Beranda Bisnis Definisi dan Alasan Perlunya Investasi untuk Masa Depan

Definisi dan Alasan Perlunya Investasi untuk Masa Depan

BERBAGI

Sebelum membahas saham dan reksadana lebih mendalam, ada baiknya bila kita mengetahui dan memahami terlebih dahulu apa sebenarnya investasi itu. Dalam benak setiap orang mungkin investasi dikaitkan dengan kekayaan dan keuntungan tanpa harus bekerja, mungkin anda juga berpendapat seperti itu bukan?. Memang benar anda akan mendapatkan keuntungan dan kekayaan bila pintar memilih jenis investasi yang tepat.

Namun, banyak orang salah kaprah. Mereka sering mengabaikan risiko dan proses untuk menuju investasi. Parahnya lagi, banyak orang yang berinvestasi tanpa mengetahui posisi dana. Bahkan ada yang terjebak pada investasi bodong seperti yang diberitakan oleh beberapa media tanah air.

Semua investasi dilandasi oleh sebuah ketidakpastian yang akan dihadapi dimasa mendatang. Kebutuhan dan kejadian dimasa yang akan datang tidak bisa kita hindari dan prediksi. Bisa saja 3 tahun lagi terjadi krisis moneter, harga melambung tinggi hingga inflasi yang mungkin tembus diangka 30%. Untuk itu, ini pentingnya investasi untuk merencanakan keuangan masa depan dengan investasi.

Setiap kekayaan seseorang diukur dari nilai mata uang. Termasuk rupiah, mempunyai nilai intrinsik dan nominal. Dimana nilai nominal seperti yang telah tercantum di lembaran mata uang itu sendiri. Kalau 20.000 ya nilainya 20 ribu. Sedangkan nilai intrinsik adalah kemampuan daya beli uang saat ditukar untuk membeli sebuah barang atau jasa.

Contoh Nilai Mata Uang

Secara logika memang nilai intrinsik dan nominal sama. Contoh, saat tahun 1997 uang senilai 1000 sudah bisa beli nasi bungkus. Namun, masa sekarang pecahan 1000 hanya bisa beli kerupuk. Bahkan harga nasi bungkus sudah mencapai nilai 10.000. 10 kali lipat bila dibandingkan tahun tersebut. Dari kejadian tersebut, artinya nilai intrinsik uang 1000 mengalami penurunan dari tahun ketahun. Paham?

Baca Juga: Perbedaan Dalam Mengelola Usaha Kecil dan Organisasi Nonprofit

Fenomena ini biasa disebut time value of money, atau nilai waktu uang. Dalam keadaan normal, uang semakin lama akan menyusut nilainya. Salah satu faktor penyebabnya yakni inflasi. Pembahasan inflasi akan saya sampaikan pada artikel selanjutnya.

Sekilas tentang Inflasi

Negara berkmebang seperti indonesia memiliki laju inflasi yang terbilang tinggi. dampaknya harga barang melonjak tinggi dan kemampuan daya beli yang lambat laun akan menurun seiring laju inflasi tersebut. Inflasi di Indonesia selalu diatas 10% antar a12 hingga 18% per tahun. Artinya bila uangmu sekarang 125 juta (bisa untuk beli mobil brio) ditahun depan bisa saja uang segitu sudah tidak bisa ditukarkan untuk membeli mobil tersebut. Atau menurun sebesar 10%, 125 juta – 125juta * 10%= 112.500.000.

Sudah cukup jelas? Mungkin anda akan bertanya “Simpen di bank aja, kan ada bunganya?” Aduhh, di bank bunganya cuma 1-3% per tahun. “Kalau deposito?” masih dibawah 10% (masih belum dipotong pajak). Oleh karena itu, anda perlu mengembangbiakkan uang agar terus bertambah setiap tahunnya. Minimal bisa melawan laju investasi yang semakin tinggi. Inilah jalan satu satunya adalah dengan investasi.

Apa itu Investasi?

Investasi

Secara sederhana investasi adalah usaha atau pengorbanan yang dilakukan sekarang untuk mengharapkan imbalan dimasa mendatang. Contoh, Kamu beli tanah seharga 500 juta ditahun 2015 dengan harapan ditahun 2018 tanah tersebut harganya naik. Nah itu yang dimaksud investasi.

Dalam berinvestasi terdapat beberapa elemen yang harus anda pahami, seperti waktu dan risiko yang perlu diperhatikan. Kalau anda hanya menginginkan pendapatan setiap bulan (dan langsung diambil) sebaiknya anda kerja dulu hehe. jangan investasi. Investasi itu untuk perencanaan keuangan bukan semata mata untuk penghasilan berkala. Karena masa depan tidak pernah bisa dipastikan, Bisa saja bulan depan anda akan rugi.

Dalam berinvestasi, risiko dan return adalah sebanding. Setiap unit investasii yang memiliki nilai return (imbalan) yang tinggi tentu akan sebanding dengan risiko yang ditimbulkan. Hukum tersebut sudah berlaku dari dahulu.

Saat ini dunia invest, tak hanya untuk alat kekayaan melainkan untuk perencanaan masa depan. Ada istilah lebih baik dicicil dari sekarang daripada harus sekaligus. Kok bisa begitu? Bayangkan saja, sekarang tahun 2018. Pada tahun 2023 atau lima tahun yang akan datang anda ingin membeli rumah. Lebih enteng mana? dicicil dengan investasi dari sekarang? atau ngumpulin uangnya kalau sudah dekat dekat hari? Selain itu, dengan investasi, bisa saja, sebelum tahun 2023 rumah yang anda inginkan sudah tercapai.

Ya begitulah dunia invest. Kalau dunia keuangan berjalan lancar, insyallah investmu akan naik juga.

 

1 KOMENTAR

Comments are closed.