesuaian yang Harus Kalian Ketahui

54
0
BERBAGI

Jurnal Penyesuaian – Artikel yang sudah Kinay buat sebelumnya sudah membahas mengenai bagaimana sih cara atau tahap-tahapan yang harus dilalui dalam menganalisis suatu transaksi atau bukti transaksi yang kemudian menjadi ayat jurnal sampai denan pembuatan neraca saldo yang belum disesuaikan. Nah, pada pembahasan artikel kali ini Kinay akan menjelaskan mengenai proses penyesuaian dalam akuntansi.

Yaps, ketika kalian sudah membuat ayat jurnal, yang kemudian dipindahbukukan kepada buku besar dan akhirnya dibuatnya neraca saldo, dan untuk selanjutnya kalian harus membuat jurnal penyesuaian atau melakukan proses penyesuaian. Wow,apa itu proses penyesuaian, kenapa harus disesuaikan, bagaimana caranya, dan jurnal-jurnal apa saja yang harus dibuat dalam proses penyesuaian.

Semuanya akan dijelaskan secara gambling pada artikel kali ini. Jadi, yang lagi chatting-an sama si do’I berhenti dulu, yang lagi baca sambil dengerin musik, matikan dulu musiknya, soalnya aku maunya di fokusin kamu, iya kamu wkwk.

Macam-macam Jurnal Penyesuaian yang Harus Kalian Ketahui

Apa itu Jurnal Penyesuaian?

Jurnal Penyesuaian merupakan suatu proses penyesuaian atau penyelarasan yang berkaitan dengan catatan atau fakta transaksi yang benar-benar terjadi pada akhir periode akuntansi atau proses penyesuaian atau penyelarasan saldo-saldo akun tertentu yang dilakukan agar menenjukkan keadaan saldo yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.

Jurnal penyesuaian ini biasanya dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari neraca saldo yang belum disesuaikan dan data yang berisikan informasi penyesuaian pada akhir periode tersebut. Namun, tidak semua akun yang ada dalam neraca dapat disesuaikan, hanya beberapa akun saja yang dapat disesuaikan. Karena pada akhir periode, akun-akun yang terpilih untuk disesuaikan ini dilakukan berdasarkan alasan-alasan tertentu, yang sehingga perlu adanya penyesuaian untuk menunjukkan saldo akun tersebut yang sebenarnya.

Baca Juga: 5 Aspek Penting dalam Bisnis Sesuai Etika Bisnis dan Profesi

Jika ada yang bertanya alasan yang seperti apa, misalkan pengakuan akan pendapatan dan beban, begitu juga adanya penurunan kualitas dari aktiva tetap suatu perusahaan dan itu harus dicatat pada akhir periode, dan lain-lain.

Sedangkan untuk ayat jurnal penyesuaian memiliki pengertian bahwa ayat jurnal yang dibuat dengan sengaja dalam proses pencatatan perubahan saldo akun-akun tertentu sehingga saldo akun tersebut dapat mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya pada akhir periode. Setelah dilakukan penyesuaian akan menghasilkan saldo akun sebenarnya yang akhirnya akan digunakan sebagai item atau bahan untuk membuat laporan keuangan.

Kapan Membuat Jurnal Penyesuaian?

Pembuatan ayat jurnal penyesuaian tidak harus setiap saat, setiap waktu atau setiap bulan, gaes. Ayat jurnal ini dibuat hanya pada satu waktu setiap periode akuntansi. Periode akuntansi pada umumnya dari bulan januari-desember. Nah, pertanyaannya adalah kapan yang dimaksud dari kalimat hanya pada satu waktu saja? jawabannya adalah pada setiap akhir periode, yaps lebih tepatnya dibuat pada setiap tanggal 31 desember.

Mengenai kapan dibuatnya jurnal ini telah Kinay sebutkan terus-menerus dalam pengertian jurnal penyesuaian. Nah, sekarang pertanyaannya lagi kenapa jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode akuntansi, kenapa tidak di awal atau di pertengahan dan kenapa harus disesuaikan satu kali setiap akhir periode?.

Jawabannya karena jurnal penyesuaian dibuat untuk mencatat transaksi yang sudah terjadi namun masih belum dicatat atau transaksi tersebut diakui namun belum dicatat sehingga perlu dilakukan penyesuaian di akhir periode mengenai pencatatan transaksi tersebut, dan juga jurnal penyesuaian ini dibuat untuk mencatat transaksi yang sudah dicatat namun memerlukan koreksi pada akhir periode untuk mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya.

misalnya pada kasus persediaan, pada tanggal 8 juli saldo akun persediaan berjumlah Rp. 1.000.000, dan ketika pada tanggal 31 desember jumlah saldo persediaan berjumlah Rp. 400.000, artinya kita harus membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mengkoreksi jumlah saldo akun persediaan yang sebenarnya pada akhir periode.

Nah, dari hasil dari pembuatan ayat jurnal penyesuaian nantinya akan digunakan untuk membuata neraca saldo yang telah disesuaikan pada periode saat itu. Jadi, intinya pembuatan jurnal penyesuaian itu tiap akhir periode akuntansi atau pada umumnya pada tiap tanggal 31 desember.

Seperti halnya masalah status hubungan asmara dengan dia gaes, ane yang pacaran lama sama dia, eh malah di akhir dia menikah sama orang lain. Jadi, pada akhirnya ane perlu disesuaikan status, yang awalnya pacaran, di akhir periode status ane jadi JONI (Jomblo ditinggal Nikah) wkwkw.

Kenapa Harus Melakukan Jurnal Penyesuian?

Pembuatan jurnal penyesuaian tentunya memiliki tujuan. Lantas, apa tujuan pembuatannya? Seperti yang Kinay jelaskan tadi diatas gaes, jurnal penyesuaian ini dibuat untuk mencatat transaksi yang belum dicatat pada akhir periode dan juga untuk menyesuaikan jumlah saldo akun yang memerlukan koreksi agar pada akhir periode mencerminkan jumlah sebenarnya.

Yaps, perkiraan akun riil ataupun akun nominal pada akhir periode harus melakukan penyesuaian agar saldo yang ditetapkan mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Dan yang perlu kalian garisbawahi gaes, jurnal penyesuaian ini dibuat untuk saldo akun suatu periode dengan periode selanjutnya.

Seperti halnya status hubungan yang tadi gaes, memang benar awalnya satus ane pacarnya dia, namun setelah dia menikah dengan orang lain gaes, diisni kita perlu adanya penyesuaian status hubungan pada diri ane, yang semula pacaran, sekarang menjadi JONI. Nah, status JONi yang mencerminkan status ane pada akhir periode ini. Artinya keadaan sekarang status ane yang sebenarnya adalah JONI, nah udah puas kalian? Wkwkw maksud Kinay udah lebih paham kan wkwk.

Bagaimana Proses Penyesuaian?

Pembuatan ayat jurnal penyesuaian sama dengan pembuatan jurnal umum, namun perbedaannya jurnal penyesuaian ini dibuat setiap pada akhir periode. Pembuatan ayat jurnal penyesuaian ini dilakukan untuk mencatat transaksi yang belum dicatat, padahal transaksi sudah terjadi sebelumnya.

Pembuatan ayat jurnal ini juga dibuat untuk mengkoreksi jumlah saldo akun tertentu, agar jumlah saldonya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Nah, untuk lebih jelasnya, alangkah baiknya kalian mengetahui akun-akun apa saja sih yang biasanya memerlukan penyesuaian di akhir periode, setelah itu baru kita bisa memahami melakukan penyesuaian terhadap akun tersebut. Yuk, simak baik-baik gaes.

Jenis Akun-akun yang Perlu dilakukan Penyesuaian:

Beban Dibayar Di Muka (Prepaid Expenses)

Beban dibayar di muka adalah beban yang seharusnya dibayar oleh perusahaan tiap satu bulan atau satu tahun, namun perusahaan membayar beban tersebut untuk beberapa tahun/periode mendatang. Pengertian lain, beban yang sudah dibayarkan oleh perusahaan secara tunai, namun barang atau jasa belum diterima perusahaan sepenuhnya.

Jadi, dengan pembayaran beban untuk sekaligus bebearapa periode mendatang, perusahaan harus menyesuaikan atau membuat ayat jurnal untuk mencatat jumlah beban mana yang akan di laporkan pada periode saat ini.

Transaksi seperti apa yang bisa menimbulkan keadaan seperti ini, seperti transaksi, sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, dan lain-lain. Contoh simpelnya, misalkan kalian udah bayar ke Kinay duluan, namun manfaat yang kalian rasakan itu masih belum semuanya dapat dirasakan.

Pendapatan Diterima Di Muka (Unearned Revenues)

Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang seharusnya diterima oleh perusahaan tiap bulan atau tiap tahun, namun perusahaan menerima pendapataan untuk beberapa periode mendatang, dan biasayan dicatat sebagai hutang (liabilitas) ketika kas diterima oleh perusahaan.

Pengertian lainnya, pendapatan yang sudah dibayarkan oleh klien atau konsumen perusahaan secara tunai, namun perusahaan belum memberikan barang atau jasa kepada klien secara penuh. Jadi, dengan penerimaan pendapatan yang diterima di muka oleh perusahaan, meskipun barang atau jasa belum diterima oleh klien, perusahan harus menyesuaikan atau membuat ayat jurnal untuk mencatat jumlah pendapatan yang mana yang akan di laporakan pada periode saat ini.

Contoh transaksi yang bisa menimbulkan keadaan seperti ini, seperti penerimaan pendapatan atas pemesanan barang yang terjadi pada bulan yang akan datang. Contoh simpelnya ya gaes, misalkan kalian udah menerima uang sepenuhnya dari Kinay, namun kalian belum memberikan barang atau jasa kepada Kinya.

Akruan Pendapatan (Accrued Revenues)

Akruan pendapatan adalah pendapatan yang masih harus diterima oleh perusahaan. Artinya pendapatan sudah dihasilkan, namun kas belum diterima oleh perusahaan. Dapat dibilang klien atau konsumen memiliki utang kepada kita sebagai perusahaan, atau bagi perusahaan memiliki piutang karena kita sudah mengirimkan barang atau memberikan jasa kepada konsumen, namun perusahaan belum menerima kas atau uang.

Jadi dengan pendapatan yang harus diterima oleh perusahaan karena belum ditagihkan kepada klien, maka perusahaan harus membuat ayat jurnal untuk mengkoreksi atau menyesuaikan transaksi ini. Contoh transaksi yang bisa menimbulkan keadaan seperti ini adalah perusahaan telah menyelesaikan jasa yang yang ia berikan kepada klien, namun perusahaan belum menerima kas atau pembayaran.

Contoh simpelnya ya gaes, misalkan kalian udah memberikan service atau jasa pada pelanggan kalian, tapi kalian belum mendapatkan bayaran dari mereka.

Akruan Beban (Accrued Expenses)

Akruan beban adalah beban yang masih harus  dibayar oleh perusahaan. Artinya  beban sudah terjadi, namun perusahaan belum membayarnya. Dapat dibilang kita sebagai perusahaan memiliki utang pihak luar (supplier, konsumen, dan lain-lain) atau pihak dalam (pegawai) karena kita sudah menerima jasa atau barang dari mereka, namun perusahaan masih belom membayarnya.

Jadi, dengan beban yang masih harus dibayar, maka perusahaan harus membuat ayat jurnal untuk mengkoreksi atau menyesuaikan transaksi ini. Contoh transaksi yang bisa menimbulkan keadaan seperti ini adalah utang gaji kepada  karyawan pada akhir periode, utang wesel, utang bunga, dan utang pajak.

Contoh simpelnya ya gaes, misalkan kalian udah menerima barang yang kalian pesan atau jasa nya udah diterima kalian, namun kalian belum membayarnya gaes.

Beban Penyusutan (Depreciation)

Beban penyusutan adalah beban yang timbul untuk menyusutkan aktiva tetap pada suatu periode akuntansi. Artinya aktiva tetap perusahaan pasti setiap tahunnya akan mengalami penyusutan atau penurunan nilai masa pakai atau kualitas kinerja dari aktiva tetap tersebut, oleh karena itu perusahaan harus menyesuaikan dengan menyusutkan aktiva tetap tersebut tiap akhir periode.

Contoh transaksi yang bisa menimbulkan keadaan seperti ini adalah peralatan, kendaraan, gedung, dan lain-lain. Contoh simpelnya gaes, misalkan kalian punya mobil dan masa pakai kira-kira 20 tahun, nah setelah 1 tahun berjalan, maka di akhir tahun kalian harus melakukan penyesuaian kepada mobil kalian untuk mengurangi sisa masa pakai menjadi 19 tahun sekarang.

Beban Pemakaian Perlengkapan/Persediaan

Beban perlengkapan adalah beban yang timbul karena adanya pemakaian terhadap perlengkapan tersebut, sehingga akan mengurangi jumlah harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi.

Artinya adanya pemakaian perlengkapan selama periode akan mengurangi jumlah saldo aku perlengkapan pada akhir periode. Oleh sebab itu perlua adanya jurnal penyesuaian untuk mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya.

Contoh simpelnya ya gaes, misalkan kalian beli perlengkapan seharga Rp. 200.000 pada awal periode, nah setelah satu tahun periode berjalan, pada akhir periode ternyata tersisa Rp. 150.000. Jadi, kalian harus melakukan penyesuaian gaes.

Pembuatan Neraca Saldo Yang Telah Disesuaikan

Sebelumnya, kalian sebagai akuntan nantinya akan disajikan bukti-bukti transaksi yang kemudian dianalisis, lalu dibuatlah jurnal umum. Setelah selesai membuat jurnal umum, lalu dipindahbukukan (posting) ke dalam buku besar. Dari buku besar, jumlah saldo yang ada akan digunakan untuk membuat neraca saldo yang belum disesuaikan.

Tak hanya sampai disini gaes, setelah kalian membuat neraca saldo yang belum disesuaikan, kalian diharuskan untuk membuat jurnal penyesuaian untuk mengkoreksi atau menyesuaikan akun-akun tertentu agar jumlah saldo akun tersebut mencerminkan saldo yang sebenarnya. Setelah pembuatan jurnal penyesuaian, maka akan dilanjutkan pada pembuatan neraca saldo yang telah disesuaikan oleh jurnal penyesuaian.

Contoh Soal Jurnal Penyesuaian

Diketahui neraca saldo sebelum penyesuaian pada Perusahaan Kinay Si Manis Manja seperti dibawah ini:

Oke, mungkin itu saja penjelasan tentang jurnal penyesuaian dari Kinay. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya.