Beranda Pendidikan 6 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Workshop

6 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Workshop

101
0
BERBAGI

 

workshop seru
sedang workshop

Kebanyakan dari kita sering menyamakan antara workshop dan pelatihan. Memang tidak ada yang salah dengan pendapat setiap orang. Bahkan ada yang menganggapnya sama dengan seminar. Padahal dewasa ini, banyak sekali kegiatan yang menggunakan nama workshop, tapi sudah tepatkah maksud dari workshop yang selama ini kita ketahui? Pada hakikatnya, Workshop itu lebih cenderung pada pengkolaborasian antara teori dengan praktiknya di dalam suatu tema workshop tertentu.

Nah, sobat Abisnis , di artikel ini akan dipaparkan beberapa hal yang membawa kita lebih mengenal workshop.

1. Tujuan Workshop

Workshop yang dalam bahasa Indonesia yaitu lokakarya adalah sebuah momentum bertemunya para pakar atau orang-orang yang berkecimpung disuatu bidang tertentu untuk membahas suatu masalah krusial bersama-sama dan menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Lokakarya ini memiliki istilah yang mungkin belum kita ketahui lho sobat Abisnis , namanya adalah sanggar kerja.

2. Semua Elemen Harus Aktif

Berbeda dengan seminar dimana pembicara atau pemateri lebih dominan dan hanya berinteraksi dengan peserta ketika sesi tanya jawab saja, lain halnya dengan workshop. Di dalam workshop, semua orang yang ada disana berhak untuk menyuarakan pendapat. Bahkan ada beberapa workshop yang mengharuskan seluruh pesertanya memaparkan pemikirannya. Hal ini bertujuan untuk ditemukannya titik solusi, karena hasil dari workshop akan berpengaruh bukan hanya pada kelompok atau organisasi melainkan juga individu.

3. Adanya Interaksi yang Intens

Kadangkala, workshop lebih terasa seperti talkshow dengan multi dialog. Boleh dikatakan semacam diskusi terstruktur. Seperti yang sudah disebutkan diatas, workshop menuntut keaktifan dari semua yang terlibat. Agar lebih intens, biasanya workshop dipecah menjadi beberapa subtopik dan peserta bergabung sesuai dengan keahliannya masing-masing. Tentu akan lebih efektif karena pembahasan tidak akan melebar kemana-mana dan semua peserta dapat aktif sesuai bidangnya.

4. Menghasilkan Solusi yang Berkelanjutan

Hasil dari workshop biasanya akan berkelanjutan atau memiliki efek yang terus-menerus. Apakah terdengar seperti kongres? Tentu bukan, karena workshop lebih cenderung pada suatu hal yang berada dalam satu lingkup. Mau contoh? Misalnya workshop socioentrepreneurship, hasilnya bisa jadi setiap peserta memiliki ide inti mengenai perjalanan socioentrepreneurship mereka. Dan hal tersebut akan berkesinambungan mereka lakukan.

5. Workshop Bukanlah Pelatihan

Banyak pula dari kita yang mengartikan workshop sebagai pelatihan. Tentu saja berbeda ya sobat Abisnis . Workshop menghasilkan suatu solusi yang dapat berupa apapun dan mengembangkannya secara kolektif. Sedangkan pelatihan, biasanya berorientasi pada peningkatan dalam suatu bidang yang dipandu oleh mentor atau orang yang lebih ahli dibidangnya. Jadi jangan disamakan lagi ya..

6. Alur yang Dapat Disesuaikan

Workshop bukanlah seminar yang memiliki struktur yang sangat baku. Stuktur prosesi workshop pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau tema workshop. Biasanya, di dalam kegiatan tersebut pasti ada beberapa bagian penting yang tak bisa dihilangkan atau digantikan. Seperti bagian perumusan masalah, pada umunya bagian ini akan dipaparkan pada sesi awal workshop. Perumusan masalah berisi poin-poin penting yang akan dibahas. Selanjutnya, bagian yang penting adalah sesi diskusi dan pertukaran pendapat (sharing session), di bagian inilah bisa dikatakan kegiatan inti workshop karena pada sesi ini akan ditemukan ide-ide baru atau solusi yang dicari.

 

Semakin kesini makin banyak workshop diadakan namun tidak sesuai dengan hakikatnya. Dan sobat Abisnis yang ingin mengikuti sebuah workshop atau bahkan membuat workshop lebih tercerahkan.

Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Komentar dengan facebook