Beranda Ekonomi GCG Sangat Berperan Penting Bagi Perusahaan Publik/Terbuka

GCG Sangat Berperan Penting Bagi Perusahaan Publik/Terbuka

61
0
BERBAGI

GCG – Selamat datang di artikel Kinay semuanya. Selamat datang juga buat kalian yang baru aja tersungkur akibat batu perselingkuhan oleh dirinya. Oke, di artikel sebelumnya Kinay pernah membahas mengenai apa sih tujuan dan manajemen sistem keamanan dalam bisnis. Nah, untuk artikel kali ini, Kinay akan membahas sesuatu yang berbau akademis lagi yaitu GCG. Apa itu GCG? GCG merupakan singkatan dari Good Corperate Governance atau dalam bahasa Indonesia adalah tata kelola perusahaan yang baik. Buat kalian yang fakultas ekonomi, pasti tahu dong dengan istilah ini, wkwk.

Seperti yang kalian ketahui salah satu tujuan dari mendirikan sebuah perusahaan adalah dilihat dari segi ekonomi. Segi ekonomi berarti memberikan keuntungan atau meningkatkan kesejahteraan pemiliknya, begitu juga dengan memaksimalkan keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham. Namun, dalam menggapai tujuan tersebut tak selalu berjalan mulus, pasti selalu ada hambatan-hambatan pada hal yang bersifat fundamental. Hambatan ini muncul karena perusahaan yang ada di Indonesia masih dapat dikatakan “lemah” dalam segi pengelolaan perusahaannya. Oleh karena itu, munculnya GCG diharapkan menjadi solusi utama dalam masalah ini. Sebelum mengenal lebih dalam tentang GCG, yuk pahami konsepnya terlebih dahulu!!!.

GCG- Pengertian GCG?

Terdapat banyak pengertian tentang GCG yang dikemukan oleh beberapa ahli, salah satunya adalah Parkinson (1994). Menurut Parkinson (1994) GCG merupakan proses supervisi dan pengendalian untuk meyakinkan bahwa manajemen perusahaan bertindak sejalan dengan kepentingan para pemegang saham. Namun, dalam FCGI (2001) GCG merupakan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, dan lainnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa GCG itu merupakan sistem yang mengendalikan perusahaan agar belaku baik dan sejalan dengan pihak terkait dan pemangku kepentingan. Pihak terkait yang dimaksud adalah pihak internal yang memiliki tugas untuk mengelola perusahaan dan pihak eksternal terdiri dari pemegang saham, kreditur dan lain-lain.

GCG Sangat Berperan Penting Bagi Perusahaan Publik/Terbuka (1)
GCG Sangat Berperan Penting Bagi Perusahaan Publik/Terbuka (1)

GCG & Perusahaan – Manfaat GCG?

Pada tahun 2017, Indonesia sudah mampu mengoptimalkan penerapan GCG karena peringkat ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Indonesia membaik. Dikatakan membaik karena skor perusahaan (emiten) di Indonesia tahun 2017 naik ke posisi 70,59, dari posisi 62,88 pada tahun 2015. Nah, perusahaan yang telah menerapkan GCG secara benar tentunya akan mendapatkan banyak manfaat. Manfaat yang didapat bisa untuk perusahaan itu sendiri, investor, negara, dan karyawannya. Lantas apa saja manfaatnya? Yuk langsung aja kita habas, eits bahas maksudnya!!!.

1. Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Perusahaan yang telah menerapkan GCG akan membuat proses pengambilan keputusan akan lebih baik. Ketika prosesnya lebih baik maka keputusan yang diambil akan lebih optimal dibandingkan sebelum penerapan. Dampak dari pengambilan keputusan optimal akan berpengaruh positif terhadap kinerja dalam perusahaan itu sendiri. Pengaruh positif dapat meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Jika kinerjanya bagus maka akan dengan mudah mencapai tujuan perusahaan.

2. Menghindari atau Meminimalkan Tindakan Penyalahgunaan oleh Direksi

Penerapan GCG oleh perusahaan kemungkinan akan terhindar atau paling tidak meminimalkan tindakan penyalahgunaan wewenang oleh para pihak direksi. Karena dalam GCG terdapat salah satu prinsip yang mengharuskan perusahaan mengungkapkan informasi terkait unsur pengelolaan perusahaan. Jadi, jika penerapan good corperate governance dilakukan secara utuh dan konsisten, pastinya akan terhindar dari tindakan penyalahgunaan.

3. Meningkatkan Nilai Perusahaan di Mata Investor

Salah satu manfaat dari penerapan GCG ini adalah meningkatnya nilai perusahaan di mata investor. Kenapa meningkat?. Karena meningkatnya nilai perusahaan sejalan dengan meningkatnya kepercayaan mereka terhadap pengelolaan perusahaan tempat dimana mereka berinvestasi. Ketika kepercayaan investor meningkat, ini juga sejalan dengan meningkatnya jumlah investasi mereka terhadap perusahaan. Alhasil, perusahaan mendapatkan dana yang lebih besar yang bisa digunakan untuk keperluan perusahaan, seperti halnya ekspansi.

4. Meningkatnya Nilai Saham dan Penerimaan Negara

Seperti yang Kinay jelaskan tadi perusahaan yang menerapkan GCG akan meningkatkan kinerja perusahaan. Nah, kinerja perusahaan ini akan otomatis membuat nilai saham perusahaan juga naik. Ketika nilai saham naik berarti nilai dividen yang akan diteriman oleh pemegang saham ikut naik. Sedangkan bagi negara, hal ini akan membuat jumlah pajak yang diberikan kepada perusahaan naik daripada sebelumnya. Sehingga menaikkan penerimaan oleh negara dari sektor pajak.

5. Meningkatkan Kinerja Karyawan

Perusahaan yang menerapkan GCG, karyawan merupakan salah satu pemangku kepentingan atau stakeholder yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan. Oleh karena itu, akan membuat karyawan semakin termotivasi untuk semakin meningkatkan pekerjaannya dalam perusahaan tersebut. Disamping termotivasi, karyawan juga akan mendapatkan kepuasan kerja jika dikelola dengan baik. Salah satu contoh nya ada sikap adil yang diberikan perusahaan bagi setiap karyawannya.

6. Meningkatkan Kepercayaan Stakeholder

Penerapan GCG yang baik dan benar oleh suatu perusahaan akan membuat citra positif perusahaan akan naik. Meningkatnya citra positif diakibatkan oleh meningkatnya kepercayaan para stakeholder. Sehingga dengan tingginya kepercayaan akan menekan biaya (cost) yang timbut akibat dari adanya complain atau tuntutan kurang puas dari para stakeholder terhadap perusahaan.

7. Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan Perusahaan

Penerapan GCG yang dilakukan suatu perusahaan akan meningkatkan kualitas dari laporan keungannya. Pasalnya dalam salah satu prinsip good corperate governance, dimana perusahaan harus mengungkapkan laporan keuangan secara transparan. Sehingga manajemen akan sulit untuk melakukan rekayasa terhadap laporan keuangan perusahaannya. Oleh karena itu perusahaan akan melampirkan atau mengungkapkan laporan keuangan tahun tersebut sebagaimana yang terjadi tanpa ada unsur rekayasa.

GCG – Prinsip-prinsip GCG?

Setelah memahami pengertian dari GCG dan juga manfaat-manfaat penerapan GCG apa saja yang di dapat bagi perusahaan dan pihak lainnya. Selanjutnya kita lanjut pada prinsip-prinsip dalam GCG. Pada umumnya prinsip dasar good corperate governance yang disusun terutama oleh OECD terdiri dari lima aspek. Aspek apa saja? Yuk langsung kita bahas lagi!!!.

GCG Sangat Berperan Penting Bagi Perusahaan Publik/Terbuka (2)
GCG Sangat Berperan Penting Bagi Perusahaan Publik/Terbuka (2)

1. Transparancy (Keterbukaan Informasi)

Transparancy memiliki arti transparan atau keterbukaan dalam melakukan proses pengambilan keputusan dan juga keterbukaan untuk mengemukakan/mengungkapkan informasi yang materii dan relevan terkait perusahaan. Dalam prinsip ini, pemegang saham diharuskan diberi kesempatan untuk berperan dalam setiap pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan.

Dalam prinsip ini juga, perusahaan diharuskan mengungkapkan segala informasi terkait apapun tentang perusahaan, seperti laporan keuangan, risiko yang dihadapi, dll. Kenapa harus diungkapkan? Karena untuk menilai kinerja perusahaan pada tahun tersebut, dijadikan pertimbangan bagi investor apakah akan melanjutkan investasinya. Dan yang paling kenapa harus transparan agar tidak terjadi adanya asimetri informasi antara perusahaan dan pemangku kepentingan atau pihak lainnya.

2. Accountability (Akuntabilitas)

Akuntabilitas memiliki arti kejelasan fungsi, struktur, sistem, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ agar pengelolaan perusahaan dapat terlaksana dengan efektif. OECD menyatakan bahwa prinsip memiliki arti harus ada sistem yang mengendalikan hubungan antara organ-organ yang ada dalam perusahaan. Artinya dalam prinsip ini perusahaan diharuskan memberikan keseimbangan pembagian kekuasaan antara dewan komisaris, dewan direksi, pemegang saham, dan auditor.

3. Responsibility (Pertanggungjawaban)

Responbility memiliki arti pertanggungjawaban yang harus dilakukan perusahaan. Perusahaan harus patuh terhadap prinsip korporasi serta peraturan perundangan yang berlaku terkait pengelolaan perusahaannya. OECD menyatakan bahwa dalam prinsip ini menekankan pada tersedianya sistem yang jelas untuk mengatur mekanisme pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya.

4. Independency (Kemandirian)

Independency memiliki arti kemandirian dimana perusahaan yang dikelola harus secara profesional. Profesional berarti tanpa adanya benturan kepentingan,pengaruh,tekanan dari pihak lain yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip korporasi yang sehat. Dalam prinsip ini, kemandirian adalah keadaan dimana perusahaan tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun, bahkan dari pihak manajemen sekalipun.

5. Fairness (Kewajaran/Keadilan)

Fairness memiliki arti kewajaran atau keadilan yang diberikan suatu perusahaan. Dalam prinsip ini dapat dikatakan bahwa perusahaan harus berupaya dan melakukan tindakan yang tidak membeda-bedakan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) terhadap organisasi atau perusahaan terkait. Pemberian tanggung jawab kepada dewan komisaris, direksi, kehadiran komisaris independen dan komite audit, serta pengungkapan informasi (seperti laporan keuangan tahuna) dengan pengungkapan penuh (full disclosure) merupakan perwujudan nyata dari prinsip ini.

Oke mungkin, cukup sampai disini aja ya gaes penjelasan terkait pengertian, manfaat, dan prinsip dari good corperate governance dari Kinay. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Sedikit kata-kata soksuit dari saya.

“Bukan hanya perusahaan yang harus di tata dengan baik, hubungan kita pun harus!!! – Kinay, 2019”

Komentar dengan facebook