Beranda Bisnis Memahami Dasar dan Macam-macam Risiko Investasi

Memahami Dasar dan Macam-macam Risiko Investasi

BERBAGI

Sebelum memulai investasi perlu merencanakan keuangan, memahami dasar investasi, tempat, beserta risiko yang dihadapi dalam investasi (ketakutan kehilangan investasi). Risiko investasi berkaitan dengan investasi dan profil risiko anda. Untuk itu perlu anda ketahui terlebih dahulu sebelum meletakkan uangmu dalam instrumen keuangan.

Pasar Uang dan Pasar Modal

Dalam investasi, anda dapat memilih berbagai produk keuangan dengan risiko sesuai denga profil dan tujuan investasi anda. Namun yang perlu anda ketahui investasi keuangan dapat dibagi menjadi dua yaitu pasar uang dan pasar modal (capital market)

Pasar uang sendiri biasanya pada surat utang berjangka pendek sedangkan pasar modal jangka panjang. Surat berharga diperdagangkan dalam bursa efek (stock exchange) maupun secara langsung (OTC). Intrumen dalam pasar uang seperti:

1. Bankers acceptances

Intrumen jangka pendek yang biasa digunakan untuk membiayai transaksi keuangan. Semisal pembeli meminta bank untuk menerbitkan draft sebagai jaminan kepada penjual. dimana akan diperjual belikan di pasar sekunder sebelum habis jangka waktunya.

2. CP atau commercial paper

Penerbitannya biasanya 30 sampai 270 hari. penerbit promes biasanya adalah perusahaan yang membutuhkan dana dalam jangka waktu pendek. Biasanya perusahaan atau penerbit memberikan surat berhagr tersebut kepada dealer ataupun yang menjamin. Nantinya surat berharga tersebut akan perusahaan, suransi, perseorangan ataupun reksadana.

3. Certificates  of deposito

Merupakan sertifikat atau surat berharga yang diterbitkan bank atas penyimpanan dana dalam jangka waktu tertentu. biasanya bersifat dapat dinegoisasi.

Dalam pasar modal banyak macam intrumen yang dapat diperjual belikan seperti saham, obligasi, dan lain sebagainya. Apabila perusahaan yang anda tempati untuk investasi bertumbuh maka anda akan menikmati hasil keuntungan perusahaan dari deviden yang dibayarkan.

Risiko Investasi

Risiko Investasi

Setiap investasi dengan keuntungan yang tinggi tentu akan diimbangi dengan risiko tinggi. Risiko akan selalu menempel dalam sebauh investasi. Anda tidak bisa menghilangkan risiko yang ada namun anda bisa memahami dan mengelola investasi agar risiko dapat ditangani. Ada beberapa risiko yang mungkin muncul dalam investasi.

1. Risiko kredit atau bisnis

Risiko bangkrut atau wanprestasi dimana penerbit atau perusahaan tidak dapat membayar bungan ataupun pokok pinjaman saat jatuh tempo. risiko ini dapat diatasi dengan melakukan analisis kemampuan keuangan dan kemampuan operasional perusahaan.

2. Risiko bunga (interest rate risk)

Sebuah risiko naiknya suku bunga yang menyebabkan surat utang makin lama semakin jatuh. Apabila suku bunga perekonomian bertumbuh, surat utang jangkan panjang lebih anjlok dibandingkan jangka pendek dan sebaliknya.

3. Risiko daya beli

Risiko daya beli dimana uang mengalami penurunan kemampuan daya beli terhadap produk. risiko ini sering disebut dengan risiko inflasi. Intrumen yang biasanya rentang terhadap risiko ini yang memiliki jangka pendek seperti obligasi, deposito dimana memiliki return tetap.

4. Risiko pasar

Risiko pasar biasanya disebabkan oleh mekanisme supply dan demand serta sentimen yang mempengaruhi pasar. yang mana bursa mengalami kejatuhan.

5. Risiko Sosial Politik

Risiko yang dipengaruhi oleh aktivitas pemerintahan yang terjadi dalam lingkup masyarakat. Adanya peraturan maupun perpajakan yang berlaku atau baru ditetapkan oleh pemerintah, dimana hal itu akan berdampak pada investasi anda.

6. Risiko Nilai Tukar

Risiko ini biasanya timbul akibat perubahan nilai tukar mata uang tertentu terhadap mata uang lain, sebagai contoh beberapa bulan lalu rupiah melemat terhadpa amerika. semua reksadana saya mengalami penurunan. Namun beberapa bulan kemudian perlahan naik.

Baca Juga: Perbedaan Menabung dan Investasi beserta Cara Merumuskan Investasi

Faktor Ekonomi

Agar perekonomian terus bertumbuh, memelihara stabilitas. maka harus melakukan berbagai kebijakan fiskal dan moneter. dimana fiskal terkait dengan pajak dan anggaran serja belanja pemerintahan. Sedangkan kebijakan moneter kebijakan untuk mengontrol peredaran uang yang dilakukan oleh bank negara yaitu bank indonesia.

Secara umum, tujuan pemerintah yaitu mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang tinggi serta mengurangi inflasi setiap tahunnya. Pada dasarnya naiknya  suku bunga akan cenderung menahan laju pertumbuhan, begitupun sebaliknya.

Ilustrasinya seperti ini, ketika pemerintah memperketat peredaran uang dan kredit, harga surat akan menurun karena dana yang tersedia untuk melakukan investasi terbatas dan aktivitas perekonomian melambat.begitupun sebaliknya.