Beranda Pendidikan Jenis Jenis Hujan Yang Perlu Kamu Ketahui di Indonesia

Jenis Jenis Hujan Yang Perlu Kamu Ketahui di Indonesia

259
0
BERBAGI

Jenis Hujan – Selamat datang di artikel saya lagi, dan selamat datang juga buat kamu yang masih memiliki rasa tanpa bisa memiliki.  Semoga kamu, kamu, dan kamu gak bosen sama Kinay yah. Oh iya, gimana kabar kalian hari ini? semoga kalian gak sakit yah, melihat kondisi cuaca saat ini seringkali tidak karuan sama halnya dengan kamu dengan dia, hahaha. Ngomongin soal cuaca, disini ada hubungannya sama musim nih, menurut kalian lebih nyaman musim panas atau musim dingin? atau malah dua-duanya?. Nah, bahasan Kinay kali ini ada hubungannya sama musim.

Semuanya udah pasti tau dong, kalau di Indonesia cuma memiliki dua musim, yakni musim panas dan musim hujan. Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa ada juga musim pancaroba, yaitu musim peralihan dari musim hujan ke musim panas atau sebaliknya. Biasanya, pada musim pancaroba sering membawa banyak penyakit seperti demam, flu, batuk, kenangan (Eitss) dan sebagainya. Itu semua terjadi karena proses peralihan musim.

Itu sedikit perkenalan tentang musim di Indonesia. Selanjutnya, Kinay akan berbagi pengetahuan tentang hujan. Hujan yang akan dibahas kali ini bukan hujan yang mengandung 1% air dan 99% kenangan loh ya. Tapi, hujan yang benar-benar hujan wkwk. Pada dasarnya hujan adalah peristiwa jatuhnya butiran butiran yang berwujud cair (air) ataupun berwujud beku (es) dari lapisan atmosfer ke permukaan bumi.

Berhubung di Indonesia  beriklim tropis, jadi hujan yang turun biasanya berwujud cair atau air saja dan jarang sekali terjadi hujan es. Sekalipun ada mungkin hanya beberapa wilayah saja yang akan mengalami hujan es atau hujan salju. Sebenarnya hujan adalah fenomena alam biasa yang sering terjadi dan juga merupakan siklus hidrologi yang ada di bumi. Untuk lebih jelasnya ada beberapa poin yang akan dibahas kali ini. Simak ulasannya berikut ini:

Proses Terjadi Hujan

Layaknya peristiwa yang lain, hujan pun juga mengalami beberapa proses sehingga jatuh ke bumi dan jadilah hujan. Ada beberapa proses yang terjadi dan melibatkan beberapa unsur diantaranya matahari, lautan, danau, sungai, angin, dll. Lalu apa hubungannya hujan dengan unsur unsur yang telah disebutkan tadi? Ini dia jawabannya:

Jenis Jenis Hujan Yang Perlu Kamu Ketahui di Indonesia 3

  1. Sinar panas matahari yang menyinari bumi merupakan suatu energi yang akan mengakibatkan terjadinya evaporasi atau penguapan di lautan, samudera, danau, sungai, dan tempat tempat lainnya yang mengandung air. Kemudian dari penguapan yang terjadi itu akan mengahsilkan uap-uap air.
  2. Dari uap air tersebut kemudian akan naik pada ketinggian tertentu dan disitulah akan terjadi kondensasi, atau bisa disebut juga pengembunan. Pengembunan adalah proses perubahan wujud benda dari gas menjadi cair. Zat cair yang dihasilkan berupa embun yang kemudian berkumpul menjadi titik-titik yang semakin besar. Dengan keadaan suhu yang panas, embun tersebut akan menjadi gumpalan awan kecil.
  3. Dengan bantuan angin yang ada di udara akan membawa awan-awan kecil tersebut bertemu dan bersatu membentuk awan besar. Hal ini yang dinamakan dengan koalensi (penggabungan diri membentuk awan besar). Setelah awan menjadi besar akan bergerak naik lagi sampai ke titik suhu yang lebih rendah. Sampai akhirnya awan akan berubah menjadi kelabu.
  4. Setelah berubah menjadi awan-awan besar, lama-kelamaan awan besar tadi akan menjadi kelabu, disebabkan kandungan air yang dimiliki sangat banyak. Selanjutnya, ketika kumpulan air semakin besar dan tidak dapat terbendung lagi karena semakin berat. Maka, butiran-butiran air akan jatuh ke bumi. Dan, inilah yang kemudian kita sebut dengan hujan.

Butiran-butiran air yang jatuh atau, kemudian akan membentuk suatu aliran yang berada di sungai, danau, laut, samudera, dan sumber air lainnya yang untuk selanjutnya akan menguap menjadi siklus terjadinya hujan seperti yang telah dijelaskan diatas.

Jenis Hujan

Setelah kita tau bagaimana proses hujan terjadi, selanjutnya Kinay akan berbagi tentang jenis-jenis hujan. Jangan dikira semua hujan itu sama ya. Jika dilihat dari ukuran butiran yang jatuh ke bumi, hujan itu ada empat jenisnya, tapi jika kita lihat dari proses terjadinya, hujan itu ada enam jenis. Loh, kok beda ya? Chek it out:

  • Berdasarkan Ukuran Butirannya:
  1. Hujan Gerimis (Drizzle). Merupakan air dengan diameter 0,5 mm. Bisa dibilang kecil banget sehingga hampir tidak bisa terlihat oleh mata. Namun, masih bisa dirasakan jika terkena kulit. Kayak rasa sayang aja, gak dapat dilihat tapi dapat dirasakan wkwkwk.
  2. Hujan Salju (Snow). Merupakan hujan yang berbentuk Kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah titik beku atau dibawah 0 derajat celcius. Dingin banget dong ? tenang, gak sedingin sikap dia kok.
  3. Hujan Batu Es. Merupakan curahan batu es yang turun dalam keadaan cuaca yang sedang panas dari awan yang suhunya dibawah titik beku atau dibawah 0 derajat celcius. Ibarat pas kita minum es kepal milo, eh tiba-tiba mantan lewat sama pacarnya yang baru, hmm.
  4. Hujan Deras (Rain). Merupakan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0 derajat celcius dan dengan diameter kurang lebih 7 mm. Kalau lagi berkendara pas kebetulan hujan deras, Kinay sarankan jangan ngebut-ngebut gaes, Kenapa ? biar selamat aja, wkwkwk.
  • Berdasarkan Proses Terjadinya:
  1. Hujan Zenithal (Hujan Naik Khatulistiwa). Proses terjadinya hujan jenis ini biasanya terjadi di daerah sekitar khatulistiwa, udaranya naik dan mendingin sehingga terjadi kondensasi. Kemudian terjadi perubahan uap air menjadi titik-titik air sehingga turun hujan seperti yang dijelaskan pada proses terjadinya hujan. Hujan zenithal disebut juga hujan naik ekuatorial yang biasa terjadi pada waktu sore hari, setelah terjadi pemanasan maksimal antara pukul 14.00-15.00. Di daerah yang memiliki iklim tropis, hujan jenis ini biasanya dalam setahun terjadi dua kali, berbeda dengan daerah dengan titik koordinat lintang 23½º LU/LS, hujan jenis ini dalam setahun biasanya terjadi satu kali saja. Hujan zenithal memiliki sifat lebat dan juga ketika hujan ini sedang beraksi, biasanya ditemani dengan Guntur dan angin kencang. Sama kayak dia, kalau lagi marah, biasanya ditemani dengan kekuatan bulan dan alam semesta wkwkw.
  2. Hujan Orografis (Hujan Relief). Terjadi karena angin membawa uap air naik ke pegunungan. Sehingga terjadi kondensasi dan terbentuklah awan. Kemudian terjadi hujan orografis pada lereng yang menghadap ke arah datangnya angin tersebut. Sedangkan pada lereng dibalik gunung atau yang tidak menghadap ke arah datangnya angin disebut dengan daerah bayangan hujan. Pada daerah itu sedikit atau bahkan tidak terjadi hujan. Nah, kalau disuruh menghadap orang tua kamu itu lain lagi ceritanya, hmmm.
  3. Hujan Muson (Musim). Hujan ini terjadi karena angin muson barat membawa banyak uap air sehingga terjadi hujan akibat angin tersebut. Angin muson terjadi akibat adanya suatu pergerakan semu tahunan matahari antara garis balik utara dan garis balik selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi pada bulan oktober sampai april. Sedangkan di kawasan Asia Timur terjadi pada bulan mei sampai agustus. Siklus ini juga yang menyebabkan adanya musim kemarau dan musim penghujan. Gak asik ya, di batasin dari bulan Oktober sampai April aja. Beda sama perasaan ini, meskipun tak terbalas, masih aja nunggu tanpa batas.
  4. Hujan Siklonal. Hujan ini terjadi karena udara panas naik dan juga disertai angin yang berputar atau siklon. Karena kondisi diatas dingin, udara menjadi jenuh dan terjadi kondensasi yang menimbulkan awan dan akhirnya hujan ini terjadi. Ini nih bahaya, kalau dia udah jenuh, harus cepat-cepat di antisipasi.
  5. Hujan Frontal. Hujan ini terjadi karena massa udara bersifat panas yang mengandung banyak uap air bertemu dengan massa udara dingin. Massa udara panas kemudian naik, terjadi kondensasi, dan kemudian turun hujan. Tempat pertemuan antara kedua massa tersebut disebut dengan bidang front. Di sekitar bidang front inilah terjadi hujan yang disebut dengan hujan frontal.
  6. Hujan Buatan. Hujan buatan merupakan perekayasaan atau berupaya agar terjadi hujan dengan memberikan inti kondensasi ke uap air yang ada di atmosfer. Inti kondensasi bisa berupa butir butir garam, urea, dan zat zat kimia yang lain. Ibarat kamu suka ke seseorang, yawes buat aja dia suka sama kamu. Kalau yakin bisa buat, kenapa enggak ?.

Oke , mungkin itu saja penjelasan tentang hujan dari Kinay. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya . Sedikit kata-kata mutiara dari Pidi Baiq.

“Aku adalah hujan. Kalau kamu gak suka gak apa apa, silahkan berteduh –  Pidi Baiq”.