Beranda Bisnis Definisi dan Bagian-bagian Siklus Bisnis Dalam Perekonomian

Definisi dan Bagian-bagian Siklus Bisnis Dalam Perekonomian

375
1
BERBAGI

SIKLUS BISNIS

Semua negara-negara industri di dunia mengejar pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja penuh dan stabilitas harga. Namun, perekonomian suatu negara cenderung berfluktuasi daripada tumbuh pada kecepatan stabil setiap tahun. Bahkan, jika Anda membuat grafik pertumbuhan ekonomi untuk negara seperti Amerika Serikat, akan terlihat grafik yang menyerupai roller coaster dengan puncak (titik tertinggi) dan palung (titik rendah). Fluktuasi ini umumnya disebut sebagai siklus bisnis (business cycle) yaitu terulangnya periode pertumbuhan dan resesi dalam kegiatan ekonomi suatu negara.

Pada saat publikasi, banyak para ahli percaya bahwa ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Namun, krisis ekonomi terkini yang dimulai pada musim gugur 2007 menyebabkan resesi yang akan membutuhkan lebih banyak waktu bagi AS mengalami pemulihan lengkap. Banyak industri serupa mengalami dampak resesi properti, otomotif, perbankan, keuangan masih mengalami pertumbuhan yang lambat atau masalah keuangan. Tingkat pengangguran nasional masih tinggi. Orang-orang masih takut oleh prospek ekonomi yang bermasalah dan enggan mengeluarkan uang untuk barang-barang konsumen.

Meskipun nilai saham membaik tapi, masih berada di bawah nilai tertinggi yang dialami beberapa tahun yang lalu. Meskipun pemerintah federal telah mengesahkan sejumlah rencana stimulus yang dirancang untuk membantu para penganggur untuk menopang bank-bank nasional dan perusahaan Wall Street, untuk mengurangi jumlah penyitaan rumah dan untuk membebaskan kredit baik untuk individu dan bisnis, banyak ahli masih percaya bahwa AS memiliki masalah keuangan yang serius. Salah satunya, jumlah utang nasional adalah topik yang dijelaskan berikutnya di bagian ini yang akan menjadi sebuah perhatian. Lebih buruk lagi, krisis ekonomi terkini tidak hanya memengaruhi perekonomian AS, tetapi juga perekonomian negara-negara di seluruh dunia. Sayangnya, banyak masalah yang menyebabkan krisis ekonomi sampai saat ini masih berlangsung, dan membutuhkan waktu yang cukup untuk perbaikan.

Perubahan yang dihasilkan baik dari kenaikan atau penurunan pertumbuhan ekonomi memengaruhi jumlah produk dan jasa yang dibeli oleh konsumen dan pada akhirnya jumlah produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan bisnis. Umumnya, siklus bisnis terdiri atas empat bagian : Puncak (kadang-kadang disebut kemakmuran), resesi, palung, dan pemulihan (kadang-kadang disebut ekspansi). Selama periode puncak, perekonomian berada pada titik tertinggi dan pengangguran rendah. Jumlah pendapatan relatif tinggi. Selama prospek ekonomi tetap makmur, konsumen bersedia untuk membeli produk dan jasa. Bahkan, bisnis sering memperluas dan menawarkan produk dan layanan baru selama periode puncak untuk mengambil keuntungan dari peningkatan daya beli konsumen.

Umumnya, ekonom mendefinisikan Resesi (recession) sebagai dua atau lebih periode tiga bulan berturut-turut terjadinya PDB suatu negara. Karena, pengangguran meningkat selama resesi, daya beli menurun. Pesimisme yang menyertai resesi sering menghambat belanja konsumen dan bisnis. Dengan adanya penurunan daya beli, konsumen menjadi lebih berhati-hati dan enggan membeli barang yang tidak penting, untuk menghadapi resesi, beberapa bisnis berfokus pada beberapa produk dan layanan yang memberikan nilai paling penting bagi konsumen. Ekonom mendefinisikan Depresi (depression) sebagai resesi parah yang berlangsung lebih lama dari resesi umum. Sebuah depresi ditandai dengan tingginya tingkat pengangguran, rendahnya upah, berkurangnya daya beli, rendahnya kepercayaan dalam perekonomian, rendahnya nilai saham, dan penurunan umum dalam kegiatan bisnis.

Para ekonom menyebut tahap ketiga dari siklus bisnis sebagai palung. Palung dari resesi atau depresi adalah titik balik ketika output negara dan tenaga kerja mencapai tingkat terendah. Untuk mengimbangi efek dari resesi dan depresi, pemerintah federal menggunakan kebijakan meoneter dan fiskal. Kebijakan Moneter (monetary policies) adalah keputusan-keputusan bank sentral misalnya : bank sentral AS, yaitu Federal Resevre yang menentukan besarnya peredaran uang negara dan tingkat suku bunga. Melalui kebijakan fiskal (fiscal policies), pemerintah dapat memengaruhi jumlah tabungan dan pengeluaran dengan mengubah struktur pajak, serta mengubah tingkat pengeluaran pemerintah.

Meskipun pemerintah federal mengumpulkan pendapatan tahunan sekitar $3 triliun, pemerintah sering menghabiskan lebih dari yang diterimanya, sehingga terjadi defisit federal (federal deficit). Sebagai contoh, pemerintah mengalami defisit federal untuk setiap tahun antara 2002 dan 2010. Jumlah seluruh defisit federal disebut utang nasional (national debt). Saat ini, utang nasional AS adalah $12,7 triliun atau sekitar $41 untuk setiap pria, wanita, dan anak di Amerika Serikat.

Sejak perang dunia II, siklus bisnis telah berlangsung dari tiga sampai lima tahun dari satu periode puncak ke periode puncak berikutnya. Selama periode waktu yang sama, rata-rata lama resesi adalah 11 bulan. Beberapa ahli percaya bahwa penggunaan kebijakan moneter dan fiskal efektif dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi jumlah waktu ekonomi berada dalam resesi. Pemulihan atau perluasan adalah pergerakan ekonomi dari resesi atau depresi menuju kemakmuran. Tingkat pengangguran yang tinggi menurun, pendapatan meningkat, serta kemampuan dan kemauan untuk membeli meningkat.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here