Beranda Bisnis 5 Kualitas Wirausaha yang Dimiliki Individu Hiperaktif

5 Kualitas Wirausaha yang Dimiliki Individu Hiperaktif

200
0
BERBAGI

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi seseorang dengan perkembangan saraf yang ditandai dengan kurangnya kemampuan untuk fokus, mengontrol impuls perilaku dan mengelola energi. Pada umumnya, individu dengan ADHD merupakan seorang yang hiperaktif. Kondisi ini dialami oleh sekitar 7,2% anak-anak dan 3,4% orang dewasa dari jumlah total populasi di seluruh dunia.

ADHD pada umumnya dianggap sebagai kondisi yang menghalangi proses belajar. Menurut para ahli, ADHD sejatinya memiliki beberapa manfaat kognitif.

Para ahli psikologi anak dari Australian Raising Children Network menyatakan, anak-anak dengan ADHD atau hiperaktif dapat sangat kreatif dan mampu menghabiskan waktu lama untuk melakukan kegiatan yang mereka sukai. Selain anak-anak, para peneliti juga telah menemukan bahwa orang dewasa pun dapat memperoleh manfaat positif juga.

Banyak CEO berprofil tinggi, di antaranya seperti pendiri JetBlue David Neeleman yang mengaku ADHD hiperaktif yang diidapnya sebagai salah satu alasan keberhasilan karena memberinya kreativitas dan motivasi yang lebih tinggi.

Berikut lima manfaat individu yang hidup dengan ADHD maupun hiperaktif.

1. Orientasi kinerja

Wirausahawan hiperaktif merupakan individu yang berorientasi kinerja
KREDIT: Pexels/rawpixel.com

Johan Wikilund, Profesor Kewirausahaan dari Syracuse University telah menemukan korelasi positif antara ADHD dan kesuksesan kewirausahaan. Hiperaktif dan impulsivitas, menurut Wikilund, berkontribusi pada kesuksesan sebagai wirausahawan.

Wikilund telah mempelajari kewirausahaan selama lebih dari 20 tahun. Sejauh ini, dia telah melakukan studi kasus terhadap 16 pengusaha dengan diagnosis ADHD hiperaktif. Wikilund menemukan bahwa gejala ADHD, secara langsung berhubungan dengan perilaku kepemimpinan dalam organisasi yang secara positif berorientasi pada pertumbuhan dan kinerja.

2. Fleksibel

ADHD bisa menimbulkan perilaku hiperaktif namun berpikiran luwes
KREDIT: Pexels/rawpixel.com

Sementara itu, Mayra Mendez, PhD, dari Saint John’s Child and Family Development Center menunjukkan bahwa, dalam beberapa kasus, kesulitan fokus pada satu hal pada ADHD hiperaktif juga dapat dilihat sebagai ‘pemikiran yang fleksibel.’

Orang dengan ADHD hiperaktif tampak lebih baik sebagai multitasker. Meskipun berfokus pada satu hal memang sangat esensial untuk dipelajari, namun penting untuk diperhatikan bahwa mereka yang menderita ADHD lebih unggul dalam hal keluwesan.

3. Berinisiatif

Wirausahawan hiperaktif merupakan individu yang berinisiatif.
KREDIT: Pexels/rawpixel.com

Orang dengan ADHD hiperaktif dikenal lebih impulsif daripada kebanyakan orang. Dampaknya, mereka membuat keputusan dengan cepat tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Terkait hal ini, Wikilund mengatakan, sikap ini dalam kasus tertentu adalah hal yang baik.

“Impulsivitas ini sangat menarik karena impulsivitas adalah kata yang telah dianggap negatif,” papar Wikilund.

“Tetapi impulsif inilah yang memicu orang-orang dengan ADHD untuk bertindak dan mengambil risiko di mana orang lain akan menunggu dan melihat. Mereka juga cenderung melihat potensi keuntungan daripada takut akan potensi kerugian, yang membantu mereka terus berjalan dan terus datang kembali. ”

“Reaksi cepat orang ADHD mengarah pada tindakan. Orang yang impulsif tidak duduk dan merasa tidak berdaya,” urai Wikilund.

4. Kreatif

Wirausahawan hiperaktif merupakan individu yang kreatif
KREDIT: Pexels/Rawpixel.com

Studi terbaru menunjukkan bahwa orang-orang dengan ADHD hiperaktif acap kali muncul dengan ide-ide kreatif, lebih cepat daripada mereka yang tanpa ADHD.

Dalam satu tes, di mana anak-anak diberi tugas untuk menghasilkan ide-ide desain mainan, mereka yang menderita ADHD hiperaktif muncul dengan beragam jenis mainan yang jauh lebih variatif daripada yang non-ADHD.

Dalam tes lain, ketika orang dewasa dengan ADHDhiperaktif diminta untuk menggunakan sebanyak mungkin apa yang bisa dimanfaatkan dari objek umum seperti cangkir atau batu bata. Mereka yang dengan ADHD mengungguli mereka yang non-ADHD.

Namun, keunggulan kreativitas ADHD tampaknya hanya berlaku untuk menelurkan ide, bukan pengenalan pola.

Soalnya, ketika orang dewasa diberikan tugas lain untuk menguji kreativitas, seperti di mana mereka harus menemukan sesuatu yang sama di antara tiga item yang tidak berhubungan, mereka yang memiliki ADHD hiperaktif berkinerja lebih buruk daripada mereka yang tidak memilikinya.

5. Visioner

Wirausahawan hiperaktif merupakan orang yang visioner
KREDIT: Pexels/Gurkamal Teja

Orang-orang dengan ADHD hiperaktif dikenal cenderung mengalami kesulitan mengendalikan emosi mereka. Orang dengan ADHD sering bereaksi sesuai dengan apa yang mereka rasakan tanpa menyaringnya terlebih dahulu.

Para peneliti mengatakan ini bisa menjadi hal yang baik dalam beberapa kasus karena, membiarkan diri kita merasakan emosi saat itu juga bisa membantu memproses dan mempersiapkan masa depan atau visioner.

Tak ada yang mengatakan hidup dengan ADHD adalah perkara mudah. Namun, sudah waktunya untuk mengurangi stigma buruk tentang mereka. Fokus pada aspek positif dari kondisi tersebut dapat membantu kita bergerak menuju solusi yang untuk memperkuat kualitas-kualitas mereka daripada mengobati kecacatan.

Itulah lima kualitas wirausahawan dari individu dengan ADHD yang dibuktikan secara ilmiah.

Komentar dengan facebook