Beranda Bisnis Dimensi Bisnis yang Harus Diketahui Oleh Para Perintis Bisnis

Dimensi Bisnis yang Harus Diketahui Oleh Para Perintis Bisnis

69
0
BERBAGI

Dimensi Bisnis ˗ Selamat datang di artikel Kinay semuanya. Selamat datang juga buat kalian yang tertikung di tengah perjalanan oleh dirinya. Sabar ya gaes, kadang memang hidup harus pahit terlebih dahulu sebelum mencicipi manisnya kehidupan. Uhuy. Oke gaes di artikel sebelumnya Kinay udah membahas fakta atau realita kehidupan mahasiswa kos nih. Kali ini, kinay akan sedikit membahas tentang bisnis. Tapi bahasannya bukan tentang bagaimana cara merintis bisnis, atau bagaimana cara berbisnis yang baik dan benar. Bahasan Kinay kali ini tentang dimensi bisnis.

APA ITU BISNIS?

Sebelum membahasa tentang dunia bisnis secara luas, alangkah baiknya jika kita tau apa itu bisnis. Saat ini, Kinay yakin pasti semua orang sudah tau apa itu bisnis. Bisnis sudah menjadi satu alternatif pekerjaan bagi seseorang. Kenapa Kinay mengatakan seperti itu? Karena sepengetahuan Kinay, seseorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap, akan lebih memilih untuk berbisnis. Baik bisnis dalam skala kecil maupun bisnis dalam skala besar. Bisnis skala kecil seperti halnya menjual pulsa kepada sesama teman. Sedangkan bisnis skala besar seperti membuka sebuah usaha bisnis, baik usaha kuliner, pariwisata maupun yang lainnya.

APA ITU DIMENSI BISNIS?

Seseorang yang akan memulai bisnis haruslah mengetahui  macam dimensi bisnis. Dimensi disini bukan berarti ukuran bangun ruang seperti panjang, lebar, tinggi, maupun luas. Bukan juga seperti teknologi yang ada di dunia perfilman, seperti di bioskop 3D (3 Dimensi). Dimensi bisnis disini berarti sudut pandang terhadap bisnis itu sendiri. Sudut pandang disini dilihat dari beberapa segi. Mau tau dari segi apa saja? Yuk langsung saja kita bahas!!!.

Dimensi Bisnis yang Harus Diketahui Oleh Para Perintis Bisnis (1)
Dimensi Bisnis yang Harus Diketahui Oleh Para Perintis Bisnis (1)

Dimensi Bisnis – Dimensi Ekonomi

Bisnis memang erat hubungannya dengan ekonomi. Karena dalam ilmu ekonomi, sedikit banyak mempelajari tentang bisnis. Menurut ilmu ekonomi, bisnis merupakan suatu kegiatan yang dapat meghasilkan keuntungan. Dapat dikatakan bahwa bisnis merupakan tulang punggung kegiatan ekonomi. Karena kegiatan ekonomi tidak akan dapat berjalan tanpa adanya bisnis.

Dalam ilmu ekonomi (baik akuntansi maupun manajemen), telah mempelajari teknik atau cara memperoleh keuntungan. Teknik tersebut akan memudahkan seseorang memperoleh keuntungan yang optimal. Keuntungan yang diperoleh dari berbisnis bisa menjadi tolok ukur keberhasilan bisnis.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keuntungan merupakan tingkat efisiensi suatu bisnis. Namun dengan catatan, teknik-teknik yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan haruslah sesuai dengan ilmu-ilmu yang telah dipelajari. Jadi hati-hati ya gaes. Boleh saja mencari keuntungan yang banyak, namun harus tetap sesuai dengan aturan atau teknik yang berlaku.

Jadi menurut dimensi ekonomi, bisnis lebih difokuskan pada bagaimana cara memperoleh keuntungan melalui teknik-teknik atau strategi yang telah diajarkan.

Dimensi Bisnis – Dimensi Etis

Jika sudut pandang bisnis dari segi ekonomi berkaitan dengan keuntungan, maka berbeda dengan dimensi etis. Dimensi etis disini masih menuai pro kontra atas tindakan etis atau tidaknya suatu bisnis. Misalnya dalam ilmu akuntansi, perusahaan dagang akan memilih beberapa metode untuk persediannya. Dalam pemilihan metode tersebut juga harus dilihat etis atau tidaknya metode yang dipilih.

Etis disini berarti nilai atas baik atau tidaknya sesuatu. Ukuran penilaian etis atau tidak ini bisa menggunakan tiga tingkat kesadaran, yaitu:

  • Sudut pandang kesadaran Hewani (Egoisme). Suatu tindakan dinilai etis apabila bermanfaat / menguntungkan bagi seorang individu, dan dinilai tidak etis apabila merugikan individu tersebut.
  • Sudut pandang kesadaran Manusiawi (Utilitarianisme). Dinilai etis apabila suatu tindakan bermanfaat bagi masyarakat atau individu, dan dinilai tidak etis apabila merugikan masyarakat, walaupun menguntungkan bagi seorang individu.
  • Sudut pandang kesadaran spiritual. Dinilai etis apabila suatu tindakan bermanfaat bagi individu, masyarakat, maupun alam sekitar, serta sesuai dengan ajaran agama, namun akan dinilai tidak etis apabila menyalahi ajaran agama, meskipun menguntungkan bagi masyarakat atau individu.

Jadi untuk menilai etis atau tidaknya suatu bisnis, ada baiknya jika memperhatikan manfaat dari bisnis tersebut. Baik untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat, lingkungan sekitar, mapun ajaran agama.

Dimensi Bisnis – Dimensi Hukum

Berbicara tentang hukum sebenarnya sama saja dengan etika. Karena keduanya sama-sama mengatur perilaku manusia. Hukum adalah suatu aturan yang bersifat mengikat bagi seluruh warga. Orang yang melanggar hukum akan mendapatkan sanksi. Kaitannya dengan dimensi bisnis ini, ada dua macam pandangan tentang perusahaan menurut De George, yaitu :

  1. Legal Creator. Menurut pandangan ini, perusahaan diciptakan secara sah oleh negara. Sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut adalah badan hukum. Hukum dibuat oleh negara, dan negara terbentuk karena adanya masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut didirakan oleh negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
  2. Legal Recognition. Jika legal creator, perusahaan didirikan oleh negara. Maka menurut legal recognition, perusahaan didirikan oleh individu, atau sekelompok individu yang memiliki kepentingan untuk mendapat keuntungan. Tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan.

Jadi menurut dimensi ini, bahwa bisnis yang dijalani haruslah jelas di mata hukum. Karena akan ada sanksi yang akan diterima apabila melanggar hukum.

Dimensi Bisnis – Dimensi Sosial

Berdasarkan dimensi ini, dijelaskan bahwa tujuan perusahaan atau bisnis adalah memproduksi barang atau jasa untuk kebutuhan masyarakat, atau untuk keperluan dan kepetingan masyarakat. Kemudian keuntungan akan datang dengan sendirinya apabila perusahaan atau suatu bisnis tersebut mampu melayani masyarakat dengan baik.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, tentunya perusahaan atau suatu bisnis tidak dapat melakukannya sendiri akan diperlukan banyak bantuan dari berbagai sisi atau unsur. Karena itu perlu adanya sistem yang saling terhubung agar dapat memudahkan pelayanan kepada masyarakat. dalam sistem tersebut akan terdapat berbagai elemen, unsur, orang, dan jaringan yang akan saling terhubung dan saling berinteraksi antara satu dan yang lain.

Sistem tersebut akan berjalan dengan baik tidak hanya dari faktor internal perusahaan atau bisnis saja, seperti sumber daya manusia (karyawan, tenaga kerja) yang ada di perusahaan atau bisnis dan juga sumber daya non-manusia (asset, peralatan, bangunan). Faktor ekternal perusahaan atau bisnis juga akan sangat membantu dalam berjalannya sisem yang dibangun perusahaan atau bisnis. Faktor eksternal juga berupa sumber daya manusia dan non-manusia. Sumber daya manusia dapat berupa pemasok, pelanggan, investor, pemerintah dan yang lain. Sedangkan untuk sumber daya non-manusia dapat berupa bumi atau tempat dimana perusahaan atau bisnis tersebut dijalankan.

Jadi, dimensi sosial ini membahas adanya perusahaan atau bisnis tersebut dan interaksinya dengan keadaan atau lingkungan sekitar.

Dimensi Bisnis – Dimensi Spiritual

Jika menganut pandangan budaya barat, maka dimensi spiritual tidak akan pernah dikaitkan dengan bisnis. Karena setau Kinay, dunia bisnis pada budaya barat sangat terpisah dengan ajaran spiritual. Berhubung Kinay berada di budaya timur, jadi perlu kiranya melihat bisnis dari sudut pandang spiritualitas pula.

Jika kita telaah lebih jauh tentang bisnis menurut ajaran agama yang berlaku, pastilah diajarkan bahwa sebenarnya bisnis juga merupakan sebuah ibadah. Asalkan kegiatan bisnis tersebut sesuai dengan yang diperintah dalam ajaran agama tersebut. Misalnya saja dalam agama islam. Sejak zaman rasulullah sebenarnya sudah ada yang namanya bisnis, yaitu seperti perdagangan yang dlakukan oleh rasulullah dan para sahabatnya.

Dalam ajaran agama selain islam, Kinay yakin pasti dijelaskan juga tentang sudut pandang terhadap suatu bisnis. Hanya saja Kinay belum tau seperti apa contoh yang bisa dijelaskan menurut bahasa Kinay. Ini karena keterbatasan pengetahuan yang Kinay miliki gaes. Tapi menurut Kinay pribadi bisnis yang baik adalah bisnis yang melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Karena tuhan merupakan pencipta umat manusia, jadi sudah selayaknya melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan, apalagi dalam bisnis.

Jadi berdasarkan dimensi spiritulal ini bahwa sebenarnya bisnis telah diatur dan dijelaskan dalam tiap-tiap ajaran agama yang berlaku.

JADI…

Bisnis memiliki banyak sudut pandang yang berbeda. Tak adil rasanya jika hanya melihat bisnis dari satu sisi saja. Sebaiknya bagi para pemula yang akan memulai berbisnis, akan lebih baik jika tahu dan memahami dimensi bisnis dari segala sisi.

Dimensi Bisnis yang Harus Diketahui Oleh Para Perintis Bisnis (2)

Oke, mungkin itu saja penjelasan mengenai dimensi bisnis dari Kinay. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Sedikit kata-kata mutiara dari saya.

“Jangan memandang kesempurnaan sesuatu dari satu sisi saja. Karena bisa jadi kesempurnaan yang kamu cari ada pada sisi lainnya yang luput dari pandanganmu. Kinay – 2019”

Komentar dengan facebook