Beranda Pendidikan 10 Jenis Gaya Belajar Seseorang Saat Akan Menghadapi Ujian Atau Tes

10 Jenis Gaya Belajar Seseorang Saat Akan Menghadapi Ujian Atau Tes

37
0
BERBAGI

Gaya Belajar Seseorang – Kalian tahu, gak? Sebenarnya setiap orang memiliki gaya, cara atau metode tersendiri untuk belajar atau memahami suatu hal/materi. Namun, kebanyakan orang masih belum mengetahui jenis gaya belajar yang sesuai dengan diri mereka. Akhirnya, hasil belajar mereka menjadi kurang maksimal, seperti kasus materi yang dipelajari sering lupa saat ujian berlangsung.

Nah, ini diakibatkan oleh materi yang masuk ke dalam otak, tidak tersimpan atau melekat dalam keadaan yang lama. Mungkin memang benar, kamu sudah menatap, membaca dan mempelajari semua materinya selama semalam suntuk. Tapi, yang harus kalian ketahui “Menatap belum tentu menetap”. Artinya meskipun kalian sudah membacanya berulang-ulang, materi yang kalian pelajari belum tentu semuanya masuk semua ke dalam otak kalian. Jadi, bagaimana cara untuk belajar yang kita lakukan tidak sia-sia dan membuat materi yang kita pelajari itu menetap?.

Baca Juga: 16 Tipe Mahasiswa yang Sering Muncul Saat Perkuliahan

Yaps, jawabannya adalah buat materi itu nyaman dengan kalian, eh salah. Jawaban yang benar adalah kenali diri kalian sendiri, lalu cari tahugaya atau cara atau metode belajar kalian sendiri. Jadi, untuk mencari gaya belajar yang sesuai dengan diri kalian, artikel kali ini Kinay akan memberikan 10 jenis gaya belajar yang biasanya orang lakukan saat belajar menghadapi ujian atau tes. 10 jenis gaya belajar? Apa aja? Yuk, langsung mari kita bahas!!!.

Gaya Belajar HidupGaya Belajar Visual

Gaya belajar Seseorang ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang tidak suka membaca materi dengan kalimat yang panjang x lebar alias banyak atau buku dengan halaman yang tebal. Orang yang cocok menggunakan gaya ini, biasanya sulit untuk menghafal bacaan yang berupa teks dan cenderung malas apabila disuruh membaca materi secara berulang-ulang, bila berbentuk kalimat atau teks yang panjang. Biasanya dia langsung melewati halaman yang isi nya berupa teks saja, dan hanya mencari dan membaca halaman yang berisi tabel, gambar, grafik, atau yang lainnya.

Jadi, orang yang menggunakan gaya belajar ini, dalam memahami dan menghafal suatu materi, dia membuat materi nya menjadi sebuah objek gambar, yang mana isi dalam gambar tersebut mengandung ringkasan-ringkasan materi yang hanya bisa dimengerti oleh dirinya sendiri. Karena materi, ingin dimengerti wkwkw, ealah malah nyanyi.

Yang benar, karena orang yang cocok menggunakan gaya belajar ini, otak atau pikirannya lebih kuat dalam menyimpan memori dalam bentuk gambar atau objek, dan sangat lemah bila disuruh menyimpan memori berupa teks atau bacaan. Jadi, jangan marahi anak-anak kalian (bagi yang sudah menikah dan punya anak ya gaes) ketika sulit untuk menghafal bacaan, mungkin saja anak kalian adalah tipe orang yang cocok menggunakan gaya belajar ini.

Gaya Belajar Copy From The Books

Gaya belajar seseorang ini sudah mendarah daging di sebagian orang, karena cara ini pada umumnya sudah biasa digunakan untuk memahami dan menghafal sebuah materi oleh kebanyakan orang. Biasanya orang yang cocok dengan gaya belajar ini, orangnya telaten dan rapi, maksudnya dia membaca materi dari halaman awal sampai halaman akhir secara berurutan tanpa ada satu pun halaman yang terlewatkan.

Orang yang cocok dengan gaya belajar ini biasanya memiliki  kemampuan daya ingat yang tinggi. Dan juga, apabila dia ingin menghafal sebuah materi biasanya dia membaca materi tersebut secara berulang-ulang.Orang dengan gaya belajar ini dapat kita kenali dengan jawaban atas soal uraian, yaps jawaban yang dia tulis hampir sama persis kalimatnya dengan kalimat yang ada pada buku. Jadi, orang yang cocok dengan gaya belajar ini sulit untuk berkreasi atau berimprovisasi, karena berpedoman pada buku.

Gaya Belajar Focus On The Point

Gaya belajar ini digunakan sebagian orang yang suka dengan hal-hal yang simpel, suka jalan pintas, suka berbicara langsung pada intinya, dan lain-lain. Artinya orang seperti ini tidak menyukai kalimat-kalimat yang tidak berhubungan dengan topik atau bahasan utama, atau kalimat yang muter-muter atau berbelit-belit.

Jadi, orang yang cocok menggunakan gaya belajar ini biasanya menyukai hal-hal yang langsung pada bahasan utama. Dan apabila disuruh memahami atau menghafal suatu materi biasanya dia meringkas semua materinya atau mengambil poin-poin dalam materi yang dia anggap penting, dan kemudian dia kembangkan dengan bahasa dia sendiri. Jadi, dia berbanding tebalik dengan gaya belajar no. 2.

Mungkin orang yang cocok dengan gaya belajar ini malas jika disuruh menghafal semua yang ada dalam buku. Dia mungkin menganggap “buat apa sih dibaca semuanya? Buang-buang waktu saja”. Jadi, pada intinya orang dengan gaya belajar ini, menggunakan poin-poin materi yang sudah ia rangkum atau ia garis bawahi sendiri untuk dipahami dan diingat saat akan menghadapi ujian atau tes.

Gaya Belajar With Listening The Music

Gaya belajar ini digunakan oleh orang-orang yang santai dalam menjalani hidupnya dan menggunakan musik sebagai media pembantu dalam proses belajarnya. Artinya musik seperti media pendorong untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat saat belajar.

Jadi, jangan heran jika melihat seseorang yang sedang belajar, namun di kedua telinga nya ada earphone atau headshet. Bagi mereka yang yang cocok dengan jenis gaya belajar ini akan mengalami kesusahan atau kesulitan dalam memahami materi jika dia tidak mendengarkan musik, jadi musik sangat penting bagi mereka.

Meskipun banyak orang beranggapan bahwa belajar dengan mendengarkan musik itu membuat sulit untuk berkonsentrasi, tidak bagi mereka yang menggunakan musik sebagai teman belajar, sebagai media pendorong dalam memahami dan sebagai media yang meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.Jadi, jika kalian sudah mencoba 3 gaya belajar sebelumnya, mungkin kalian adalah tipe-tipe orang yang termasuk dalam gaya belajar with listening the music.

Gaya Belajar With Watching Television

Gaya belajar ini digunakan oleh orang-orang yang suka keramaian.Artinya dia suka belajar di tempat yang ramai orangnya. Namun, karena belajar itu pasti tempat di rumah, masak iya mau belajar di pasar, kan gak mungkin. Oleh  karena itu, orang dengan gaya belajar ini menghidupkan televisi meskipun dalam keadaan belajar, hal ini akan membuat keadaan mulai ramai, sehingga dalam proses belajarnya, materi yang dia pelajari mudah dipahami dan mudah diingat.

Sama halnya dengan mendengarkan musik tadi, suara televisi disini digunakan untuk meningkatkan daya konsenstrasi dan daya ingat dalam mempelajari dan memahami sebuah materi. Jadi, jika keadaannya sepi, orang tipe seperti ini akan mengalami kesulitan dalam belajar, dan cenderung akan pindah ke tempat keramaian atau yang banyak orangnya.Memang, benar jika kita pikir secara logika, orang tipe seperti ini termasuk orang yang aneh, mana mungkin dengan keadaan yang ramai dapat meningkatkan konsentrasi, malah sebaliknya.

Namun, aneh atau tidak tipe orang-orang seperti ini ada, yaitu Kinay sendiri. Keluarga ku semua merasa aneh dan bingung melihat cara belajar ku yang aneh. Tapi, mau bagaimana lagi, memang seperti ini kenyataannya. Jujur, jika tidak ramai, Kinay sangat sulit untuk konsentrasi dalam belajar.

Gaya Belajar Listening From Other People’s

Gaya belajar ini digunakan oleh orang-orang yang suka mendengar penjelasan atau percapakan orang lain. Artinya, orang yang seperti ini lebih mudah memahami dan mengingat suatu hal atau materi dari orang lain, seperti dosen atau guru yang sedang menjelaskan, dua orang yang saling belajar bersama, atau video-video pembelajaran dari orang lain.

Orang yang cocok dengan gaya belajar ini biasanya agak kesulitan dalam memahami materi jika dia membaca materinya sendiri secara langsung. Jadi, untuk lebih mempercepat dalam proses pemahaman dan daya ingat, memerlukan orang kedua, jangan orang ketiga, bahaya wkwkw. Oleh karena itu, orang dengan gaya seperti ini sulit untuk mempelajari sesuatu secara otodidak.

Meskipun tidak semua orang seperti ini, tapi ada lah yang memiliki gaya belajar ini. Bukti aslinya adalah teman Kinay sendiri, dia mengaku bahwa dia lebih mengerti jika mendengarkan orang lain belajar atau mendapat penjalasan dari orang lain, dibandingkan belajar sendiri.

Gaya Belajar Still Alone

Gaya belajar ini digunakan oleh orang-orang yang mungkin suka menyendiri, senang dengan keadaan sepi, hening, tenteram saat belajar. Orang yang menggunakan gaya belajar ini biasanya tidak suka dengan keramaian, tidak suka diganggu oleh orang lain saat belajar. Dikarenakan tempat yang sepi, hening, dan tenteram membuatnya bisa meningkatkan konsentrasi dalam membaca, memahami, dan menghafal sebuah materi.

Jadi, jangan heran jika melihat seseorang sendirian belajar di sebuah ruangan atau dimana, karena dengan kesendirian itu akanmenciptakan suasana yang sempurna dan nyaman dalam membaca dan memahami suatu pelajaran. Jika kalian memiliki teman yang gaya belajarnya seperti ini, sebaiknya jangan di ganggu gaes, wkwk bisa jadi dia berubah menjadi harimau nanti. Mungkin tidak apa-apa jika hanya duduk disampingnya, namun jangan sampai membuat keributan. Karena orang seperti ini agak sulit untuk menemukan fokusnya, wkwkw. Udah kayak lensa kamera aja.

Gaya Belajar Speak Loudly

Gaya belajar ini digunakan oleh orang-orang yang tidak memikirkan keadaannya sekitarnya sedangsepi tau ramai, yang penting dia belajar sebuah materi dengan di baca nyaring atau dengan nada yang tinggi. Orang dengan gaya belajar seperti ini mengalami kesulitan jika harus memahami materi dengan membaca di dalam hati, iya soalnya di dalam hatiku ada kamu, iya kamu, wkwkwk.

Mungkin bagi sebagian orang yang ada di sekitarnya menjadi risih olehnya.Jadi, harap maklumi teman-teman kalian yang biasanya kalau belajar membaca materinya dengan nada yang nyaring. Karena semua orang memiliki gaya belajarnya masing-masing.

Bagaimana kalau sedang di perpustakaan? Ya tidak mungkin dia membacanya secara nyaring, sesuai dengan semuanya yang ada di sana, dia membacanya dalam hati, namun, ya tetap dia susah memahami materi yang dia pelajari. Biasanya orang yang mempunyai gaya belajar seperti ini cocok dengan teman yang gaya belajarnya Listening From Other People’s.Kamu yang belajar dengan suara nyaring, sedangkan dia tidak risih dengan dirimu, malah dia juga ikutan belajar karena kamu. Jadi, mereka bisa jadi wakanda forever!! Eh salah maksudnya best friend forever.

Gaya Belajar With Still Moving

Gaya belajar ini digunakan oleh orang-orang yang tidak bisa diam bergerak atau harus menggerakkan salah satu anggota badannya saat belajar. Orang yang cocok dengan gaya belajar ini biasanya jika diam saat belajar, dia akan mengalami kesulitan dalam memahami suatu materi.

Jadi, dia harus tetap menggerakkan salah satu anggota badannya, seperti menggerakkan kedua tangannya seperti melakukan drama atau sedang berorasi, atau menggerakkan kedua kakinya yaitu dengan berjalan mondar-mandir tidak karuan, mencari alamat, wkwkw. Dengan dia menggerakkan salah satu anggota badannya, dia bisa lebih cepat memahami suatu materi dengan cara meningkatkan konsentrasinya dan mempercepat proses dia dalam menghafal.

Jadi, jika kalian memiliki teman seperti ini senyumin aja tingkah lakunya, bukan karena dia itu gila atau terkena penyakit apa, melainkanya menghargai dan mengormati usaha dia dalam belajar.

Gaya Belajar In Favorite Place’s

Gaya belajar seseorang ini digunakan oleh yang memiliki tempat favorit atau spesial buat belajar. Artinya, orang yang cocok dengan gaya belajar ini pasti memiliki sebuah tempat atau altar atau tempat bersemedi untuk belajar. Jadi, orang seperti ini akan sangat kesulitan jika disuruh belajar di sembarangan tempat.

Jika bukan di tempat favoritnya atau tempat yang sesuai seleranya, mungkin dia agak kesulitan untuk memahami materinya.Bagaimana keadaan sekitrnya? Keadaan sepi maupun ramai, semuanya tidak masalah, asal itu tempatnya sesuai seleranya atau tempat favoritnya. Jadi, misalkan jika ada tugas kelompok dan ada anggota kelompok gaya belajarnya seperti ini, maka turuti saja di manapun tempatnya untuk belajar,

Jadi, dapat Kinay simpulkan, bahwa setiap orang memiliki gaya belajar yang menurutnya pas untuk dirinya sendiri. Gaya belajar ini ditentukan banyak faktor, salah duanya adalah faktor dari luar (Lingkungan, Teman, dan lain-lain) dan faktor dari dalam (Kenyamanan diri sendiri).

Jika dirasa kalian telah belajar dengan maksimal, namun pada saat ujian sering lupa, atau saat belajar sering susah memahami apa yang di pelajari, mugkin kalian menggunakan gaya belajar yang kurang tepat. Jadi, kita tidak bisa langsung mengahakimi bahwa apa yang dilakukan mereka itu membuat kita risih akan gaya belajar, seharunya kita menghargai dan menghormati gaya belajar mereka.

Karena semua manusia yang hidup di Bumi ini, semua berbeda bentuknya, jadi tidak mustahil gaya belajar tiap manusia itu juga ikut berbeda. Oleh karena itu, Kinay sarankan buat kalian, kenali dulu diri kalian sendiri, lalu temukan gaya belajar kalian sendiri.

Karena disini yang terlibat hanya kamu, jadi kamu yang belajar, kamu juga yang untung, kamu yang memiliki gaya belajar berbeda, tetap saja kamu yang untung. Jadi, masa bodoh lah dengan mereka-mereka yang mungkin akan mengkomentari gaya belajarmu.