Beranda Pendidikan Anatomi dan Fisiologi Pada Organ Jantung Manusia

Anatomi dan Fisiologi Pada Organ Jantung Manusia

18377
0
BERBAGI

Jantung Manusia – Sebelum saya membahas tentang Anatomi dan Fisiologi Jantung pada Manusia, ada baiknya kita mengenal dulu pengertian Anatomi dan Fisiologi. Anatomi berasal dari bahasa Yunani terdiri dari ana artinya memisah atau mengurai dan tomos artinya memotong. Secara bahasa, Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh. Sedangkan Fisiologi berasal dari bahasa Yunani terdiri atas dua kata yaitu fisi dalam bahasa Yunani phisy artinya mekanisme atau tata cara dan logi atau logos dalam bahasa Yunani atau logic dalam bahasa Inggris artinya ilmu atau pengetahuan. Secara bahasa, Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi tubuh.

Jantung merupakan organ otot berongga. Berbentuk kerucut dengan basisnya diatas serta apexnya (puncak) miring ke sebelah kiri bawah. Jantung pada orang dewasa mempunyai berat antara 220-300 gram. Jantung mempunyai fungsi sebagai pemompa darah.

Letak jantung berada dalam rongga thoraks di area mediastinum (ruang antar paru) dan di belakang sternum dan lebih menghadap ke kiri daripada ke kanan. Terletak di atas diagfragma. Kedudukannya yang tepat dapat digambarkan pada kulit dada kita.

Sebuah garis yang ditarik dari tulang rawan iga ketiga kanan, 2 sentimeter dari sternum, ke atas ke tulang rawan iga kedua kiri, 1 sentimeter dari sternum, menunjuk kedudukan basis jantung, tempat pembuluh darah masuk dan keluar.

Jantung Manusia – Titik di sebelah kiri antara iga kelima dan keenam, atau di dalam ruang interkostal kelima kiri 4 sentimeter dari garis medial, menunjukkan kedudukan apex jantung, yang merupakan ujung tajam dari ventrikel.

Letak Jantung

Jantung Manusia  – Jantung tersusun atas otot yang bersifat khusus yaitu otot jantung yang bergaris seperti pada otot sadar. Perbedaannya adalah serabutnya bercabang dan mengadakan anastomose (bersambungan satu sama lain, tersusun memanjang seperti pada otot bergaris, berciri merah khas dan tak dapat dikendalikan oleh kemauan).

Otot jantung memiliki kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan ritmis tanpa tergantung pada ada tidaknya rangsangan saraf. Cara kerja semacam ini disebut miogenik. Dalam keadaan normal gerakan jantung dikendalikan oleh saraf yang mensarafinya.

Dinding jantung terdiri atas 3 lapisan, yaitu :

  1. Lapisan Luar atau Perikardium
  • Parietal perikardium : bagian yang tidak menempel dengan jantung, cenderung lebih tebal dan keras, berfungsi fiksasi posisi jantung, mencegah infeksi.
  • Viseral perikardium : bagian yang menempel pada bagian epikardial jantung, lebih tipis dan fleksibel, berfungsi memudahkan jantung untuk bergerak.

Diantara lapisan parietal dan viseral terdapat kavum perikardium yang berisi cairan ± 10 ml. Cairan tersebut berfungsi untuk melindungi dari gesekan yang berlebihan saat jantung berdenyut atau berkontraksi dan meminyaki jantung sehingga jantung dapat bergerak bebas.

Secara umum perikardium berfungsi untuk membungkus bagian epikardial (dalam) jantung, mempertahankan posisi jantung, memberi pelumasan dan menahan pembesaran berlebihan yang terjadi apabila jantung terisi darah dalam jumlah yang melebihi kapasitas normalnya.

Perikardium
  1. Lapisan Tengah atau Miokardium

Jantung Manusia – Terdiri atas otot jantung. Gunanya adalah kontraksi jantung. Miokardium paling tebal berada pada bagian apeks dan paling tipis di basal.

  1. Lapisan Dalam atau Endokardium

Berhubungan dengan pembuluh darah termasuk struktur intrakardiak (otot-otot parilarry dan katup).

Jantung terdiri atas 4 ruang :

  • Dua ruang yang berdinding tipis yang disebut atrium atau serambi. Terdiri dari atrium kanan dan atrium kiri. Atrium kanan berisi darah kotor dan atrium kiri berisi darah bersih. Antara atrium kanan dan atrium kiri dibatasi oleh septum atau sekat yang disebut dengan septum interatrium.
  • Dua ruang yang berdinding tebal yang disebut ventrikel atau bilik. Terdiri dari ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Dinding sebelah kiri lebih tebal dari dinding ventrikel sebelah kanan sebab kekuatan kontraksi dari ventrikel kiri jauh lebih besar dari yang kanan. Ventrikel kanan berisi darah kotor dan ventrikel kiri berisi darah bersih. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri dibatasi oleh septum atau sekat yang disebut dengan septum interventrikuler.
Ruang Jantung

Fungsi bagian jantung yaitu sebagai berikut :

  1. Atrium Kanan
  • Menampung darah yang rendah O2 dari seluruh tubuh.
  • Darah tersebut mengalir melalui vena kava superior, vena kava inferior.
  1. Atrium Kiri
    • Berfungsi menerima darah yang kaya O2 dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis.
    • Mengalirkan darah ke ventrikel kiri lalu ke seluruh tubuh melalui aorta.
  2. Ventrikel Kanan
    • Menerima darah dari atrium kanan.
    • Memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
  3. Ventrikel Kiri
  • Menerima darah dari atrium kiri.
  • Memompa darah ke seluruh tubuh melalui aorta.

Pembatas antarruang dalam jantung disebut sekat atau septum. Berikut adalah sekat pada jantung :

  • Septum Interatriorum adalah sekat antar atrium.
  • Septum Interventrikulorum adalah sekat antar ventrikel.
  • Atrium dan ventrikel pada masing-masing sisi jantung berhubungan satu sama lain melalui penghubung yang disebut orifisium atrioventricular. Orifisium ini dapat terbuka dan tertutup oleh suatu katup Atrioventrikular (katup AV).

Ada dua jenis katup dalam jantung, yaitu :

  1. Atrioventrikular, katup yang memisahkan atrium dan ventrikel. Katup ini berfungsi memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada masa diastol ventrikel dan mencegah aliran balik atau regurgitasi saat sistol ventrikel (kontraksi). Katup atrioventrikular dibagi menjadi 2 yaitu : Katup Mitralis (Bikuspidalis), terdiri atas 2 daun katup yang memisahkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri. Katup Trikuspidalis, terdiri atas 3 daun katup yang memisahkan antara atrium kanan dengan ventrikel kanan.
  2. Semilunaris, katup yang memisahkan arteri pulmonalis dan aorta dari ventrikel. Katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol ventrikel dan mencegah aliran balik atau regurgitasi waktu diastol ventrikel. Katup semilunaris dibagi menjadi 2 yaitu : Katup Semilunaris Pulmonalis, katup yang memisahkan antara ventrikel kanan dengan arteri pulmonalis. Katup Semilunaris Aorta, katup yang memisahkan antara ventrikel kiri dengan aorta.
Penampang Katup Jantung
Letak Katup Jantung

Pembuluh darah yang masuk ke jantung :

  1. Vena Cava
  • Masuk ke atrium kanan dari seluruh tubuh
  • Vena cava superior dan inferior
  • Kaya CO2
  1. Vena Pulmonalis
  • Masuk ke atrium kiri dari paru-paru
  • Kaya O2

Pembuluh darah yang keluar dari jantung :

  1. Aorta
  • Keluar dari ventrikel kiri menuju seluruh tubuh
  • Kaya O2
  1. Arteri Pulmonalis
  • Keluar dari ventrikel kanan ke paru-paru
  • Kaya CO2

Arteri Coronaria : pembuluh darah pada dinding jantung yang berfungsi memberi nutrisi pada otot jantung. Arteri koronaria ada 2, yaitu :

  1. Arteri Koronaria Kanan : memperdarahi atrium kanan, ventrikel kanan, SA Node dan AV Node.
  2. Arteri Koronaria Kiri : Arteri Koronaria Kiri Desenden Anterior atau Sirkumpleksa : memperdarahi atrial kiri dan ventrikel kiri. Arteri Koronaria Kiri : memperdarahi ventrikel kiri posterior dan tranversal.

Jantung Manusia  – Arteri koronaria kanan dan kiri meninggalkan aorta kemudian bercabang menjadi arteri lebih kecil mengitari jantung dan mengantarkan darah kepada semua bagian organ jantung. Darah yang kembali dari jantung dikumpulkan oleh sinus koronaria dan langsung kembali ke atrium kanan.

Pembuluh Darah Jantung

Cara kerja jantung mengedarkan darah ke seluruh tubuh disebut sirkulasi darah. Sirkulasi darah dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Sistemik / Mayor / Besar adalah sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh kembali ke jantung. Berikut adalah skema prosesnya secara singkat :

Atrium kiri katup bikuspidalis ventrikel kiri katup semilunaris aorta seluruh tubuh (semua jaringan tubuh dan organ).

Sirkulasi Darah Sistemik
  1. Pulmonal / Minor / Kecil adalah sirkulasi darah dari jantung ke paru-paru kembali ke jantung. Berikut adalah skema prosesnya secara singkat :

Atrium kanan katup trikuspidalis ventrikel kanan – katup semilunaris kanan dan kiri arteri pulmonalis kapiler paru-paru – vena pulmonalis – atrium kiri.

Sirkulasi Darah Pulmonal

Jantung memiliki kemampuan membentuk depolarisasi spontan dan potensial aksi sendiri yang disebut Sistem Penghantar Khusus (sel autoritmis).

Sifat sistem penghantar khusus :

  • Otomasi : kemampuan menghasilkan impuls secara spontan.
  • Ritmis : keteraturan membangkitkan impuls.
  • Daya penerus : kemampuan menghantarkan impuls.
  • Peka rangsang : kemampuan berespons terhadap rangsang.

Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh selalu didahului oleh aktivitas listrik. Jantung memiliki sistem intrinsik sehingga otot jantung secara otomatis terstimulasi untuk berkontraksi tanpa stimulus eksternal (autoritmesitas).

  1. Sinoatrial (SA) Node : terletak di dinding belakang atrium kanan, di sebut sebagai pemicu denyut jantung alami (cardiac pacemaker) memberikan automatik denyut jantung. Bentuknya kumparan (spindle-shaped). Kecepatan letupan impuls ini dipengaruhi oleh syaraf simpatis dan parasimpatis (Sistem Syaraf Otonom), sehingga ritmik dari denyutan dapat di percepat atau diperlambat. Depolarisasi 60-100 kali/menit. Depolarisasi terjadi dari sel ke sel dan langsung ke 4 penghubung luar dari SA Node yaitu satu ke atrium kiri dan tiga buah ke AV Node.
  2. Atrioventrikular (AV) Node : terletak di septum atrium. Impuls listrik diperlambat kecepatannya ketika mencapai AV Node ini sebelum dihantarkan secara keseluruhan ke AV Bundle dan Serabut Purkinje. Depolarisasi 40-60 kali/menit (apabila SA Node tidak berfungsi).
  3. AV Bundle (of His) : Hubungan antara AV Node dan AV Bundle adalah hanya menghubungkan impuls listrik dari atrium ke ventrikel.  Sekali impuls menstimulir AV Bundle, impuls ini langsung dihantarkan ke interventrikel septum dan masuk ke Bundle Branches kiri dan kanan dan akhirnya menstimulir serabut Purkinje untuk secara spontan terjadi kontraksi ventrikel.
  4. Serabut Purkinje : serabut otot khusus yang dapat menghantarkan impuls listrik lima kali lebih cepat dari serabut otot biasa.
Aktifitas Kontraksi Jantung

 

Sistem Penghantar Khusus

Jantung dipengaruhi saraf autonom yang berasal dari medula oblongata yaitu saraf simpatis dan parasimpatis.

  1. Simpatis
  • Mempersyarafi SA Node dan AV Node serta miokardium atrium dan ventrikel.
  • Stimulasi saraf simpatik meningkatkan denyut jantung.
  1. Parasimpatis
    • Mempersyarafi otot atrium, SA Node dan AV Node.
    • Stimulasi saraf parasimpatik mengurangi denyut jantung.

Siklus jantung adalah kejadian yang terjadi dalam jantung selama peredaran darah. Gerakan jantung berasal dari nodus sinus-atrial, kemudian kedua atrium berkontraksi. Gerakan jantung terdiri dari 2 yaitu kontraksi (sistole) dan pengendoran (diastole). Kontraksi kedua atrium serentak dan pendek disebut sistole atrial dan pengendorannya disebut diastole atrial. Kontraksi dan pengendoran ventrikel disebut sistole dan diastole ventrikuler. Lama kontraksi ventrikel 0,3 detik dan dilatasi ventrikel 0,5 detik. Kontraksi ventrikel lebih lama dan lebih kuat. Ventrikel kiri adalah terkuat karena harus mendorong darah ke seluruh tubuh untuk mempertahankan tekanan darah arteri sistemik. Ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru dimana tekanannya lebih rendah. Siklus jantung/menit = 60-80x/menit. Otot jantung mendapat istirahat sewaktu diastole ventrikuler.

Siklus Jantung

Jantung Manusia – Selama gerakan jantung terdengar 2 macam suara yang disebabkan oleh katup-katup yang menutup. Bunyi pertama ketika menutupnya katup atrioventrikel, bunyi yang panjang. Bunyi kedua ketika menutupnya katup semilunar, bunyi yang pendek dan tajam. Kelainan katup disebut bunyi bising atau murmur.

  • S1 (Lub), terjadi saat penutupan katup AV karena vibrasi pada dinding ventrikel dan arteri, dimulai pada awal kontraksi atau sistol ventrikel ketika tekanan ventrikel melebihi tekanan atrium.
  • S2 (Dup), terjadi saat penutupan katup semilunar, dimulai pada awal relaksasi atau diastol ventrikel akibat tekanan ventrikel kiri dan kanan lebih rendah dari tekanan di aorta dan arteri pulmonal.
  • S3, disebabkan oleh vibrasi dinding ventrikel karena darah masuk ke ventrikel secara tiba-tiba pada saat pembukaan AV, pada akhir pengisian cepat ventrikel. S3 sering terdengar pada anak dengan dinding toraks yang tipis atau penderita gagal ventrikel.
  • S4, terjadi akibat osilasi darah dan rongga jantung yang ditimbulkan oleh kontraksi atrium. Jarang terjadi pada individu normal.

Murmur atau bising jantung adalah suara jantung abnormal akibat adanya arus turbulen di dalam rongga jantung dan pembuluh darah. Arus turbulen umumnya terjadi karena kelainan katup, yaitu :

  • Stenosis : katup tidak dapat membuka secara sempurna.
  • Insufisiensi katup : katup tidak dapat menutup secara sempurna.

Murmur diastol : setelah S2 akibat stenosis katup AV atau insufisiensi katup semilunar. Murmur sistol : setelah S1 akibat insufisiensi katup AV atau stenosis katup semilunar.

Denyut arteri adalah suatu gelombang yang teraba pada arteri bila darah dipompa keluar jantung. Denyut ini mudah diraba di suatu tempat dimana arteri melintasi sebuah tulang yang terletak dekat permukaan, seperti arteri radialis di  depan pergelangan tangan, arteri temporalis di atas tulang temporal atau arteri dorsalis pedis di belokan mata kiri.

Jantung Manusia  – Kecepatan denyut jantung dalam keadaan sehat berbeda dipengaruhi oleh kehidupan, pekerjaan, makanan, umur dan emosi. Irama dan denyut sesuai dengan siklus jantung. Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompakan ventrikel dalam satu menit. Curah jantung pada orang dewasa dalam keadaan istirahat ± 5 liter. Sedangkan saat bergerak bisa mencapai 20-25 liter setiap menit. Volume sekuncup adalah jumlah darah yang dipompakan ventrikel setiap sistole. Curah jantung = isi sekuncup x frekuensi denyut jantung per menit. Isi sekuncup (stroke volume) adalah volume darah yang dipompa ventrikel tiap denyut.

Demikianlah itu yang dapat saya sampaikan. Jangan lupa setelah ini saya akan lanjutkan dengan Anatomi dan Fisiologi Jantung Manusia 2. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.